Tag: Jenis tanaman umbi-umbian

Ciri-ciri Serta Khasiat Kayu Manis

Ciri-ciri Serta Khasiat Kayu Manis

Sejak tahun 1930 an, Kayu manis sudah ditanam di Indonesia tepatnya di Pulau Jawa. Namun pada waktu itu, kayu manis masih digunakan sebagai bahan bangunan rumah seperti halnya bambu. Hanya beberapa orang yang mengetahui bahwa kayu manis dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional.

Tanaman Kayu manis ini di perkirakan berasal berasal dari negara Sri Langka dan juga India, lantas tanaman ini menyebar ke wilayah lainnya juga ke Indonesia serta ke beberapa negara tropis lainnya. Tanaman kayu manis merupakan tanaman yang hidup benar-benar baik terhadap ketinggian antara 700 hingga 2000 meter di atas permukaan air laut. Untuk menanamnya tidak benar-benar sulit, yakni dengan menggunakan bijinya yang di semai, jikalau sudah keluar tanaman yang sudah mulai bersemai, lalu pindahkan ke area yang sudah di sediakan.

Pohon kayu manis memiliki ciri-ciri yang dapat dibedakan dengan jenis pohon lainya :

  • Kayu manis ini memiliki tinggi sekitar 8 meter hingga dengan 10 meter.
  • Pada bagian daunnya berwujud lonjong dan juga agak runcing terhadap bagian ujungnya.
  • Memiliki tulang daun sekitar 3 hingga 5.
  • Daun berwarna kemerah-merahan terhadap selagi daun kayu manis masih muda dan jikalau daunnya sudah tua akan berwarna hijau tua.
  • Pada bagian daun yang sudah tua terhadap bagian tulangnya akan keluar pucat dan terhadap bagian bawahnya
    berwarna putih.
  • Memiliki bunga kecil-kecil yang baunya tidak cukup sedap, dan tangkai terhadap bunga selanjutnya berwarna
    putih.
  • Memiliki buah layaknya telur dan kelopaknya besar.

Kayu manis biasanya digunakan sebagai bahan masakan di seluruh nusantara. Namun selain digunakan dalam hal kuliner, kayu manis juga dapat digunakan sebagai obat tradisional seperti dapat mengontrol gula dalam darah, sebagai antioksidan, anti infeksi, meningkatkan fungsi otak, menurunkan kolesterol, mencegah penggumpalan darah.

Dari penelitian para ahli, Jahe mempunyai banyak manfaat bagi tubuh yang terutama dapat memberikan sifat hangat di dalam tubuh.

Tanaman Jahe

Tanaman Jahe

Jahe atau Zingiber Officinale (nama latin) merupakan tanaman herbal iklim tropis yang populer sebagai rempah-rempah serta bahan utama obat tradisional. Tanaman rimpang ini memiliki rasa yang didominasi pedas karena adanya senyawa keton yang bernama zingeron.

Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.

Baca juga : Khasiat dan Manfaat Jahe

Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter. Pada umumnya, tanaman jahe dapat tumbuh di berbagai cuaca, namun ia akan dapat tumbuh subur di iklim tropis.

Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

Ada tiga jenis jahe yang memiliki rasa berbeda-beda, yakni Jahe gajah, biasanya disukai dipasaran internasional. Jahe kuning, merupakan jahe yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Kemudian jahe merah, yakni jenis jahe yang memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi dan rasa pedas yang sangat kuat.

Bengkuang

Bengkuang

Bangkuang adalah jenis tanaman umbi-umbian yang merupakan tanaman tropis yang memiliki bama latin Pachyrhizus Erosus. Bengkuang tersebar luas dan tumbuh subur di Asia, Amerika Tengah, Karibia, dan beberapa bagian di wilayah Amerika Selatan sekitarnya.

Bengkuang lebih dapat tumbuh di type tanah yang lembap dan tidak dapat tumbuh dengan baik di tempat teduh. Akar bengkuang umumnya dipanen sebelum matang, setelah ditanam kurang lebih enam bulan. Umbi ini terasa renyah dan manis menyerupai apel.

Bengkuang biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak untuk campuran rujak, salad, atau pun sebagai lauk. Tidak seperti apel, daging akar bengkuang yang putih tidak berubah warna setelah dipotong. Rasa renyahnya pun bertahan bahkan setelah dimasak.

Baca juga : Kandungan dan Manfaat Bengkuang

Bengkuang mentah dapat membantu perkembangbiakan probiotik dan bakteri baik dalam usus. Kandungan protein bengkuang dalam kondisi kering, yaitu 4-7 persen, sedikit lebih tinggi dibanding umbi-umbian lain seperti singkong.

Tepung bengkuang juga dapat digunakan sebagai pengganti tepung singkong. Benih dan daunnya mengandung zat beracun. Setelah dimasak hingga racunnya hilang, kacang polong bengkoang dapat digunakan sebagai sayur. Bengkuang dipercaya dapat menjadi sumber pati baru seperti singkong. Ekstrak pati dari akar bengkoang dapat digunakan dalam puding.

Beberapa kandungan zat pada bengkuang antara lain seperti pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Tumbuhan ini memiliki khasiat dan manfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit, yaitu untuk mengobati beri-beri, obat nyeri perut, menghaluskan kulit,

Buah-buahan merupakan salah satu asupan gizi dan vitamin yang sangat penting bagi tubuh. Beberapa industri besar juga telah menggunakan bengkuang untuk diolah menjadi beberapa produk seperti lulur, tamblet vitamin, minuman, dan masih banyak yang lainnya. Pada dasarnya, semua buah-buahan banyak mengandung vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh manisia.

Kandungan Dan Manfaat Bengkuang

Kandungan dan Manfaat Bengkuang

Bengkuang merupakan tanaman umbi tropis yang sudah sangat terkenal akan manfaatnya yang baik untuk kulit. Bangkuang tersebar luas di hampir setiap Pulau di Indonesia di dataran tinggi. Rasa manis, dingin, segar, bersifat sejuk adalah ciri khas dari buah bengkuang ini.

Di Indonesia, tanaman buah yang memiliki nama latin Pachyrhizus Erosus biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak untuk campuran rujak, salad, atau pun sebagai lauk. Namun ternyata, masih banyak manfaat lain dari umbi putih ini. Bengkoang juga dikenal dengan sebutan lobak Meksiko, termasuk dalam kelompok kacang ubi jalar, berkerabat dengan kedelai dan kacang-kacangan. Tanaman ini dibudidayakan untuk diambil umbi dan akar besarnya. Buah atau akar yang juga disebut jicama ini banyak ditanam di Asia, Amerika Tengah, Karibia, dan beberapa bagian Amerika Selatan.

Tanaman bengkoang lebih dapat tumbuh di tanah lembap dan tidak dapat tumbuh dengan baik di tempat teduh. Akar bengkoang umumnya dipanen sebelum matang, setelah ditanam kurang lebih enam bulan. Umbi ini terasa renyah dan manis menyerupai apel.

Namun tidak seperti apel, daging akar bengkoang yang putih tidak berubah warna setelah dipotong. Rasa renyahnya pun bertahan bahkan setelah dimasak. Namun sejauh ini, tak banyak penelitian yang digelar untuk mengetahui tentang manfaat bengkoang. Di bawah ini adalah beberapa manfaat bangkoang yang mungkin Kamu belum ketahui.

Bengkoang dikenal kaya vitamin C dan rendah kalori. Dalam tiap 100 gram bengkoang hanya terkandung 38 kk. Selain itu dalam tiap 100 gramnya, bengkoang mengandung 0,7 gram protein, 1,8 gram gula, 4,9 gram serat, 8,8 gram karbohidrat, 12 mg kalsium, 0,6 mg zat besi, 150 mg potasium,12 mg magnesium, 18 mg fosfor, 4 mg sodium, 21 IU vitamin A, 12 mcg folat. Saat matang, biji bengkoang dapat mengandung rotenone dan beracun, serta dapat digunakan sebagai pestisida.

Bengkoang mentah pun dapat menjadi prebiotik atau makanan yang membantu perkembangbiakan probiotik dan bakteri baik dalam usus. Kandungan protein bengkoang dalam kondisi kering, yaitu 4-7 persen, sedikit lebih tinggi dibanding umbi-umbian lain seperti singkong.

Tepung bengkoang juga dapat digunakan sebagai pengganti tepung singkong. Benih dan daunnya mengandung zat beracun. Setelah dimasak hingga racunnya hilang, kacang polong bengkoang dapat digunakan sebagai sayur. Bengkoang dipercaya dapat menjadi sumber pati baru seperti singkong. Ekstrak pati dari akar bengkoang dapat digunakan dalam puding.

Beberapa kandungan zat pada bengkuang antaralain ; pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Tumbuhan ini memiliki khasiat dan manfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit, yaitu untuk mengobati beri-beri, obat nyeri perut, menghaluskan kulit,

Secara umum, bengkuang bermanfaat bagi kulit dan pasien penderita penyakit diabetes. Selain dapat dimakan sebgai camilan sehat, buah bengkuang ternyata memiliki banyak kandungan-kandungan positif yang penting untuk tubuh. Secara global, semua buah-buahan yang ada di dunia memiliki banyak khasiat dan manfaat yang baik untuk tubuh.