Tag: Tanaman Palem

Mengenal Pohon Bertan Penghasil Sagu

Pohon Bertan adalah jenis tanaman palem yang terdapat di Kalimantan

Bertan merupakan pohon sejenis palem yang memiliki ukuran yang cukup besar, merumpun, serta tinggi yang bisa mencapai 20 m. Memiliki batang yang dipenuhi dengan duri, dengan bunga yang terdapat di ujung batang yang lurus keatas hingga 4 m. Diameter batang pohon bertan antara 18 hingga 20 cm, dimana akar tunjangnya yang berbeda dengan jenis pohon palem lainnya. Akar panjang, ramping, serta lebih tinggi dari tanah adalah ciri-ciri yang membuat pohon bertan menjadi spesial.

Pohon bertan memiliki ukuran daun yang besar dan panjang hingga 4 m, dengan permukaan datar serta berduri kecil 10 sampai 12 mm yang juga terdapat pada tangkai daun. Pohon jenis ini mempunyai bunga berkayu yang akan mati dengan cepat, serta buah bersisik keras seperti buah salak.

Pohon yang keseluruhannya dipenuhi dengan duri ini berada di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, yang akan tumbuh di dataran rendah. Bertan juga sering ditanam disekitar pemukiman penduduk sekitar untuk diambil sagunya. Penduduk dayak sekitar mengkonsumsi sagu dari batang pohon bertan, karena mereka mengambil makanan pokok dari hasil hutan.

Selain diambil sagunya, daun bertan juga dimanfaatkan oleh sebagian penduduk sekitar untuk digunakan sebagai atap rumah mereka. Tanaman ini hampir mendominasi hutan wilayah Kalimantan Timur dan Utara. Bentan menjadi bahan makanan pokok penduduk sekitar hutan, dan pohon ini menjadi pohon endemik Indonesia yang ada di Kalimantan.

Bertan tumbu melalui biji dan dapat tumbuh dengan proses pertumbuhan yang sangat cepat. Setelah umur 5 tahun, pohon ini harus ditebang dan saat itulah penduduk sekitar mengambil sagu yang dihasilkan oleh batang pohon bertan. Bentuk pohon bertan sangat mirip dengan pohon salak, dan bertan merupakan tanaman hutan yang dapat konsumsi

Tanaman Hutan Tropis Yang Sudah Langka

Daun Sang Tumbuhan Raksasa Sumatera

Salo, daun Sang, daun payung, atau daun raksasa merupakan jenis tumbuhan palem yang mempunyai daun yang besar, lebar, dan relatif kuat. Di Indonesia, tumbuhan yang hanya memiliki daun yang besar ini disebut dengan daun payung. Tanaman ini dikenal dengan daun salo (Kepulauan Riau), dan di Sumatera disebut dengan daun sang. Jika di pedalaman Semenanjung Malaya dan Serawak, daun ini pergunakan sebagai atap rumah mereka.

Daun raksasa termasuk tanaman palem dan merupakan salah satu tanaman di Indonesia, tepatnya di Sumatera Utara. Anda dapat menjumpai tanaman ini didaerah Aras Napal dekat dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Tanaman daun raksasa ini memiliki nama latin Johannestijsmania altifrons, yang merupakan salah satu dari empat keluarga pinang-pinangan atau palem tersebut.

Daun payung adalah tanaman yang tumbuh tunggal, dengan daun yang sangat besar dan bisa memiliki panjang antara 3 hingga 6 meter dan lebar 1 meter. Jika diperhatikan dari jarak jauh, tanaman ini terlihat seperti tidak mempunyai batang. Hal ini disebabkan kecilnya batang dari tanaman ini, dan terlalu besar ukuran daunnya.

Daun sang memiliki daun yang berwarna hikau, tepian daun yang berduri, dan keras. Bercuping kecil serta memiliki pangkal dengan urat ke pokok daun. Tekstur daun payung ini sangat kuat dan mengkilat seperti daun kelapa. Bentuk daun yang meruncing keujung dan pangkal daun, melebar dibagian tengah daun. Tanaman raksasa ini juga memiliki bunga yang tumbuh pada ketiak daun, berbentuk tegak, dan berwarna putih lunak. Daun raksasa memiliki buah dengan tekstur kasar, dan ditutupi benjolan seperti gabus yang membentuk kerucut.

Tanaman jenis Johannestijsmania banyak dijumumpai tumbuh dengan sehat dihutan atau diantara pepohonan yang lebat. Karena jenis tanaman ini tidak akan dapat bertahan hidup jika langsung terkena sinar matahari. Akar dari tanaman ini tak jauh berbeda dengan akar tanaman palem yang lainnya.

Keberadaannya dihutan sudah semakin berkurang karena banyaknya kebakaran hutan yang membuat tempat berlindung daun payung ini berkurang. Daun ini juga sering dimanfaatkan sebagai atap dan dinding rumah dibeberapa wilayah seperti didaerah Besitang, dan Langkat Sumatera Utara. Daun raksasa mampu menahan air dalam jangka waktu yang cukup lama, karena teksturnya yang agak kasar, sehingga tidak mudah robek.

Bentuk dari tanaman raksasa ini cukup indah, dan banyak yang menanamnya untuk hiasan taman. Namun karena habitatnya yang berada ditempat-tempat lembab dan kurang akan sinar Matahari, membuat tanaman ini sedikit susah untuk dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah. Tanaman ini akan tumbuh subur di hutan tropis dengan tumbuh diantara pohon-pohon yang rindang, sehingga tidak langsung terkena sinar matahari.