Tag: tanaman hias tropis

Tanaman Hias Kuping Gajah

Tanaman hias Kuping Gajah adalah tanaman yang masuk dalam spesies bunga anthurium yang memiliki nama latin Anthurium Crystallinum. Di Indonesia, tanaman kuping gajah sangat sering dijadikan bunga hias yang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat dan sudah banyak sekali yang meletakkan tanaman hias ini di area rumah-rumah para pecinta tumbuhan hias.

Kuping gajah merupakan tanaman tropis, hal ini sudah dibuktikan karena banyaknya pecinta tanaman hias yang menaruh tanaman kuping gajah di pekarangan rumah mereka. Tanaman ini sangat cocok jika di lestarikan di Indonesia karena cocok dengan cuaca di Indonesia. Bentuk tangkai kuping gajah ini sangat ramping, serta daun yang menyerupai bentuk kuping hewan gajah, dengan memiliki corak warna pada permukaan daun yang menambah kecantikan tanaman kuping gajah untuk dijadikan hiasan rumah.

Yang paling menarik dari tanaman ini, ketika diamati dengan seksama untuk bentuk daunnya terbentuk sebuah lambang cinta, serta memiliki permukaan daun yang bercorak putih dan memiliki serat-serat, serta permukaan seperti beludru karena berwarna hijau gelap. Pola hiasan yang ada di permukaan daun kuping gajah ini akan terlihat berwarna perak jika kita melihat dari jarak yang agak jauh.

Struktur kuping gajah hampir mirip dengan tanaman keladi hias yang memiliki garis-garis putih dan menyebar ke seluruh bagian daun. Tanaman ini juga sangat mudah hidup, baik didalam ataupun diluar ruangan maka akan tetap terlihat indah. Hanya saja tanaman kuping gajah tidak bisa langsung terkena sinar Matahari, karena akan cepat layu jika langsung terkena sinar Matahari dalam jangka waktu yang lama.

Tanaman ini sama seperti tanaman hias yang lain, butuh penyiraman yang cukup agar tetap terlihat cantik dan tidak layu pada daunnya yang berwana perak tersebut. Untuk merawat tanaman ini tidak lah sulit, mengingat kuping gajah dapat tumbuh dimana saja, mudah untuk hidup, asalkan tidak langsung terkena sinar Matahari.

Bunga Puspa Bangsa

Bunga Melati adalah tanaman hias yang tinggi pohonnya dibawah 6 meter (Perdu), memiliki batang tegak dan hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga Zaitun yang bernama latin Olceaceae. Tumbuhan asli daerah Tropis dan hangat ini terdiri sekitar 200 spesies di daerah Eurasia, Australasia dan Oseania.

Secara luas, Melati telah dibudidayakan karena aroma khas dari bunga Melati ini. Di Indonesia merupakan negara yang menggunakan bunga Melati untuk dijadikan sebagai “Puspa Bangsa” atau Simbol Nasional. Melati Putih (Jasminum Sambac) adalah jenis bunga Melati yang dijadikan sebagai Puspa Bangsa Indonesia, karena bunga ini melambangkan kesucian serta kemurnian yang dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyaknya suku di Indonesia.

Melati merupakan salah satu bunga yang sering digunakan dalam beberapa acara adat, dan slah satu keharusan untuk hiasan rambut dalam upacara pernikahan terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain dari Melati Putih yang juga terkenal yaitu Melati Gambir (Jasminum Officinale). Dari 200 jenis Melati, hanya ada beberapa saja yang dapat dibudidayakan untuk dijadikan tanaman hias. Selanjutnya beberapa sebagian yang lain, hanya bisa tumbuh liar di hutan karena belum mendapatkan formasi untuk potensi ekonomi dan sosialnya.

Selain cantik dan harum yang khas untuk dijadikan tanaman hias, Melati juga dapat bermanfaat sebagai bunga tabur, sebagai bahan untuk industri minyak wangi, kosmetik, farmasi, hingga dijadikan sebagai bahan campuran pengharum teh melati yang populer di Indonesia. Beberapa hal lain yang memanfaatkan Melati yaitu ektrak akar beberapa jenis Melati dapat digunakan untuk menurunkan demam. Bunga Melati juga dipercaya bisa mempengaruhi aura manusia untuk mudah menebus dimensi spiritual dengan tatanan yang berlaku. Aroma Melati yang khas, dapat mentatukan tubuh manusia dengan kosmos atau alam semesta bagi yang menghirupnya.

Bunga Melati putih kini sudah dapat kita jumpai pada setiap rumah-rumah, karena setiap rumah kini psati mempunyai bunga yang mempunyai aroma yang sangat khas. Tak jarang para pecinta bunga, akan menempatkan bunga melati ini di depan rumah atau sebagai pagar pekarangan rumah sebagai penyambut orang yang lewat untuk dapat menghirup aroma khas dari bunga melati.

Tanaman Karnivornia

Dionaea muscipula atau Venus Flytrap merupakan tanaman karnivora paling terkenal karena aktivitas dan efisiensinya yang tinggi dalam memerangkap mangsa. Perangkapnya terdapat pada sepasang daun bergigi yang memiliki rambut ultra sensitif.

Sepasangan daun tersebut dapat merasakan kehadiran hewan atau serangga kecil yang datang. Begitu rambut di sepasang daun yang bentuknya menyerupai gigi ini tersentuh, maka daun akan menutup dan memerangkap hewan apa pun yang mendekatinya.

Tanaman karnivora pada umumnya memang tumbuh di alam liar. Mereka tumbuh dengan membuat bagian tubuh mereka jadi perangkat untuk menangkap serangga guna menyerap nutrisinya. Beberapa tanaman karnivora mengeluarkan bau, bentuk, warna ataupun cara lainnya untuk memancing mangasanya.

Venus Flytrap hidup secara natural di daerah utara dan selatan Carolina. Tanaman ini memiliki daun yang berwarna hijau di daerah tangkap dan dekat capit penangkapnya. Pada bagian rahangnya biasanya berwarna merah di bagian dalam diikuti dengan gigi-giginya disepanjang bibirnya.

Para serangga sangat tertarik dengan warna dan bau nektar yang dihasilkan oleh Venus Flytrap. Ketika seranggap menghampiri dan hinggap di dalam rahang, seketika tanaman ini akan langsung menutup dengan kecepatan luar biasa dan membuat serangga terjebak.

Tanaman ini menghasilkan enzim yang dapat melunakkan tubuh serangga yang tercepit diantara daun yang bergigi, sehingga dapat dicerna. Setelah beberapa hari (tergantung ukuran serangga), tanaman ini akan terbuka kembali dan meninggalkan sisa-sisa kerangka yang sudah dicera.

Venus Flytrap sangat menyukai sinar, terutama sinar Matahari. Pada musim panas, tanaman ini akan berkembang dengan sangat pesat apabila disinari langsung dari sinar Matahari. Tingkat popularitas tanaman karnivora di Indonesia memang terbilang masih rendah. Kenapa bisa seperti itu?  Hal ini dikarenakan, kebanyakan orang masih menganggap bahwa merawat tanaman ini sulit dan berbahaya. Jadi, lebih baik kita harus tahu jenis-jenis tanaman tersebut dan apakah jenis tanaman tersebut mendukung untuk dibudidayakan di daerah pemukiman yang kita tempati. Sebenarnya masih banyak lagi jenis tanaman karnivora lainnya, namun jenis diatas merupakan jenis yang bisa dibudidayakan di Indonesia. Sisanya yang lain tidak disarankan karena alasan iklim yang tidak mendukung.