Tag: Tanaman asli Indonesia

Manfaat Daun Sirih

Manfaat Daun Sirih

Sirih adalah tanaman asli Indonesia yang tumbuh dengan cara merambat,Daun sirih merupakan tumbuhan khas dari Provinsi Kepulauan Riau. Tanaman merambat ini juga dikategorika sebagai tanaman obat yang sangat berperan dalam kehidupan dan beberapa upacara adat.

Sirih bisa tumbuh tinggi hingga mencapai sekitar 15 m. Memiliki batang berwarna coklat kehijauan dan beruas, dan pada batang tersebut akan keluar akar. Daun sirih merupaka daun tunggal yang bentuknya menyerupai jantung dengan runcing diujung. Daun tumbuh dengan berselang-seling dengan tangkai yang sama lunaknya dengan batangnya.

manfaat daun sirih daun sirih yang memiliki nama latin piper betle adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh dengan cara merambat ataupun bersandar pada batang pohon lainnya. Pada umumnya, tanman ini merambat hingga ketinggian 15 meter. Batangnya berwarna coklat kehijauan, bentuknya bulat, beruas dan sebagai sarana keluarnya akar.

Sejatinya, daun sirih sendiri terbagi ke dalam 3 jenis, diantaranya adalah daun sirih hijau, daun sirih merah dan juga daun sirih hitam. Ketiganya memiliki manfaat dan juga khasiat yang sama baiknya. Untuk kesehatan daun sirih sendiri di ketahui mampu menghilangkan bau mulut, memgobati mimisan, mengobati sariawan, mengobati batuk, menyehatkan gigi, sinusitis hingga alternatif pengobatan kanker dan tumor.

Selain itu, daun sirih juga dapat berguna mengatasi gatal-gatal pada bagian Miss V (vagina), menghilangkan bau kurang sedap pada vagina, mengatasi keputihan yang berlebihan,dan melancarkan haid yang kurang teratur.

Cara pengolahannya: Anda cukup rebus beberapa lembar daun sirih yang telah di bersihkan dengan air secukupnya hingga mendidih. Setelah dingin, saring dan minum air rebusan daun sirih tersebut secara teratur.

Sebagai tambahan, mengonsumsi daun sirih setiap hari tidak akan menimbulkan efek samping. Karena ini merupakan ramuan herbal, yang tidak memiliki campuran bahan kimia seperti pengawet dan lain-lain. Kini sedang ramai di dunia kecantikan, karena daun sirih juga digunakan sebagai bahan utam di dunia kecantikan.

Manfaat Cengkeh

Manfaat cengkeh

Cengkeh adalah tanaman Indonesia yang sangat banyak kegunaannya sebagai campuran pada rokok, atau sebagai rempah untuk masakan, dan minuman rempah. Cengkeh merupakan jenis bunga berbentuk kecil, dan wangi. Bunga kering dari jenis tanaman syzgium aromaticum yang memiliki nama lain cloves. Cengkeh memiliki warna merah dalam keadaan segar, dan akan berwarna coklat kehitaman saat dikeringkan.

Tanaman yang berasal dari Nusantara ini memiliki rasa yang sedikit pedas, sehingga banyak digunakan sebagai bahan rempah makanan Eropa yang terkenal pedas. Tanaman ini sering kali dijual dalam keadaan kering, atau bubuk. Karena sampai saat ini belum ada yang menjual cengkeh dalam keadaan segar di pasaran.

Cengkeh memiliki beberapa khasiat, karena banyak mengandung zat-zat yang bermanfaat seperti zat anti inflamasi, antibiotik, dan minyak esensial. Bunga kecil ini dapat mengobati sakit gigi, mencegah radang, serta menjaga sistem pencernaan.

Cengkeh merupakan salah satu bahan rempah-remoah yang berguna untuk menghangatkan tubuh, dan juga dapat mengatasi sinusitis yang membantu merangsang keluarnya lendir yang tertahan. Cengkeh biasanya digunakan sebagai bumbu rendaman untuk panggangan, menambah rasa pada minuman hangat, hingga untuk memperkuat aroma kue.

Cengkeh juga mengandung kalsium, magnesium, dan vitamin E, meski jumlahnya sedikit. Berbagai vitamin dan mineral penting inilah yang mendukung manfaat cengkeh untuk kesehatan tubuh kita.

Manfaat cengkeh untuk kesehatan antara lain melindungi tubuh dari kangker, membunuh bakteri penyebab penyakit, meningkatkan kesehatan hati, menjaga kesehatan tulang, dapat mengobati sakit maag, dan dapat berfungsi untuk mengendalikan kadar gula darah.

Cengkeh merupakan tanaman rempah, dan juga bisa disebut dengan tanaman herbal yang dimiliki Indonesia. Cengkeh adalah tanaman khas Indonesia yang dulu pernah hampir diakui oleh negara luar sebagai tanaman khasnya.

Langsuei

Flora Identitas Sulawesi Utara

Langusei adalah tumbuhan yang memiliki nama latin Ficus Minahassae ini masih kerabat dekat dengan pohon Beringin. Tumbuhan tropis ini adalah tanaman endemik Indonesia yang merupakan Fauna Identitas Sulawesi Utara, dan tumbuhan ini menjadi maskot Provinsi Sulawesi Utara.

Habitat asli Langusei di daerah tropis seperti di hutan tropis wilayah Filiphina, Sulawesi, dan Kalimantan. Selanjunta, pohon Langusei dapat tumbuh hingga mencapai kurang lebih 15 m, di dataran rendah dengan ketinggian 50 sampai 700 mpdl.

Sebenarnya tumbuhan ini lebih sering ditemui di areal tepi sungai, namun ada juga beberap yang didapati tumbuh di dalam hutan. Yang khas dari pohon Langusei (Ficus minahassae) adalah bunganya yang berbentuk bongkol sehingga menyerupai buah. Bunga Langusei tersusun menjurai kebawah sepanjang hingga satu meter.

Perbungaannya muncul dari batangnya, sering dimulai dari dekat tanah sampai pada cabang-cabang utamanya. Bunga ini tersusun menjuntai ke bawah dengan panjang mencapai 1 meter lebih. Bunga-bunga Langusei membentuk bongkol sehingga nampak seperti buahnya. Bunganya sebenarnya ada di dalam dan bisa tampak bila dipotong secara melintang.

Bongkol yang di dalamnya terdapat bunganya itulah kemudian yang berubah menjadi buah langusei. Buah ini tidak akan gugur hingga buah tersebut masak. Di dalam buah tersebut terdapat bijinya yang kecil-kecil. Pohon Langusei merupakan tumbuhan asli Indonesia yang tersebar di pulau Sulawesi bagian utara, kepulauan Sangir dan Talaud. Persebaran pohon yang ditetapkan menjadi flora identitas Sulawesi Utara ini mencapai Papua dan Filipina.

Hingga saat ini, masih belum diketahui tentang status pohon Langusei. Karena tumbuhan ini tidak termasuk di daftar tumbuhan yang dilindungi. Namun, pohon Langusei sangat banyak di temui di hutan sekitar Sulawesi Utara.

11 Tumbuhan Asli Indonesia

Bunga Melati merupakan Puspa Negara Indonesia

Indonesia adalah sebuah negeri yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang terdiri dari dua macam yakni Sumber daya alam yang ada di darat dan yang ada di laut. Indonesia terkenal akan hutan tropisnya yang masih cukup luas untuk menyimpan kekayaan flora dan fauna yang ada didalamnya.

Banyaknya tanaman yang ada di Indonesia, sebagian besar adalah tanaman asli bumi pertiwi. Namun ada pula beberapa tanaman asal luar negeri yang bisa tumbuh di subur dan dibudidayakan di Indonesia. Sekian banyaknya tumbuhan yang ada di Indonesia, kini sudah semakin berkurang karena kegiatan eksploitasi alam.

Berikut adalah tanaman asli Indonesia yang keberadaannya semakin menurun, dan beberapa sudah tidak ditemukan di habitat aslinya.

Wijaya Kusuma

Bunga Wijaya kusuma mempunyai nama latin Epiphyllum Anguliger merupakan masuk dalam jenis tanaman kaktus. Tanaman ini berasal dari Amerika Tropika yaitu Venezuela dan Caribia dan dapat tumbuh didaerah yang beriklim sedang, hingga beriklim tropis. Walau begitu, tidak semua jenis tanaman seperti ini dapat berbunga karena pengaruh dari keadaan iklim, kesuburan tanah, serta bagaimana cara memelihara.

Wijaya kusuma dapat tumbuh di iklim yang sedang, dan ia hanya akan merekah pada saat malam hari dengan waktu yang tidak lama. Tanaman jenis kaktus memang agak sulit untuk menentukan cara perawatannya secara biologis, dan berbeda dengan wijaya kusuma. Bunga ini dapat merekah secara total ketika malam hari sekitar pukul 00.00 waktu setempat.

Teratai

Teraitai (Nymphaea) adalah tumbuhan yang tumbuh dipermukaan air yang tenang. Tanaman air yang berasal dari suku Nymphaea dikenal sebagai waterlily (Bahasa Inggris). Di Indonesia, nama lain teratai adalah lotus. Bunga dan daunnya terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada didalam lumpur pada dasar kolam, sungai, atu rawa.

Tangakai terdapat di tengah-tengah daun, dan daun bunga teratai tidak mengandung lapisan lilin, sehingga air yang jatuh dipermukaan daun, tidak akan memberntuk butiran air.

Anggrek Hitam

Anggrek hitam yang bernama latin Coelogyne Pandurata merupakan jenis anggrek yang bisa tumbuh di Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Sumatera. Anggrek hitam menjadi maskot Flora Provinsi Kalimantan Timur yang saat ini mengalami penurunan jumlah habibat yang cukup besar. Hal ini dikarenakan semakin berkurangnya luas hutan di Kalimantan, serta banyaknya para kolektor Flora yang memburu Bunga Maskot Kalimantan Timur ini.

Indonesia memiliki beragam Flora yang sangat luar biasa. Bunga Anggrek hitam ini sudah terkenal hingga kemanca negara, bahkan anggrek hitam sudah sangat mendunia di kalangan para pecinta Flora. Selain Provinsi Kalimantan Timur, Papua juga memiliki bunga Anggrek yang sudah dikenal diberbagai negara didunia.

Melati

Bunga Melati adalah tanaman hias yang tinggi pohonnya dibawah 6 meter (Perdu), memiliki batang tegak dan hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga Zaitun yang bernama latin Olceaceae. Tumbuhan asli daerah Tropis dan hangat ini terdiri sekitar 200 spesies di daerah Eurasia, Australasia dan Oseania.

Secara luas, Melati telah dibudidayakan karena aroma khas dari bunga Melati ini. Di Indonesia merupakan negara yang menggunakan bunga Melati untuk dijadikan sebagai “Puspa Bangsa” atau Simbol Nasional. Melati Putih (Jasminum Sambac) adalah jenis bunga Melati yang dijadikan sebagai Puspa Bangsa Indonesia, karena bunga ini melambangkan kesucian serta kemurnian yang dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyaknya suku di Indonesia.

Kunir

Kunir atau yang disebut dengan kunyit adalah salah satu tanaman rempah-rempah, dan juga dapat digunakan sebagai obat. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, yang tersebar luas ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia, dan Afrika.

Di Asia khususnya Indonesia, hampir seluruh penduduknya mengonsumsi tanaman rempah tersebut. Mulai dari pelengkap bumbu masakan, hingga digunakan sebagai jamu yang dapat menjaga kesehatan tubuh. Kunir temasuk dalam kelompok jahe-jahean yang dikenal sebagai tanaman herbal.

Sarang Semut

Sarang semut adalah tumbuhan asal Asia Tenggara yang menjadi salah satu flora endemik di Papua Nugini Indonesia. Tumbuhan ini memiliki lubang-lubang menyerupai sarang semut, dan tumbuh dicabang-cabang pohon besar didalam hutan.

Cara hidup tumbuhan unik ini dengan sama seperti benalu, yang mana sarang semut ini akan bergantung dan mengambil kebutuhan nutrisinya dari pohon yang ia tunbuhi tersebut. Sarang semut sangat banyak ditemukan di daerah Papua, dan ia tumbuh liar di hutan-hutan sekitar Pulau yang memiliki nama lain Mutiara Hitam ini.

Tumbuhan ini tidak berbuah, berbentuk seperti namanya yakni sarang semut, dan berbatang tunggal yang tidak memiliki cabang, serta berdaun hijau. Akar umbi sarang semut terjuntai pada cabang-cabang tanaman, dengan jumlah yang cukup banyak. Sementara bongkot tanaman ini berwarna coklat keabu-abuan, mengembang sesuai pertumbuhan, dan banyak ditumbuhi duri-duri kecil.

Cengkeh

Cengkeh adalah tanaman Indonesia yang sangat banyak kegunaannya sebagai campuran pada rokok, atau sebagai rempah untuk masakan, dan minuman rempah. Cengkeh merupakan jenis bunga berbentuk kecil, dan wangi. Bunga kering dari jenis tanaman syzgium aromaticum yang memiliki nama lain cloves. Cengkeh memiliki warna merah dalam keadaan segar, dan akan berwarna coklat kehitaman saat dikeringkan.

Tanaman yang berasal dari Nusantara ini memiliki rasa yang sedikit pedas, sehingga banyak digunakan sebagai bahan rempah makanan Eropa yang terkenal pedas. Tanaman ini sering kali dijual dalam keadaan kering, atau bubuk. Karena sampai saat ini belum ada yang menjual cengkeh dalam keadaan segar di pasaran.

Purwaceng

Purwaceng atau Purwoceng adalah tumbuhan pegunungan yang terkenal dengan akarnya yang berkhasiat untuk meningkatkan gairah seksual (afrodisiak). Biasanya akar akan diolah dalam bentuk bubuk, dan digunakan sebagai campuran kopi atau susu tertentu.

Tumbuhan kecil ini memiliki batang yang lunak dengan tumbuh mendatar diatas permukaan tanah seperti semanggi gunung, namun tidak merambat. Purwaceng banyak ditemukan di Jawa, dan memiliki daun kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1 hingga 3 cm.

Daerah yang banyak ditumbuhi purwaceng adalah dataran tinggi dieng Jawa Tengah. Tempat lain yang terdapat tumbuhan serupa adalah di Pegunungan Hyang, dan Pegunungan Tengger. Dari beberapa penelitian, diketahui bahwa ada efek nyata yang terdapat dari tanaman purwaceng terhadap peningkatan kemampuan seksual.

Tengkawang

Tengkawang adalah nama buah dan pohon yang menghasilkan minyak lemak yang berharga tinggi. Pohon tengkawang ini hanya terdapat di Pulau Kalimantan Barat dan telah dibudidayakan sejak tahun 1881 silam. Pohon ini memiliki nilai ekonomis yang baik, yang dapat menghasilkan minyak nabati. Tumbuhan ini juga termasuk dalam genus Shorea atau meranti.

Salah satu pohon jenis meranti yang merupakan tenaman endemik Kalimantan Barat adalah meranti merah. Warga setempat menyebut pohon ini dengan nama pohon Tengkawang Tungkul. Minyak Tengkawang di dapat dari biji tengkawang yang sudah dijemur atau disalai hingga kering, kemudian ditumbuk dan dikempa.

Pohon Tengkawang merupakan tanaman asli Indonesia yang menjadi flora identitas Provinsi Kalimantan Barat, dan sebanyak 12 jenis tengkawang telah dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.7 tahun 1999, tentang perlindungan tumbuhan dan satwa.

Daun Sang

Daun Sang, salo daun payung, atau daun raksasa merupakan jenis tumbuhan palem yang mempunyai daun yang besar, lebar, dan relatif kuat. Di Indonesia, tumbuhan yang hanya memiliki daun yang besar ini disebut dengan daun payung. Tanaman ini dikenal dengan daun salo (Kepulauan Riau), dan di Sumatera disebut dengan daun sang. Jika di pedalaman Semenanjung Malaya dan Serawak, daun ini pergunakan sebagai atap rumah mereka.

Daun raksasa termasuk tanaman palem dan merupakan salah satu tanaman di Indonesia, tepatnya di Sumatera Utara. Anda dapat menjumpai tanaman ini didaerah Aras Napal dekat dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Tanaman daun raksasa ini memiliki nama latin Johannestijsmania altifrons, yang merupakan salah satu dari empat keluarga pinang-pinangan atau palem tersebut.

Sirih Hijau

Sirih merupakan tanaman merambat yang berasal dari Kepulauan Riau

Sirih adalah tanaman asli Indonesia yang tumbuh dengan cara merambat, dan lebih sering didapati merambat di batang pohon lain. Beberapa budaya yang ada di Indonesia menggunakan daun dan buahnya untuk dikunyah dengan menambahkan sedikit gambir, pinang, dan tembakau. Tradisi mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut yang bersifat malignan. Dari sisi lain, kapur dapat mengakibatkan pengerutan gusi yang dapat membuat gigi tanggal. Meskipun daun sirih mengandung antiseptik yang berperan untuk pencegah gigi berlubang.

Tanaman merambat ini juga dikategorika sebagai tanaman obat yang sangat berperan dalam kehidupan dan beberapa upacara adat. Daun sirih merupakan tumbuhan khas dari Provinsi Kepulauan Riau. Masyarakat Riau masih menjalankan budaya upacara makan sirih, khususnya saat upacara penyambutan tamu. Walau demikian, sirih sangat banyak dijumpai di seluruh wilayah Indonesia baik dimanfaatkan atau hanya sekedar dijadikan tanaman hias.

Sirih bisa tumbuh tinggi hingga mencapai sekitar 15 m. Memiliki batang berwarna coklat kehijauan dan beruas, dan pada batang tersebut akan keluar akar. Daun sirih merupaka daun tunggal yang bentuknya menyerupai jantung dengan runcing diujung. Daun tumbuh dengan berselang-seling dengan tangkai yang sama lunaknya dengan batangnya.

Ciri khas dari sirih, ia mengeluarkan bau yang sedap saat daunnya diremas. Sirih juga memiliki bunga majemuk berbentuk bulir dan memiliki daun pelindung kurang lebih sekitar 1 mm yang berbentuk lonjong. Bulir jantan memiliki panjang antara 1,5 hingga 3 cm, dan terdapat dua benang sari pendek.

Kemudian bulir betina panjangnya sekitar 1,5 sampai 6 cm, serta terdapat kepala putik 3 sampai 5 buah yang berwarna putih dan hijau sedikit kekuningan. Tanaman sirih banyak yang sudah membudidayakan dengan beberapa diantaranya dijadikan sebagai tanaman hias.

Pala Tumbuhan Puluhan Tahun

Pala adalah tumbuhan pohon yang berasal dari kepulauan Banda Maluku, yang mempunyai nama latin Myristica Fragrans. Pala memiliki nila yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah, dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang sangat penting sejak zaman Romawi. Pala tersebar luas di daerah tropika sejak masa eksplorasi Eropa, dan istilah sebutan pala juga dipakai untuk menyebut biji pala yang diperdagangkan.

Pala termasuk tumbuhan berumah dua, atau pohon jantan dan pohon betina. Memiliki daun berbentuk elips langsing, serta buah berbentuk lonjong seperti jeruk lemon berwarna kuning. Memiliki aroma khas karena mengandung minyak atsiri yang terdapat pada daging buahnya. Bila sudah masak, buah pala akan terbelah secara otomatis dan biji akan terlihat terbungkus lapisan yang berwarna merah.

Pohon pala bisa tubuh hingga mencapai 20 m, dengan usia ratusan tahun. Buahnya dapat dipanen setelah umur 25 tahun, dan panen pertama bisa dilakukan 7 hingga 9 tahun saat buah sudah terlihat terbelah dengan sendirinya.

Tanaman pala, banyak tumbuh di ketinggian 0 hingga 700 mpdl. Di Indonesia banyak dijumpai pohon pala di beberapa wilayah, karena tumbuhan satu ini adalah tumbuhan asli Indonesia yang pernah di jadikan bahan untuk alasan belanda saat menjajah Indonesia. Hal ini memang sangat terlihat bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan flora faunanya, dengan ciri khas berbeda yang tidak di miliki negara lain.

Pala bisa tumbuh dengan baik di alam terbuka wilayah Asia Tenggara, terutama Indonesia. Tanaman rempah ini akan tumbuh subur ditempat yan terkena langsung pancaran sinar matahari yang cukup. Selain itu, pala juga mampu hidup bertumbuh dengan baik di wilayah yang memiliki suhu rata-rata 20 hingga 30 derajat celcius.

Flora Identitas Kalimantan Barat

Pohon Tengkawang merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat, dan kini telah dilindungi dan di budidayakan untuk diambil minyaknya yang dihasilkan oleh bijinya

Tengkawang adalah nama buah dan pohon yang menghasilkan minyak lemak yang berharga tinggi. Pohon tengkawang ini hanya terdapat di Pulau Kalimantan Barat dan telah dibudidayakan sejak tahun 1881 silam. Pohon ini memiliki nilai ekonomis yang baik, yang dapat menghasilkan minyak nabati. Tumbuhan ini juga termasuk dalam genus Shorea atau meranti.

Salah satu pohon jenis meranti yang merupakan tenaman endemik Kalimantan Barat adalah meranti merah. Warga setempat menyebut pohon ini dengan nama pohon Tengkawang Tungkul. Minyak Tengkawang di dapat dari biji tengkawang yang sudah dijemur atau disalai hingga kering, kemudian ditumbuk dan dikempa.

Secara tradisional, minyak tengkawang dapat dimanfaatkan sebagai penyedap makanan dan untuk tambahan ramuan obat-obatan. Sedangkan didalam dunia idustri, minyak tengkawang digunakan sebagai bahan pengganti lemak coklat, bahan farmasi dan kosmetik. Jika pada zaman dulu, minyak tersebut digunakan dalam pembuatan lilin, sabun, margarin, dan pelumas.

Pohon Tengkawang merupakan tanaman asli Indonesia yang menjadi flora identitas Provinsi Kalimantan Barat, dan sebanyak 12 jenis tengkawang telah dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.7 tahun 1999, tentang perlindungan tumbuhan dan satwa.

Hutan Adat Pangajid yang luasnya sekitar 200 hektar yang terdapat di desa Sahan Kabupaten Bengkayang, memiliki tumbuhan khas Provinsi Kalimantan Barat seperti tengkawang, gaharu, resak, dan berbagai jenis anggrek yang tumbuh di hutan ini. Hutan tersebut memiliki sekitar 60 jenis pohon khas Kalimantan Barat yang dibudidayakan.

Menutut data yang terkumpul, Tengkawang termasuk dalam jenis Dipterocarpaceae yang 12 jenis diantaranya dilindungi pemerintah, karena pohon ini merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat yang dapat menghasilkan nilai ekonomi. Indonesia sangat kaya akan rempah dan hasil buminya yang harus di lestarikan dengan baik.