Tag: Tanaman dataran tinggi

Bunga Abadi Yang Mempercantik Suasana Pegunungan

Bunga Edelweis Jawa merupakan tumbuhan yang bisa berkembang selama 10 tahun, dan salah satu bunga yang pernah digunakan untuk gambar di perangko POS Indonesia

Bunga Edelweiss Jawa adalah tumbuhan endemik zona Montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia, meski pada umumnya tidak bisa melibihi 1 meter.

Jika di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, bungai ini sering di sebut dengan Bunga Senduro, dan merupakan tumbuhan langka serta tumbuhan yang tidak gampang mati. Pasalnya Edelweis bisa hidup di tanah vulkanik muda di hutan pegunungan, dan mampu bertahan hidup di atas tanah yang tandus sekalipun. Biasanya bunganya akan muncul pada bulan April dan Agustus, dan bunga ini tidak hanya disukai oleh manusia. Karena jika bunga sudah mulai muncul, beberapa jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, dan masih banyak serangga lainnya yang mengunjunginya.

Bunga Edelweis atau bunga abadi ini memiliki hormon etilen yang dapat berperan untuk bunganya agar tidak mudah gugur. Biasanya bunga abadi tumbuh di tempat bebatuan dengan ketinggian sekitar 1.800 hingga 3.000 mdpl. Pada zaman kuno, bunga ini digunakan sebagai bahan baku obat herbal alami untuk beberapa macam penyakit seperti TBC, diare, dan lainnya.

Tanaman Edelweis yang berada di Indonesia berbeda dengan Edelweis yang tumbuh di pegunungan Eropa. Di Gunung Semeru Jawa Timur, bunga Edelweis sudah dinyatakan punah karena para pendaki sering memetik bunga langka ini untuk dibawa turun kerumah sebagai kenang-kenangan.

Meskipun sudah banyak yang mengetahui bahwa bunga ini dilindungi sesuai UU no.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1, namun masih banyak juga yang tetap nekad untuk memetik bunga langka ini.

Bahkan beberapa peraturan sudah dipasang di sejumlah pendakian untuk larangan memetik bunga yang dapat mekar berulang selama 10 tahun ini. Dan ada juga beberapa tempat yang sengaja menjual tanaman ini untuk dijadikan sebagai hiasan dalam rumah. Namun hal tersebut tidak setiap hari untuk penjualannya, karena bunga ini hanya akan muncul bunganya dua kali dalam setahun.

Salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan pesona dan keindahan Bunga Edelweis adalah di daerah Garut, tepatnya di Tegal Alun Gunung Papandayan. Disini kita akan melihat bunga abadi ini terhampar luas 32 hektar, dan hampir setiap sudutnya akan kita temukan bunga yang mempesona tumbuh alami.

Tanaman Dataran Tinggi Yang Menjadi Buah Khas Dieng

Buah Carica atau pepaya Dieng adalah keluarga dari pepaya yang tumbuh di dataran tinggi basah sekitar 1.500 hingga 3.000 mdpl. Asal dari buah karika adalah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan yang kini banyak di jumpai di Indonesia tepatnya di daerah Dieng, Wonosobo Jawa Tengah.

Pepaya dieng ini memiliki pohon yang sama seperti pohon pepaya yang lainnya, yang merupakan pohon kecil yang tidak berkayu. Tanaman perdu mempunyai cabang yang banyak, serta mempunyai ukuran yang lebih kecil dari pada batang pohonnya.

Tinggi pohon carica biasanya hanya tumbuh dengan tinggi sekitar 1 hingga 2 m, dan bunga jantan memiliki tangkai yang panjang sekitar 15 cm. Sedangkan bunga betina berukuran lebih besar dengan tangkai sedikit keras dan pendek. Buah carica merupakan sumber kalsium, gula, vitamin A dan C.

Memiliki bentuk dan struktur yang sama dengan pepaya pada umumnya, namun bentuk dari buah carika tidak sama seperti pepaya yang biasanya berukuran besar. Buah carica memiliki bentuk dan ukuran yang kecil yang ukuran panjang sekitar 6 hingga 10 cm, dengan diameter buah 3 hingga 4 cm. Buah carica yang sudah masak biasanya berwarna jinga kekuningan, daging buah keras dengan rasa agak masam dan beraroma harum yang khas.

Awal keberadaan carica di Indonesia adalah pada masa menjelang Perang Dunia II yang dibawa oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, dan berhasil dikembangkan di datarang tinggi Dieng. Tak dapat ditemui di daerah lain selai di Dataran Tinggi Dieng, dan buah carica menjadi salah satu buah tangan khas Dieng.

Tanaman ini tidak bisa ditanam di daerah dataran rendah, karena carika termasuk tanaman yang hanya dapat tumbuh subur di daerah dataran tinggi dengan iklim sejuk. Tanaman carika juga tidak mudah terserang virus yang umumnya menyerang pada pepaya biasa, dan carica merupakan jenis tanaman yang populer di Amerika Selatan. Sayangnya tanaman yang satu ini tidak bisa dijadikan sebagai tanaman hias, karena tanaman ini sedikit berbeda dengan pepaya biasa yang bisa hidup dimana saja.