Tag: Tumbuhan peneduh

Pohon Dadap Merah

Dadap Merah

Dadap Merah adalah salah satu pohon berbunga dengan warna merah yang cantik dan berbentuk mengerucut. Pohon dadap biasanya ditanam di area pekarangan rumah. Selain dari bunganya yang cantik, pohon dadap juga dapat dimanfaatkan sebagai peneduh.

Pohon ini rata-rata mempunyai ukuran batang 10-25 cm. Manfaat lain dari pohon dadap merah adalah bagian daunnya, yang konon mampu menyembuhkan malaria. Tanaman yang kerap digunakan sebagai pagar hidup dan peneduh ini memiliki banyak sebutan yang lain. Di antaranya dadap ayam, dadap laut, dan masih ada dadap lainnya.

Dadap kerap dipakai sebagai pohon peneduh di kebun-kebun kopi dan kakao, atau pohon rambatan bagi tanaman lada, sirih, panili, atau umbi gadung. Juga baik digunakan sebagai tiang-tiang pagar hidup. Di wilayah Pasifik, dadap dimanfaatkan sebagai penahan angin.

Tanaman ini menghasilkan kayu ringan, lunak, dan berwarna putih yang baik untuk membuat pelampung, peti-peti pengemas, pigura, dan mainan anak-anak. Kayunya juga merupakan bahan pulp, namun kurang baik digunakan sebagai kayu api karena banyak berasap.

Dadap menyebar secara alami di pantai dan daerah-daerah di belakangnya, terutama di dekat-dekat muara sungai. Pohon ini tumbuh baik di daerah lembap dan setengah kering, dengan curah hujan 800 – 1500 mm pertahun dan 5-6 bulan basah. Ditanam untuk pelbagai keperluan, dadap sering dijumpai mulai dari wilayah pesisir hingga elevasi sekitar 1500 m dpl.

Meskipun mampu hidup pada pelbagai keadaan tanah, dadap menyukai tanah-tanah yang dalam, sedikit berpasir, dan berdrainase baik. Dadap mampu tumbuh pada tanah-tanah bergaram, tanah yang terendam air secara berkala, dan tanah kapur berkarang. Kisaran pH tanah antara 4,5 – 8,0.

Pohon dadap tidak termasuk dalam jenis tumbuhan yang dilindungi, karena pohon dadap sangat banyak ditemukan di Indonesia yang tumbuh secara liar di hutan dan di beberapa perkebunan.