Tag: Tumbuhan rempah-rempah

Khasiat Dan Manfaat Jahe

Manfaat jahe

Jahe adalah jenis tanaman rimpang yang sangat terkenal sebagai rempah-rempah, serta tanaman obat tradisional Indonesia. Tanaman memiliki nama latin Zingiber Officinale ini tersebar secara luas di berbagai negara seperti Cina, India, hingga Timur Tengah.

Aroma khas yang kuat menjadikan jahe digunakan sebagai bahan masakan sekaligus obat tradisional atau pengobatan alternatif khususnya di Indonesia. Manfaat jahe untuk mencegah kanker mungkin belum banyak diketahui. Salah satu komponen jahe yang berperan dalam mencegah kanker adalah gingerol, phytonutrient dalam jahe yang juga memberikan rasa pada jahe yang unik. Gingerol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar.

Peneliti yang sama kemudian menguji apakah selain mencegah pembentukan tumor, gingerol juga dapat mencegah penyebaran dan mengurangi tingkat keparahan sel tumor. Penelitian tersebut memberikan hasil positif. Gingerol dinilai mampu mencegah penyebaran dan bertambah parahnya sel tumor yang sudah tidak dapat dioperasi.

University of Minnesota melakukan percobaan kepada sekelompok tikus, pada kelompok yang diberi gingerol terdapat 4 tikus yang mengalami tumor usus besar, sementara pada kelompok yang tidak diberi gingerol terdapat 13 tikus yang mengalami pertumbuhan tumor.

Namun selain itu, manfaat Jahe untuk kesehatan juga dapat digunakan sebagai :

  • Mengatasi masalah pencernaan
  • Mengurangi rasa mual-mual
  • Mengurangi rasa sakit
  • Membantu mengeluarkan racun dalam tubuh
  • Anti peradangan

Untuk mendapatkan manfaat jahe dengan optimal, sebaiknya pilih jahe yang masih dalam keadaan segar. Jahe segar akan memberikan rasa yang masih kuat rasa pedasnya, serta masih memiliki kandungan gingerol yang baik bagi kesehatan. Meskipun sudah banyak yang menjual ekstrak jahe dalam bentuk kemasan, alangkah baiknya jika kita memproses sendiri ramuan jahe  untuk menghindari bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kemasan.

Tanaman Herbal Temulawak

Temulawak

Temulawak merupakan tanaman herbal yang sudah sangat familiar di tengah-tengah masyarakat Indonesia, khususnya bagi para penggemar jamu tradisional. Meski demikian, tak banyak yang mengetahui beberapa banyak manfaat temulawak bagi tubuh kecuali sebatas pengetahuan khasiatnya yang bersifat umum.

Tanaman yang memliki nama latin Curcuma xanthorrhiza dikenal sebagai tanaman bahan dasar obat tradisional khas indonesia. Tanaman ini tergolong kedalam jenis temu-temuan yakni tanaman dengan bentuk rimpang dan akar yang pada bagian batangnya berada di dalam tanah. Temulawak tergolong ke dalam keluarga tanaman Zingiberaciae, seperti halnya kunyit, jahe,lengkuas, dan lainnya.

Tanaman semacam ini banyak terdapat di wilayah tropis sebagaimana di Indonesia dan negara – negara Asia tengga lainnya. Tanaman Zingiberaciae ini sering ditemukan hidup di liwayah yang memiliki ketinggian 5-750 meter di atas permukaan laut.

Baca juga : Khasiat Dan Manfaat Temulawak

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyiangan gulma sebanyak 2-5 kali, tergantung dari pertumbuhan gulma, sedangkan pembumbunan tanah dilakukan bila terdapat banyak rimpang yang tumbuh menyembul dari tanah. Waktu panen yang paling baik untuk temu lawak yaitu pada umur 11-12 bulan karena hasilnya lebih banyak dan kualitas lebih baik daripada temu lawak yang dipanen pada umur 7-8 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara menggali atau membongkar tanah disekitar rimpang dengan menggunakan garpu atau cangkul.

Tanaman ini ditanam secara konvensional dalam skala kecil dengan menggunakan teknologi budidaya yang sederhana, karena itu sulit menentukan letak sentra penanaman temulawak di Indonesia. Hampir di setiap daerah pedesaan, terutama di dataran sedang dan tinggi, dapat ditemukan temulawak terutama di lahan yang teduh.

Secara alami, temulawak dapat tumbuh dengan sangat baik di lahan-lahan yang terlindung dan teduh serta tidak langsung terkena sinar matahari. Habitat asli tanaman ini merupakan tanaman tropis yang mampu beradaptasi dengan berbagai cuaca.

Kandungan Dan Khasiat Buah Pala

Manfaat buah pala

Pala termasuk tumbuhan berumah dua, atau pohon jantan dan pohon betina. Memiliki daun berbentuk elips langsing, serta buah berbentuk lonjong seperti jeruk lemon berwarna kuning. Memiliki aroma khas karena mengandung minyak atsiri yang terdapat pada daging buahnya. Bila sudah masak, buah pala akan terbelah secara otomatis dan biji akan terlihat terbungkus lapisan yang berwarna merah.

Pala adalah tumbuhan pohon yang berasal dari kepulauan Banda Maluku, yang mempunyai nama latin Myristica Fragrans. Pala memiliki nila yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah, dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang sangat penting sejak zaman Romawi. Pala tersebar luas di daerah tropika sejak masa eksplorasi Eropa, dan istilah sebutan pala juga dipakai untuk menyebut biji pala yang diperdagangkan.

Selain itu, buah pala ternyata memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Pala juga mempunyai kandungan nutrisi yang cukup banyak. Dalam 100 gram buah pala terdapat 525 kalori. Berikut adalah kandungan zat gizi yang bisa Anda dapatkan dari sekitar 100 gram buah pala.

  • Lemak total: 36 gram atau 56 persen dari angka kebutuhan gizi (AKG) harian
  • Protein: 6 gram atau 12 persen dari AKG
  • Sodium: 16 miligram atau 1 persen dari AKG
  • Zat besi: 17 persen dari AKG
  • Kalsium: 18 persen dari AKG
  • Vitamin A: 2 persen dari AKG
  • Vitamin C: 5 persen dari AKG

Sementara manfaat pala sendiri diketahui dapat meningkatkan kesehatan otak, mengurangi rasa sakit, mengatasi masalah pencernaan, menjaga kesehatan mulut, mengobati insomnia, membantu mengeluarkan racun dalam tubuh, merawat kulit, dan dapat mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil.

Sedangkan kalsium yang terdapat didalam buah pala, dapat meningkatkan kesehatan tulang yang berperan penting dalam masa pertumbuhan maupun lansia. Hal ini akan dapat mengurangi gejala penyakit osteoporosis, atau penyakit tulang.