Tag: Tanaman endemik Kalimantan

Buah Kelengkelng Kalimantan

Buah Ihau adalah kelengkeng asli Kalimantan

Buah Ihau adalah buah asli dari Kalimantan yang rasanya manis menyerupai kelengkeng. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan buah kelengeng Kalimantan. Seperti pohon yang tumbuh dihutan, pohon ihau memiliki batang pohon yang cukup besar dan kokoh tinggi. Buah yang satu ini agak unik, dan termasuk buah yang langka, karena buah ini tidak mudah dijumpai di tempat selain Kalimantan.

Habitat asli buah ihau banyak terdapat di hutan wilayah Kalimantan, dan di beberapa hutan Malaysia dan Brunai Darussalam. Bentuk buah bulat menyerupai kelengkeng pada umumnya, namun ihau terdapat benjolan kecil rata yang melekat di permukaan kulit buahnya, yang membuat buah ihau terlihat sedikit unik serta ukurannya yang kecil seperti kelereng,

Buah kelengkeng asli Kalimantan ini merupakan santapan para monyet, burung enggang, dan satwa penghuni hutan Kalimantan lainnya. Biasanya, musim buah ihau akan jatuh pada bulan Desember-Februari dan dengan mudahnya menjumpai buah khas Kalimantan ini di pasar tradisional pedalaman Mahakam.

Di daerah Samarinda juga terdapat buah ihau yang dibudidayakan oleh petani setempat. Tepatnya di Desa Lempake Kecamatan Samarinda Utara, ada perkebunan yang penuh dengan pohon kelengkeng khas Kalimantan ini. Bukan hanya rasa dan bentuk saja yang menyerupai kelengkeng pada umumnya, namun harga perkilonya juga sama yakni sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 perkilo nya. Jika dulu, buah ini dijual dengan takaran kaleng susu yang isi beratnya tidak ada satu kilo.

Buah ihau juga dikenal dengan beberapa nama seperti Buah mata kucing, yang merupakan sebutan bagi masyarakat Tanjungselor Kabupaten Bulungan. Sebutan ini karena isi buah dan bijinya menyerupai mata kucing yang bersinar. Sementara untuk masyarakat Dayak Kenyah yang tinggal di Tering Kabupaten Kutai Barat menyebut buah duku.

Mengenal Pohon Bertan Penghasil Sagu

Pohon Bertan adalah jenis tanaman palem yang terdapat di Kalimantan

Bertan merupakan pohon sejenis palem yang memiliki ukuran yang cukup besar, merumpun, serta tinggi yang bisa mencapai 20 m. Memiliki batang yang dipenuhi dengan duri, dengan bunga yang terdapat di ujung batang yang lurus keatas hingga 4 m. Diameter batang pohon bertan antara 18 hingga 20 cm, dimana akar tunjangnya yang berbeda dengan jenis pohon palem lainnya. Akar panjang, ramping, serta lebih tinggi dari tanah adalah ciri-ciri yang membuat pohon bertan menjadi spesial.

Pohon bertan memiliki ukuran daun yang besar dan panjang hingga 4 m, dengan permukaan datar serta berduri kecil 10 sampai 12 mm yang juga terdapat pada tangkai daun. Pohon jenis ini mempunyai bunga berkayu yang akan mati dengan cepat, serta buah bersisik keras seperti buah salak.

Pohon yang keseluruhannya dipenuhi dengan duri ini berada di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, yang akan tumbuh di dataran rendah. Bertan juga sering ditanam disekitar pemukiman penduduk sekitar untuk diambil sagunya. Penduduk dayak sekitar mengkonsumsi sagu dari batang pohon bertan, karena mereka mengambil makanan pokok dari hasil hutan.

Selain diambil sagunya, daun bertan juga dimanfaatkan oleh sebagian penduduk sekitar untuk digunakan sebagai atap rumah mereka. Tanaman ini hampir mendominasi hutan wilayah Kalimantan Timur dan Utara. Bentan menjadi bahan makanan pokok penduduk sekitar hutan, dan pohon ini menjadi pohon endemik Indonesia yang ada di Kalimantan.

Bertan tumbu melalui biji dan dapat tumbuh dengan proses pertumbuhan yang sangat cepat. Setelah umur 5 tahun, pohon ini harus ditebang dan saat itulah penduduk sekitar mengambil sagu yang dihasilkan oleh batang pohon bertan. Bentuk pohon bertan sangat mirip dengan pohon salak, dan bertan merupakan tanaman hutan yang dapat konsumsi