Tag: Tapir

Hewan Unik Berkuku Ganjil

Tapir adalah hewan soliter yang memiliki keunikan dari jari-jari kakinya yang ganjil. Serta hewan berikut merupakan hewan yang dilindungi

Tapir adalah binatang herbivora yang hanya memakan dedaunan muda yang ada di sepanjang hutan atau sepanjang tepian sungai. Tapir memiliki bentuk tubuh yang menyerupai babi dengan telinga yang mirip badak, serta moncongnya sedikit panjang seperti trenggiling. Tapir adalah binatang soliter kecuali pada musim-musim kawinnya.

Hewan ini termasuk hewan nokturnal karena aktivitasnya lebih banyak di malam hari, dan ia akan mencari makanannya dengan terus berjalan jauh serta mencari lokasi yang kaya akan garam mineralnya. Hewan mamalia ini memiliki suara lenguhan yang berbeda dengan hewan mamalia lainnya, dan justru seperti suara burung yang sedang berkomunikasi dengan burung lainnya.

Ukuran tubuh tapir dewasa bisa mecapai panjang hingga 225 cm dengan bentuk yang hampir menyerupai babi. Bentuk lain yang menjadi ciri khas dari tapir adalah memiliki moncong yang seperti belalai pendek, yang selalu didekatkan dengan tanah saat ia berjalan. Moncong panjang tapir mempunyai penciuman yang sangat bagus dalam kesehariannya untuk mendapatkan makannan.

Beberap ahli menyatakan bahwa tapir memiliki penglihatan yang sangat lemah, dan hanya mengandalkan indera penciumannya dalam hidupnya. Selain bentuk tubuh dan moncongnya yang unik, tapir juga memiliki jemari yang tak kalah unik dengan keunikan lain yang dimilikinya. Jari yang ada pada kaki depan berjumlah empat, sedangkan jari kaki bagian belakang hanya berjumlah tiga jari.

Ada empat jenis tapir yang masih hidup hingga sekarang, dan tiga diantaranya bisa anda jumpai di Amerika Selatan yaitu Tapirus bairdii, Tapirus Pinchaque, dan Tapirus Terrestris. Sementara yang banyak tersebar di Asia Tenggara adalah jenis Tapirus Indicus, dan dari hal tersebut tapir sering digunakan sebagai salah satu bukti teori pemisah Benua.

Tapir yang terebar di Asia Tenggara telah meliputi bagian selatan Burma, Thailand bagian selatan, Semenanjung Malaysia, serta Indonesia. Menurut bukti yang pernah ada, penyebaran tapir sempat meliputi Pulau Jawa dan Sumatera. Namun kini cuma hanya ada tapir di Sumatera, itu pun hanya akan dijumpai di bagian Danau Toba sampai ke Lampung.

Keberadaan tapir yang kian menyusut, tak lain karena aktivitas manusia yang menyebabkan habitatnya kian sempit. Mengenai kasus pemburuan tapir tak semarak pemburuan hewan lainnya, sehingga berkurangnya populasi tapir sebagian besar dikarenakan tingkat reproduksinya yang sangat sedikit.

Hewan berkuku ganjil ini merupakan satwa liar yang dilindungi di Indonesia karena jumlah populasinya yang kian berkurang pada tiap tahunnya, serta tapir termasuk hewan langka yang dimiliki Indonesia.