Tag: Tanaman khas Papua Nugini

Khasiat Rumbia Bagi Tubuh

Khasiat Rumbia Bagi Tubuh

Rumbia adalah jenis pohon palem yang dapat menghasilkan tepung sagu yang hidup di aliran sungai, rawa, dan tanah bencah. Di Indonesia, rumbia banyak ditemui di Papua Nugini dan menjadi salah satu makanan pokok dari penduduknya. Selain dari penghasil sagu, rumbia juga menghasilkan buah yang berbentuk bulat bersisik. Buah rumbia memiliki rasa sepat yang banyak mengandung karbohidrat, dan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Tumbuhan ini menyebar keseluruh Nusantara seperti Maluku, Papua, Sunda Besar, Sumatera, Semenanjung Malaya dan beberapa terdapat di Filipina yang kemungkinan besar dibawa oleh peradaban manusia. Sagu akan dipanen kala kuncup bunga sudah keluar. Biasanya, penduduk sekitar akan memanen kira-kira usia 6 tahun.

Pohon rumbia tidak hanya dimanfaatkan dari batangnya yang menghasilkan sagu, dan buahnya yang dapat dikonsumsi. Daun rumbia juga dapat digunakan sebagai atap rumah, dan merupakan bahan atap yang cukup baik. Beberapa tahun yang lalu, rumbia sempat dibudidayakan di sekitar Bogor dan Banten untuk dapat diambil atap rumbia ini.

Beberapa nutrisi yang terkandung didalamnya yakni seperti zat besi, serat, kalsium, tiamin, karoten, dan asam askorbat yang dibutuhkan untuk tubuh. Kemudian manfaat lain yang terdapat di pohon, dan buah rumbia antara lain dapat menambah berat badan, dapat mencegah penyakit tulang, dapat mengobati diare, meningkatkan daya tahan otot, dapat melancarkan surkulasi darah, memperlancar pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sementara manfaat buah rumbia seperti pada umumnya hampir sama dengan jenis buah-buahan yang lain, karena mengandung serat yang cukup tinggi, mineral dan berbagai vitamin yang penting bagi tubuh. Mengingat pohon rumbia kini sudah semakin langka akibat pohonnya banyak yang mengolah untuk diambil sagunya, buah rumbia sangat sulit untuk ditemukan di Indonesia bagian timur.

Manfaat Buah Matoa

Manfaat Buah Matoa

Matoa adalah tanaman berbuah yang merupakan tanaman khas dari Papua Nugini, dan termasuk dalam golongan besar yang mampu tumbuh hingga mencapai tinggi 18 meter dengan diameter 100 cm. Pohon matoa menghasilkan buah berwarna merah, hijau, dan unggu, tergantung dari tempat penanaman dan iklim.

Matoa memiliki permukaan kulit yang licin serta sedikit keras, namun sangat mudah untuk dipecahkan hanya dengan di tekan sedikit. Sedangkan yang membuat unik buah ini adalah rasa dagingnya yang berbeda-beda, ada yang seperti kelengkeng, rambutan, hingga terasa seperti durian.

Banyak yang mengatakan bahwa aroma buah ini mirip dengan aroma buah durian, tidak heran jika sebagian orang tidak kuat dengan aromanya dan merasa pusing dan mual. Meski aromanya menyengat, namun manfaat buah matoa sangat baik untuk kesehatan. Hal ini karena kandungan vitamin dan mineral seperti vitamin E, vitamin C, glukosa dan kalsium di dalamnya.

Manfaat lain dari buah matoa antara lain dapat menjadi obat ambeien, mencegah penuaan dini, mencegah hipertensi, mengontrol kadar gula dalam darah, dapat menghilangkan stres, membantu melancarakan pencernaan, sebagai sumber tenaga, dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh, dan dapat mencegah munculnya jerawat.

Buah matoa memiliki kandungan antioksidan yang sangat baik untuk tubuh. Antioksidan dapat menangkal serangan radikal bebas serta mengurangi risiko kanker. Antioksidan juga dapat menghancurkan sel-sel pemicu kanker sebelum menyebar.

Buah matoa tersebar di Pulau Jawa, dan Kalimantan. Bahkan buah ini sudah banyak dan sangat mudah dijumpai di beberapa toko atau pasar buah, sehingga anda tidak perlu datang ke Papua Nugini untuk dapat menikmati buah matoa.