Tag: Syzgium Malaccense

Kelangkaan Jambu Dersono

Jambu Dersono merupakan jenis tanaman tropis yang memiliki nama latin Syzgium Malaccense. Jambu Dersono juga sering disebut Jambu jamaika, jambu jambak, dan jambu bol. Jambu jumbo ini banyak dijumpai di daerah Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.

Buah ini sangat mahal harganya di pasaran. Selain jambu dersono merupakan tanaman tahunan, buah jambu jenis ini sangat sulit dijumpai karena kini sudah semakin langka. Jambu dersono berbeda dengan jambu air lainnya, karena tekstur dagingnya yang lebih lembut dibandingkan dengan jenis jambu air pada umumnya. Selain memiliki aroma yang khas dan berwarna merah gelap, jambu dersono juga kaya akan vitamin dan mineral.

Banyak kandungan positif didalam jambu dersono yang baik untuk manusia seperti protein, karbohidrat, fosfor, lemak, zat besi, kalsium, vitamin A, B1 dan C. Kandungan teresbut yang membuat Jambu dersono menjadi jambu yang paling istimewan dibandingkan jambu lainnya.

Saat masih muda, buah ini akan berwarna putih dengan sedikit garis merah di permukaannya. Warna merah terkadang masih terasa asam, karena rasa manis buah ini akan ada disaat jambu berwarna merah gelap atau merah tua. Semakin gelap warna merah (keunguan), makan semakin manis rasa jambu dersono ini

Pada saat musim hujan, buah dersono akan lebih sering ditemukan berbuah dengan aroma wangi khas yang keluar dari jambu ini meski buah masih berada di pohon. Sebaliknya, jambu dersono akan sangat sulit berbuah saat musim panas.

Jambu dersono ini sangat cocok jika ditanam di daerah dengan curah hujan yang tinggi seperti Bogor. Hal ini tidak membuang kemungkinan bahwa jambu dersono bisa ditanam di daerah lain, dan pohon akan dapat berbuah kurang lebih setelah 1,5 tahun mulai dari penanaman bibit.