Tag: Kuansu

Buah Merah

Buah Merah

Buah Merah adalah salah satu buah tradisional yang berasal dari Papua Nugini. Masyarakat Wamena menyebut buah merah ini dengan nama Kuansu. Buah yang memiliki nama latin Pandanus Conoideus ini masih familly dengan tanaman pandan-pandanan, tapi buah merah mampu tumbuh hingga mencapai 16 metera dengan pohon yang tingginya hingga 5 sampai 8 m.

Buah merah merupakan tumbuhan yang memiliki batang tunggal, tidak bercabang, serta diperkuat akar-akar tunjang yang terdapat di batang bagian bawah.

Buah merah sudah di budidayakan oleh warga lokal Nicolaas Maniagasi sejak tahun 1983. Hasil dari usahanya tersebut, ia sempat mendapat penghargaan lingkungan hidup Kehati Award 2002. Sementara buah ini hanya ada di Indonesia bagian timur seperti di Jayapura, Manokwari, Nabire, dan Wamena.

Menurut Dr. I Nyoman Artha, Peneliti dan kepala Center for Beverages bagian Cluster Life Sciences and Food Technology Surya University Jakarta Pusat, Bahwa tanaman ini memproduksi zat-zat yang menjadi semacam senjata untuk membantu tubuh melindungi diri. Ada tiga tingkatan antioksidan di dalam buah ini yaitu primer, sekunder dan tersier.

Antioksidan primer adalah antioksidan yang dapat bereaksi dengan radikal bebas atau mengubahnya menjadi bentuk yang stabil. Sedangkan masyarakat Papua biasa mengonsumsi buah ini untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh, karena cuaca dan suhu di sana yang cukup ekstrem.

Saat siang, suhu bisa sangat panas namun di malam harinya menjadi sangat dingin. Apabila diminum bisa membuat tubuh lebih berenergi, meningkatkan daya tahan dan menyegarkan kembali tubuh yang letih. Sejumlah riset di universitas lain juga menunjukkan kalau buah merah khas Papua bisa meringankan gejala stroke serta menurunkan kolesterol karena kandungan tokoferolnya.

Hingga sampai saat ini, tumbuhan endemik Indonesia timur tidak temasuk dari tanaman yang dilindungi karena pembudidayaannya kini sangat banyak dan merupakan pendamping makanan pokok masyarakat Indonesia Timur.