Tag: Viagra Tradisional

Tanaman Obat Khas Indonesia

Purwaceng adalah tanaman Indonesia yang memiliki khasiat

Purwaceng atau Purwoceng adalah tumbuhan pegunungan yang terkenal dengan akarnya yang berkhasiat untuk meningkatkan gairah seksual (afrodisiak). Biasanya akar akan diolah dalam bentuk bubuk, dan digunakan sebagai campuran kopi atau susu tertentu.

Tumbuhan kecil ini memiliki batang yang lunak dengan tumbuh mendatar diatas permukaan tanah seperti semanggi gunung, namun tidak merambat. Purwaceng banyak ditemukan di Jawa, dan memiliki daun kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1 hingga 3 cm.

Daerah yang banyak ditumbuhi purwaceng adalah dataran tinggi dieng Jawa Tengah. Tempat lain yang terdapat tumbuhan serupa adalah di Pegunungan Hyang, dan Pegunungan Tengger. Dari beberapa penelitian, diketahui bahwa ada efek nyata yang terdapat dari tanaman purwaceng terhadap peningkatan kemampuan seksual.

Seluruh bagian yang ada di tanaman purwaceng dapat digunakan sebagai obat tradisional. Namun yang paling banyak memiliki khasiat yakni terdapat pada akarnya. Hal ini yang menjadikan purwoceng dijuluki sebagai Viagra Tradisional Indonesia.

Akar purwaceng mempunyai sifat diuretika yang dapat digunakan sebagai aprosidiak, atau khasiat obat yang dapat meningkatkan stamina. Pada umumnya, tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak banyak mengandung senyawa turunan saponin, alkoid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang juga berkhasiat sebagai memperlancar peredaran darah. Bahan aktif tersbut banyak terdapat pada akarnya yang menyerupai wortel dan berwarna putih, dengan panjang sekitar 10 cm.

Kini keberadaan purwaceng sudah semakin langka, karena populasinya yang makin menurun. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan industri yang mencari tanaman ini untuk diolah menjadi minuman jamu serbuk siap saji. Meski demikian, tanaman yang termasuk daftar jenis tumbuhan obat ini sudah budidayakan walau tidak dengan jumlah yang banyak. Sebenarnya tanaman ini sangat mudah untuk ditanam, dan mudah untuk hidup di cuaca apapun. Namun karena faktor permintaan tersebut, membuatnya tidak sepadan antara yang diambil dan di tanam.