Tag: Tanaman pegunungan

Bawang Merah

Bawang Merah

Bawang merah atau Brambang (bahasa Jawa) merupakan jenis tanaman umbi, dengan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai lunak. Bawang merah adalah tumbuhan pegunungan yang berasal dari Iran, Pakistan yang tumbuh subur di Indonesia.

Bawang merah memiliki bentuk bulat, serta meruncing pada ujungnya. Bentuk buahnya berlapis-lapis, dengan rasa sedikit pedas. Dalam setiap ruangnya terdapat dua calon biji yang dapat tumbuh tunas meskipun tidak di tanam diatas tanah.

Tanaman rempah-rempah yang biasanya digunakan sebagai bumbu berbagai masakan di dunia. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, bawang merah juga sering digunakan sebagai obat tradisional. Di seluruh dunia, bawang merah sudah sangat dikenal dengan kegunaan dan khasiatnya dalam segi apapun.

Baca Juga : Khasiat Bawang Merah

Bawang merah kaya flavonoid dan Vitamin A, Vitamin C dan Vitamin E. Tak hanya itu bawang merah juga dapat membantu melindungi kulit kita dari sinar UV yang berbahaya dari matahari. Kandungan antioksidannya yang dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, yang disebut juga dengan detoksifikasi tubuh.

Antioksidan yang terkandung dalam bawang merah membantu mengangkat sel-sel kulit mati, dan membuat kulit cerah dan bercahaya. Namun alangkah baiknya sebelum anda mencoba ramuan tradisional bawang merah ini, pastikan terlebih dahulu apakah kulit anda termasuk kulit yang sensitif atau tidak.

Bawang merah tidak dapat jauh dari kehidupan manusia setiap hari. Karena tanaman ini merupakan bahan pokok dalam pembuatan bumbu masakan, dan sudah sangat terkenal dalam dunia pengobatan tradisional seperti gurah, penyakit dalam, kulit, dan lain-lain.

Tanaman Obat Khas Indonesia

Purwaceng adalah tanaman Indonesia yang memiliki khasiat

Purwaceng atau Purwoceng adalah tumbuhan pegunungan yang terkenal dengan akarnya yang berkhasiat untuk meningkatkan gairah seksual (afrodisiak). Biasanya akar akan diolah dalam bentuk bubuk, dan digunakan sebagai campuran kopi atau susu tertentu.

Tumbuhan kecil ini memiliki batang yang lunak dengan tumbuh mendatar diatas permukaan tanah seperti semanggi gunung, namun tidak merambat. Purwaceng banyak ditemukan di Jawa, dan memiliki daun kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1 hingga 3 cm.

Daerah yang banyak ditumbuhi purwaceng adalah dataran tinggi dieng Jawa Tengah. Tempat lain yang terdapat tumbuhan serupa adalah di Pegunungan Hyang, dan Pegunungan Tengger. Dari beberapa penelitian, diketahui bahwa ada efek nyata yang terdapat dari tanaman purwaceng terhadap peningkatan kemampuan seksual.

Seluruh bagian yang ada di tanaman purwaceng dapat digunakan sebagai obat tradisional. Namun yang paling banyak memiliki khasiat yakni terdapat pada akarnya. Hal ini yang menjadikan purwoceng dijuluki sebagai Viagra Tradisional Indonesia.

Akar purwaceng mempunyai sifat diuretika yang dapat digunakan sebagai aprosidiak, atau khasiat obat yang dapat meningkatkan stamina. Pada umumnya, tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak banyak mengandung senyawa turunan saponin, alkoid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang juga berkhasiat sebagai memperlancar peredaran darah. Bahan aktif tersbut banyak terdapat pada akarnya yang menyerupai wortel dan berwarna putih, dengan panjang sekitar 10 cm.

Kini keberadaan purwaceng sudah semakin langka, karena populasinya yang makin menurun. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan industri yang mencari tanaman ini untuk diolah menjadi minuman jamu serbuk siap saji. Meski demikian, tanaman yang termasuk daftar jenis tumbuhan obat ini sudah budidayakan walau tidak dengan jumlah yang banyak. Sebenarnya tanaman ini sangat mudah untuk ditanam, dan mudah untuk hidup di cuaca apapun. Namun karena faktor permintaan tersebut, membuatnya tidak sepadan antara yang diambil dan di tanam.