Tag: Ikan yang dilindungi

Ikan Hiu Gergaji Kian Kritis

Ikan Hiu Sentani adalah satwa endemik Danau Sentani Papua Nugini yang keberadaannya kini semakin mengkhawatirkan akan kepunahan

Ikan Hiu Gergaji merupakan ikan laut yang beradaptasi dengan perairan air tawar, yang terkenal dengan sebutan ikan hiu gergaji Sentani. Ciri khas ikan hiu jenis ini adalah memiliki moncong panjang seperti pedang, dengan deretan gergaji kecil yang tumbuh di sisi samping moncongnya.

Ikan endemik Danau Sentani Papua ini memakan udan kecil, dan ikan-ikan kecil yang ada disekitar habitatnya. Ikan hiu gergaji merupakan hewan ovovivipar, atau hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dan beranak. Hiu yang memiliki nama latin Pristis Microdon ini terkenal hingga ke mancanegara dengan sebutan Largetooth Sawfish, yang berarti ikan hiu bergigi besar.

Meski penampilan hiu gergaji ini cukup mengerikan, bukan berarti ikan tersebut penguasa Danau Sentani. Hiu sentani memiliki penglihatan yang tidak begitu bagus, namun ia menggunakan penciumannya untuk mencari mangsanya yang berupa ikan ukuran kecil dan sedang.

Ikan hiu yang memiliki panjang sekitar 6,6 meter, dengan dilengkapi 14 hingga 22 gigi gergaji yang berada di setiap sisi moncongnya. Moncong yang menyerupai gergaji tersebut merupakan alat untuk pertahanan terhadap musuh atau saat ia mulai terancam.

Sedangkan bentuk tubuh hiu sentani lebih ramping, dan tak seperti hiu pada umumnya yang cenderung berbentuk bulat memanjang. Dengan bentuk tubuh yang ramping, hiu gergaji ini juga mampu berenang dengan kecepatan diatas rata-rata untuk mengejar mangsanya.

Ikan ini menyebar di perairan Australia, India, Papua Nugini, Afrika Selatan, dan Thailand. Sedangkan di Indonesia sendiri, hiu gergaji menghuni Sungai Digul, Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Siak, dan Sungai Sepih. Kini keberadaan ikan hiu sentani sudah sangat mengkhawatirkan, karena populasi ikan jenis ini terus menyusut dan terancam punah.

Namun, IUCN sudah memasukkan hiu gergaji sentani ke daftar spesies yang dilindungi. populasi ikan ini makin berkurang akibat semakin sempitnya habitat asli, dan termasuk hewan yang sangat kritis terancam punah. Serta banyaknya pemburuan liar karena ikan ini dianggap sebagai predator ikan-ikan lain.

Hal serupa juga sama yang dilakukan oleh sejumlah kolektor ikan yang menangkap ikan hiu gergaji, dengan upaya untuk diperdagangkan atau hanya untuk diambil moncongnya sebagai koleksi. Pada masa prasejarah hingga kini, ikan hiu gergaji sudah menjadi bagian dari budaya suku Sentani yang tergambar pada batu-batu Situs Megalitik Tutari.