Tag: Tanaman langka

Buah Dewandaru Penghuni Karimunjawa

Buah Dewandaru

Dewandaru kini kembali melambung setelah ramainya Karimunjawa Jawa Tengah, dan dewandaru dianggap buah 90 an yang sudah punah. Dewandaru adalah jenis tanaman buah yang memiliki nama latin Eugenia Uniflora L, dan masih keluarga dari cermai. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 5 m lebih.

Buah Ndaru masih memiliki kerabat dengan jambu air, bentuknya bulat dan berlekuk. Sepintas buah ini mirip seperti buah Cermai, hanya saja warnanya akan berubah saat mendekati masa siap petik, dari hijau, kuning, oranye, hingga merah tua saat matang.

Walaupun kecil, buah ini mengandung banyak sekali manfaat loh Saboom, dalam buah ini terdapat banyak protein, karbohidrat, dan vitamin C, serta kandungan air. Dari beberapa situs kesehatan online, buah mungil ini bisa mengatasi penyakit seperti hipertensi, berfungsi sebagai anti-bakteri dan anti-oksidan, serta gejala penyakit kanker.

Baca juga : 11 Manfaat Buah Dewandaru

Mirip seperti buah legendaris Ciplukan yang sudah tak terdengar lagi kabarnya, namun tiba-tiba muncul di supermarket dengan harga mahal, buah Ndaru juga mengalami hal serupa. Jika dulu buah ini bisa dijumpai di jalan atau depan rumah, sekarang kamu masih bisa menikmati buah ini, tapi dibanderol dengan harga yang super mahal. Untuk bibit dewandaru dengan tinggi 20-40 cm, bisa dibeli dengan harga Rp30.000-Rp35.000. sedangkan buah yang sudah matang bisa mencapai 100 ribu di beberapa situs jual beli online.

Selain buah yang mengandung banyak khasiat untuk kesehatan, kayu pohon Ndaru pun mulai dicari kembali oleh para pengrajin. Yap, batang dari pohon yang katanya ajaib ini bisa disulap menjadi berbagai barang kerajinan dengan harga yang fantastis. Di sekitar objek wisata Karimunjawa, sebagian warga bahkan mengubah batang pohon ini menjadi souvenir berupa tongkat, gelang, tasbih, serta berbagai aksesoris yang laku keras di pasaran turis domestik.

Buah yang sudah semakin langka karena keberadaannya yang sangat terbatas ini menjadikan buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Semenjak adanya tempat wisata Pulau Karimunjawa yang ada di Jawa Tengah, buah dewandaru kini seakan hidup kembali karena di Pulau itu sangat banyak ditumbuhi pohon dewandaru. Buah dewandaru pun menjadi salah satu oleh-oleh dari Karimunjawa.

11 Manfaat Buah Dewandaru

11 Manfaat Buah dewandaru

Dewandaru adalah jenis tanaman perdu menghasilkan buah yang memiliki nama latin Eugenia Uniflora L, dan masih keluarga dari cermai. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 5 m lebih.

Buah dewandaru berbentuk buni atau bulat dengan diametre sekitar 1,5 cm. Warna buah ini bisa berubah secara bertingkat dari hijau ketika masih muda, menjadi kuning, orange dan merah saat buah ini matang. Biji dar buah ini kecil, keras dan berwarna coklat. Rasa dari buah ini adalah masam segar, sehingga banyak digunakan untuk rujak atau diolah menjadi asinan dan manisan.

Tanaman yang memiliki nama latin eugenia uniflora ini memiliki buah yang berbentuk bulat dengan lekukan-lekukan di sekelilingnya. Memiliki warna cerah yang beragam sehingga terlihat sangat cantik. Ada merah, kuning, orange, hingga hijau.

Oleh karena itu buah dewandaru sering dimanfaatkan pada olahan kue atau puding. Tidak hanya cantik buah dewandaru ternyata memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi kesehatan diantaranya manfaat vitamin C dan flavonoid. Dengan mengonsumsi buah ini akan mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan.

Manfaat dari buah dewandaru antara lain :

  • Dapat menghambat radikal bebas
  • Mencegah kanker
  • Antibakteri
  • Dapat mengatasi rasa sakit atau nyeri
  • menyetabilkan tekanan darah
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Mencegah penuaan dini
  • Dapat mencegah penyakit sariawan
  • Memelihara kesehatan jantung
  • Dapat mencegah kerusakan pada pembuluh jantung
  • Dapat mencegah osteoporosis

Dengan mengonsumsi buah dewandaru baik dimakan langsung, dirujak, dijus, maupun diolah menjadi apapun dengan setiap hari, dapat meningkatkan kecerdasan anak. Buah dewandaru kini memang agak sulit untuk di temukan, karena tanaman ini sudah termasuk tumbuhan buah langka yang ada di Indonesia.

Lima Tanaman Berbuah Indonesia Yang Suda Langka

Indonesia adalah negara yang beriklim tropis, yang merupakan rumah bagi beberapa flora dan fauna yang tersebar di beberapa pulau. Mulai dari tanaman liar hingga yang menjadi endemik di salah satu pulau di Indonesia. Dibawah ini ada 10 jenis tanaman berbuah yang ternyata tak kalah khasiatnya dibanding dengan buah impor.

Gowok

Gowok atau kupa adalah pohon berbuah dari suku jambu yang berasal dari Indonesia, yang banyak tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan. Buah lokal ini merupakan tumbuhan liar yang banyak di temukan di hutan tropis yang banyak tersebar di Indonesia.

Buah gowok atau kupa memiliki nama latin Syzygium Polycephalum, dan masih keluarga dengan buah Jamblang. Buah gowok mempunyai pohon yang tingginya antara 8 hingga 20 m, dengan bentuk buah bulat sedikit gepeng yang rasanya manis asam agak sepat.

Daging buah gowok berwarna putih yang terdapat biji berbentuk gepeng dengan kulit putih atau merah keunguan. Tumbuhan langka ini banyak ditemui di Asia Tenggara, yang biasanya banyak tumbuh di hutan sekunder pada ketinggian 200 sampai 1.800 mpdl.

Sawo Durian

Sawo Apel adalah buah asli Indonesia yang kini sudah banyak dilupakan karena tak banyak yang tahu tentang buah ini. Di Jawa Timur, sawo apel atau sawo durian disebut juga dengan buah Kenitu. Buah kenitu mempunyai bentuk bulat, dengan warna merah kehijauan yang menyerupai buah apel yang mengkilap. Dari bentuknya lah buah kenitu di sebut dengan sawo apel.

Pohon sawo apel dapat tumbuh cepat dengan ketinggian hingga mencapai 30 m, dengan bentuk buah bulat yang memiliki daging buah putih keunguan. Daging buah sangat lembut dan banyak menggandung sari buah manis, dan pohon sawo apel dapat mengasilkan buah setelah umur 5 sampai 6 tahun. Biasanya, musim buah sawo jenis ini di Pulau Jawa akan berbuah pada saat datang musim kemarau.

Cempedak

Buah Cempedak adalah tanaman buah-buahan yang banyak ditemukan di hutan dataran rendah dengan ketinggian hingga 1.000 mpdl. Tanaman ini berasal dari derah Semenanjung Malaya yang menyebar luas ke wilayah Burma, Thailand. Sebagian besar banyak tersebar di Nusantara seperti di Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Pulau Jawa bagian barat.

Cempedak merupakan salah satu flora asli Indonesia mempunyai kemiripan dengan buah nangka seperti bentuk buah, dan rasa. Walaupun aromanya lebih sering kuat mirip dengan buah durian. Pohonnya berukuran besar, dan tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian mencapai 20 m.

Gandaria

Buah Gandaria adalah tanaman daerah tropis yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, dan banyak dibudidayakan di wilayah Sumatera dan Thailand. Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan antara buah, daun, dan batangnya. Buah kecil ini dapat dimakan langsung tanpa harus dikupas terlebih dahulu.

Gandaria merupakan tanaman identitas Jawa Barat yang memiliki bentuk buah menyerupai mangga bulat namun berukuran yang kecil, dengan pohon yang tingginya bisa mencapai 25 m. Pohon gandaria merupakan tanaman tahunan, karena ia akan berbunga hanya pada bulan September hingga Desember dengan bentuk bunga yang juga menyerupai dengan bunga mangga yang berwarna kuning.

Duku

Duku adalah jenis tanaman buah yang berasal dari Asia Tenggara sebelah barat. Buah duku memiliki kemiripan dengan buah kokosan, langsat, pisitan, dan celoring. Memiliki bentuk buah yang mirip, namun berbeda pada jenis pohonnya.

Pohon duku berukuran sedang, dan dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 30 m. Batang pohon berwarna kelabu berbintik gelap dan jingga, biasanya beralur dengan tak beraturan dengan akar yang pipih menonjol ke atas tanah.

Kelengkeng Kalimantan

Buah Ihau adalah buah asli dari Kalimantan yang rasanya manis menyerupai kelengkeng. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan buah kelengeng Kalimantan. Seperti pohon yang tumbuh dihutan, pohon ihau memiliki batang pohon yang cukup besar dan kokoh tinggi. Buah yang satu ini agak unik, dan termasuk buah yang langka, karena buah ini tidak mudah dijumpai di tempat selain Kalimantan.

Habitat asli buah ihau banyak terdapat di hutan wilayah Kalimantan, dan di beberapa hutan Malaysia dan Brunai Darussalam. Bentuk buah bulat menyerupai kelengkeng pada umumnya, namun ihau terdapat benjolan kecil rata yang melekat di permukaan kulit buahnya, yang membuat buah ihau terlihat sedikit unik serta ukurannya yang kecil seperti kelereng.

Rumbia

Rumbia adalah jenis tanaman palma penghasil tepung sagu yang banyak ditemui di hutan-hutan di Indonesia. Rumbia disebut juga pohon sagu, yang menghuni daerah Maluku, Sumatera, dan Sulawesi. Rumbia sering kali ditemukan tumbuh di rawa-rawa, aliran sungai dan tanah bencah lainnya. Tanaman ini termasuk salah satu tanaman asli Indonesia yang banyak ditemukan di kepulauan bagian Timur.

Buah Rumbia memilii bentuk yang mirip dengan buah salak, namun tidak berduri. Buah berbentuk bulat dengan permukaan kulit mengkilat, memiliki rasa sepat dan buah ini dapat hidup di batang yang sudah mati. Biasanya, jika ingin memakan buah rumbia akan direndam di lumpur terlebih dahulu selama beberapa hari atau air laut.

Kasturi

Buah Kasturi adalah buah khas Kalimantan Selatan yang termasuk dalam jenis buah mangga. Buah yang memiliki nama latin Mangifera Casturi ini masih famili dengan Anacariaceae, Ordo Anacardiales, dan Klas Dicotyledonae atau jenis tumbuhan biji berkeping dua. Berdasarkan keputusan dari Menteri Dalam Negeri no 48 tahun 1989, buah kasturi dinobatkan sebagai Maskot Kalimantan Selatan.

Penyebaran kasturi di Indonesia sangat sempit, dan hanya dapat dijumpai secara liar di kawasan hutan Kalimantan. Kasturi juga termasuk dalam 200 jenis tumbuhan langka yang ada di Indonesia, dan merupakan flora endemik Kalimantan Selatan. Kasturi dapat tumbuh tinggi hingga 25 m, dan mampu hidup dengan umur yang cukup panjang.

Penyebaran kasturi di Indonesia sangat sempit, dan hanya dapat dijumpai secara liar di kawasan hutan Kalimantan. Kasturi juga termasuk dalam 200 jenis tumbuhan langka yang ada di Indonesia. Kasturi dapat tumbuh tinggi hingga 25 m, dan mampu hidup dengan umur yang cukup panjang.

Buah lokal ini merupakan tanaman liar yang tumbuh bersama semak-semak, dan biasanya terdapat di kebun, tegalan, sawah mengering yang terlihat seperti gulma. Tak jarang sering terlihat buah mungil ini tumbuh di tepi jalan, tepi hutan, dan bagian-bagian hutan yang terbuka dengan langsung terkena sinar matahari

Ciplukan

Ciplukan adalah sejenis buah berukuran kecil, dengan kelopak bunga yang membesar dan menutupi buahnya. Kelopak tersebut membungkus buah dengan bentuk bulat mengerucut, dan kelopak akan mengering ketika buah sudah mulai matang. Tanaman dengan batang lunak ini sering kali mengering saat buah matang, dan jika tumbuh liar ia juga akan mengering dan mempunyai akar yang akan tumbuh segar saat tunas lain kering.

Buah lokal ini merupakan tanaman liar yang tumbuh bersama semak-semak, dan biasanya terdapat di kebun, tegalan, sawah mengering. Tak jarang sering terlihat buah mungil ini tumbuh di tepi jalan, tepi hutan, dan bagian-bagian hutan yang terbuka dengan langsung terkena sinar matahari.

Kesemek

Kesemek adalah buah yang berbentuk seperti tomat dengan diselimuti lapisan putih seperti bedak yang banyak dijumpai di Indonesia. Buah kesemek memiliki dua jenis yakni kesemek yang rasanya sepat, dan yang tidak sepat. Buah kesemek yang rasanya sepat ini berasal dari zat tannin yang terdapat di dalam buah. Biasanya sebelum menikmati buah jenis ini, buah akan direndam dengan larutan air kapur semala sehari semalam untuk mehilangkan bercak bedak yang menempel di lapisan kulit luarnya.

Lapisan yang menyerupai bedak tersebut bukan karena membusuk atau rusak, melainkan salah satu zat untuk proses kematangan buah kesemek itu sendiri yang disebut dengan zat tannin. Sebenarnya bercak putih tersebut akan berkurang seiring dengan kematangan buah. Meski begitu, lapisan bedak itu tetap harus di bersihkan sebelum mengkonsumsi buah yang didominasi rasa sepet manis ini.

Tanaman Hutan Tropis Yang Sudah Langka

Daun Sang Tumbuhan Raksasa Sumatera

Salo, daun Sang, daun payung, atau daun raksasa merupakan jenis tumbuhan palem yang mempunyai daun yang besar, lebar, dan relatif kuat. Di Indonesia, tumbuhan yang hanya memiliki daun yang besar ini disebut dengan daun payung. Tanaman ini dikenal dengan daun salo (Kepulauan Riau), dan di Sumatera disebut dengan daun sang. Jika di pedalaman Semenanjung Malaya dan Serawak, daun ini pergunakan sebagai atap rumah mereka.

Daun raksasa termasuk tanaman palem dan merupakan salah satu tanaman di Indonesia, tepatnya di Sumatera Utara. Anda dapat menjumpai tanaman ini didaerah Aras Napal dekat dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Tanaman daun raksasa ini memiliki nama latin Johannestijsmania altifrons, yang merupakan salah satu dari empat keluarga pinang-pinangan atau palem tersebut.

Daun payung adalah tanaman yang tumbuh tunggal, dengan daun yang sangat besar dan bisa memiliki panjang antara 3 hingga 6 meter dan lebar 1 meter. Jika diperhatikan dari jarak jauh, tanaman ini terlihat seperti tidak mempunyai batang. Hal ini disebabkan kecilnya batang dari tanaman ini, dan terlalu besar ukuran daunnya.

Daun sang memiliki daun yang berwarna hikau, tepian daun yang berduri, dan keras. Bercuping kecil serta memiliki pangkal dengan urat ke pokok daun. Tekstur daun payung ini sangat kuat dan mengkilat seperti daun kelapa. Bentuk daun yang meruncing keujung dan pangkal daun, melebar dibagian tengah daun. Tanaman raksasa ini juga memiliki bunga yang tumbuh pada ketiak daun, berbentuk tegak, dan berwarna putih lunak. Daun raksasa memiliki buah dengan tekstur kasar, dan ditutupi benjolan seperti gabus yang membentuk kerucut.

Tanaman jenis Johannestijsmania banyak dijumumpai tumbuh dengan sehat dihutan atau diantara pepohonan yang lebat. Karena jenis tanaman ini tidak akan dapat bertahan hidup jika langsung terkena sinar matahari. Akar dari tanaman ini tak jauh berbeda dengan akar tanaman palem yang lainnya.

Keberadaannya dihutan sudah semakin berkurang karena banyaknya kebakaran hutan yang membuat tempat berlindung daun payung ini berkurang. Daun ini juga sering dimanfaatkan sebagai atap dan dinding rumah dibeberapa wilayah seperti didaerah Besitang, dan Langkat Sumatera Utara. Daun raksasa mampu menahan air dalam jangka waktu yang cukup lama, karena teksturnya yang agak kasar, sehingga tidak mudah robek.

Bentuk dari tanaman raksasa ini cukup indah, dan banyak yang menanamnya untuk hiasan taman. Namun karena habitatnya yang berada ditempat-tempat lembab dan kurang akan sinar Matahari, membuat tanaman ini sedikit susah untuk dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah. Tanaman ini akan tumbuh subur di hutan tropis dengan tumbuh diantara pohon-pohon yang rindang, sehingga tidak langsung terkena sinar matahari.