Tag: Tumbuhan pala

Kandungan Dan Khasiat Buah Pala

Manfaat buah pala

Pala termasuk tumbuhan berumah dua, atau pohon jantan dan pohon betina. Memiliki daun berbentuk elips langsing, serta buah berbentuk lonjong seperti jeruk lemon berwarna kuning. Memiliki aroma khas karena mengandung minyak atsiri yang terdapat pada daging buahnya. Bila sudah masak, buah pala akan terbelah secara otomatis dan biji akan terlihat terbungkus lapisan yang berwarna merah.

Pala adalah tumbuhan pohon yang berasal dari kepulauan Banda Maluku, yang mempunyai nama latin Myristica Fragrans. Pala memiliki nila yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah, dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang sangat penting sejak zaman Romawi. Pala tersebar luas di daerah tropika sejak masa eksplorasi Eropa, dan istilah sebutan pala juga dipakai untuk menyebut biji pala yang diperdagangkan.

Selain itu, buah pala ternyata memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Pala juga mempunyai kandungan nutrisi yang cukup banyak. Dalam 100 gram buah pala terdapat 525 kalori. Berikut adalah kandungan zat gizi yang bisa Anda dapatkan dari sekitar 100 gram buah pala.

  • Lemak total: 36 gram atau 56 persen dari angka kebutuhan gizi (AKG) harian
  • Protein: 6 gram atau 12 persen dari AKG
  • Sodium: 16 miligram atau 1 persen dari AKG
  • Zat besi: 17 persen dari AKG
  • Kalsium: 18 persen dari AKG
  • Vitamin A: 2 persen dari AKG
  • Vitamin C: 5 persen dari AKG

Sementara manfaat pala sendiri diketahui dapat meningkatkan kesehatan otak, mengurangi rasa sakit, mengatasi masalah pencernaan, menjaga kesehatan mulut, mengobati insomnia, membantu mengeluarkan racun dalam tubuh, merawat kulit, dan dapat mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil.

Sedangkan kalsium yang terdapat didalam buah pala, dapat meningkatkan kesehatan tulang yang berperan penting dalam masa pertumbuhan maupun lansia. Hal ini akan dapat mengurangi gejala penyakit osteoporosis, atau penyakit tulang.

Pala Tumbuhan Puluhan Tahun

Pala adalah tumbuhan pohon yang berasal dari kepulauan Banda Maluku, yang mempunyai nama latin Myristica Fragrans. Pala memiliki nila yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah, dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang sangat penting sejak zaman Romawi. Pala tersebar luas di daerah tropika sejak masa eksplorasi Eropa, dan istilah sebutan pala juga dipakai untuk menyebut biji pala yang diperdagangkan.

Pala termasuk tumbuhan berumah dua, atau pohon jantan dan pohon betina. Memiliki daun berbentuk elips langsing, serta buah berbentuk lonjong seperti jeruk lemon berwarna kuning. Memiliki aroma khas karena mengandung minyak atsiri yang terdapat pada daging buahnya. Bila sudah masak, buah pala akan terbelah secara otomatis dan biji akan terlihat terbungkus lapisan yang berwarna merah.

Pohon pala bisa tubuh hingga mencapai 20 m, dengan usia ratusan tahun. Buahnya dapat dipanen setelah umur 25 tahun, dan panen pertama bisa dilakukan 7 hingga 9 tahun saat buah sudah terlihat terbelah dengan sendirinya.

Tanaman pala, banyak tumbuh di ketinggian 0 hingga 700 mpdl. Di Indonesia banyak dijumpai pohon pala di beberapa wilayah, karena tumbuhan satu ini adalah tumbuhan asli Indonesia yang pernah di jadikan bahan untuk alasan belanda saat menjajah Indonesia. Hal ini memang sangat terlihat bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan flora faunanya, dengan ciri khas berbeda yang tidak di miliki negara lain.

Pala bisa tumbuh dengan baik di alam terbuka wilayah Asia Tenggara, terutama Indonesia. Tanaman rempah ini akan tumbuh subur ditempat yan terkena langsung pancaran sinar matahari yang cukup. Selain itu, pala juga mampu hidup bertumbuh dengan baik di wilayah yang memiliki suhu rata-rata 20 hingga 30 derajat celcius.