Tag: Tumbuhan industri

Manfaat Tebu Bagi Tubuh

Manfaat Tebu Bagi Tubuh

Tebu adalah tanaman berbatang tunggal, dengan daun yang keluar dengan tanpa ranting. Tebu juga merupakan tanaman yang diburu oleh beberapa orang untuk dibawa ke industri dengan maksud dijadikan gula pasir, yang merupakan salah satu kebutuhan dari manusia sehari-hari.

Tebu banyak mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, dan mineral. Mineral tersebut meliputi fosfor, kalsium, zat besi, dan kalium yang baik bagi tubuh. Selain itu, tebu juga mengandung vitamin dan antioksidan.

Minum air tebu dikatakan lebih sehat dibandingkan dengan mengonsumsi gula. Air tebu merupakan minuman manis alami yang diproses dengan tepat. Gula yang diekstrak dari air tebu mengandung 15 kalori.

Air tebu terdiri dari sukrosa, fruktosa, dan banyak varietas glukosa lainnya dengan total 13 gram serat makanan. Air tebu juga kaya akan serat makanan dan menyediakan senyawa polifenol yang dapat membantu kesehatan Anda secara keseluruhan dan mengurangi stres oksidatif. Selain manfaat tersebut, masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh dari air tebu ini.

Beberapa manfaat yang terkandung di dalam air tebu antara lain dapat untuk merawat kulit, baik untuk kepadatan tulang, dapat menurunkan kadar kolesterol, dapat mengendalikan tekanan darah, dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan ginjal, menggantikkan gula pasir untuk diabetes, dan menambah energi.

Selain itu, air tebu juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil secara alami. Lebih baik dari pada mengonsumsi obat-obatan dan antibiotik. Dari sejumlah manfaat yang terdapat di dalam tebu, bukan berarti air tebu dapat menyembuhkan segala penyakit.

Kelapa Sawit Di Indonesia

Kelapa Sawit adalah tumbuhan tropis penghasil minyak yang ada di Indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman industri penting yang banyak tumbuh di Indonesia. Baik minyak industri maupun bahan bakar, menggunakan sawit sebagai bahan dasarnya. Penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia yaitu Indonesia. Mulai dari Aceh, Pantai timur Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, semuanya tertanam rapi pohon sawit dengan jumlah yang sangat banyak.

Pohon kelapa sawit merupakan jenis palma dapat tumbuh hingga mencapai 24 m. Daun berwana hijau tua dengan susunan menyirip, serta warna pelepahnya berwarna hijau muda. Jika diperhatikan, pohon sawit sangat mirip dengan tanaman salak, namun duri yang terdapat di pohon sawit ini tidak keras dan tajam.

Pada batang pohon sawit terdapat bekas-bekas pelepah yang masih menempel. Kemudian setelah umur 12 tahun, pelepah tersebut akan terlepas dengan sendirinya. Saat pelepah sudah terkelupas, tampilan sawit akan menyerupai pohon kelapa.

Bunga jantan dan bunga betina terletak terpisah, namun tetap berada di satu pohon yang sama. Namun, kedua bunga tersebut tidak memiliki waktu kematangan yang sama meskipun berada di satu pohon. Hal ini sangat jarang sekali terjadi penyerbukan sendiri, walau sesekali pernah terjadi.

Sawit memiliki warna yang cukup bervariasi seperti hitam, ungu, hingga merah. Hal tersebut tergantung dari jenis bibit yang digunakan, dan kandungan minyak akan bertambah sesuai dengan kematangan buah. Sering kali didapati ada sawit yang rontok sebelum dipanen. Hal ini disebabkan karena kandungan asam lemak bebas (Free Fatty Acid) akan meningkat dengan sendirinya saat buah sudah mulai matang. Habitat asli dari tumbuhan ini adalah daerah semak belukar, dengan ketinggian dataran 0 hingga 500 mdpl. Pohon sawit akan tumbuh dengan baik di daerah yang mempunyai kelembapan sekitar 80 sampai 90%.

Kemudian untuk faktor penyebab penurunan hasil produksi yang dialami tanaman sawit yaitu serangan ulat pemakan daun, dan pembusukan pada pangkal batang. Pembusukan tersebut terjadi karena infeksi cendawan ganoderma boninense, dan ini yang sering menyerang dan terjadi di perkebunan sawit.