Tag: hewan yang hampir punah

Burung Bidadari Halmahera Si Burung Genit Yang Harus Dijaga

Burung yang mempunyai nama latin Semioptera wallacii adalah burung yang masih satu jenis dengan burung Cenderawasih. Burung yang berasal dari Maluku ini diberi nama Burung Bidadari. Seperti namanya, burung ini memiliki bulu yang sangat indah layaknya bidadari. Selain memiliki bulu yang indah, burung ini juga mempunyai gerakan semacam tarian yang indah. Gerak tarian yang terkesan genit itu ditujukan terutama saat merayu pasangannya.

Burung bidadari ini adalah fauna endemik Pulai Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Ukuran tubuh burung ini cukup kecil, dan hanya berukuran sekitar 28 cm dan berwarna coklat zaitun. Burung bidadari jantan memiliki mahkota berwarna ungu dan ungu pucat mengkilat, serta warna pelindung dadanya hijau zamrud.

Ciri-ciri dari burung bidadari yang paling mencolok adalah, adanya bulu putih yang panjang serta keluar menekuk dari sayapnya yang dapat digerakkan tergantung dari si burung tersebut. Burung cantik yang betina memiliki warna bulu yang kurang menarik berwarna zaitun, ekor yang lebih panjang dan ukuran tubuhnya yang lebih kecil dari sang jantan.

Makanan jenis burung yang satu ini adalah serangga, dan buah-buahan. Poligami adalah sifat burung Halmahera ini, mereka akan berkumpul dan menampilkan tarian diudara. Kegenitan burung ini akan terlihat saat tiba musim kawin, dengan memamerkan bulu indahnya serta melakukan tarian untuk memikat sang betina. Sang betina akan datang menghampiri sang jantan yang gerak tarinya paling indah.

Populasi burung genit kini sudah menurun karena korban pemburuan liar, serta rusaknya beberapa habitat aslinya. Burung bidadari kini sudah aman karena sudah didaftarkan sebagai Apendiks II Pemerintah Indonesia dalam lampiran PP no. 7 tahun 1999. Burung ini termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi, karena populasinya di alam bebas kiri hanya tercatat sekitar 50 hingga 100 ekor saja. Upaya yang harus dilakukan dengan konservasi insitut fauna burung bidadari endemik adalah melalui pendekatan sosial masyarakat dan berguna sebagai acuan untuk masyarakat setempat dalam upaya menjaga kelesatarian alam.

Badak Jawa Adalah Mamalia Terlangka Yang Masih Ada Di Dunia

Badak Bercula satu atau biasa disebut dengan badak jawa

Badak Jawa, atau Badak bercula satu adalah jenis mamlia besar yang masih ada didunia. Mamalia yang memiliki nama latin Rhinoceros Sondaicus merupakan keluarga dari lima badak yang masih ada didunia. Badak Jawa termasuk dalam jenis genus yang sama dengan Badak India dengan memiliki kulit bermosaik menyerupai baju baja.

Badak bercula satu memiliki panjang tubuh 3,1 hingga 3,2 meter dengan tinggi sekitar 1,4 hingga 1,7 meter. Yang membedakan badak jawa dengan badak india adalah ukurannya yang lebih kecil dari ukuran badak india. Cula dari badak jawa juga termasuk lebih kecil yaitu sekitar 20 cm saja, dan ukuran berikut adalah ukuran cula yang lebih kecil dibanding ukuran cula badak yang lain.

Meskipun badak bercula satu ini disebut juga dengan badak jawa, badak ini tidak hanya hidup di pulau jawa saja. Mamalia ini pernah menjadi salah satu badak di Asia yang paling banyak menyebar ke seluruh nusantara, yaitu sepanjang Asia Tenggara, India, dan Tiongkok. Badak jawa kini hanya tersisa sedikit di alam bebas, dan menjadi bagian hewan yang masuk dalam status kritis hampir punah.

Populasinya kini tengah berkurang akibat aktifitas manusia yang kini semakin banyak adanya pembangunan, hingga mempersempit habitat dari populasi badak jawa. Badak merupakan jenis mamalia terlangka didunia, dan kini populasinya tinggal 40 hingga 50 spesies yang masih hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau jawa Indonesia.

Berkurangnya populasi badak saat ini disebabkan maraknya pemburuan yang hanya diambil cula nya sebagai obat tradisional Tiongkok. Di alam liar, badak jawa dapat hidup hingga umur 30 hingga 45 tahun. Habitat asli dari badak jawa adalah di dataran rendah, dan padang rumput basah. Badak memiliki penciuman serta pendengaran yang baik layaknya badak jenis lainnya. Namun tidak bagus pada indera penglihatan.

Berat badan badak jawa dewasa, pernah tercatat antara 900 hingga 2.300 kg. Badak mempunyai kulit yang sedikit berdulu, memiliki warna abu-abu dengan warna coklat yang membungkus pundak, punggung, dan bagian pantat. Mamalia ini memiliki perisai yaitu dari kulitnya sendiri yang berbentuh mosaik alami. Pembungkus leher badak jawa lebih kecil dibanding dengan badak india, meskipun membentuk pelana pada pundak.

Badak jawa merupakan binatang yang tenang, terkecuali ketika sedang berkembang biak dan sedang mengasuh anaknya. Hewan berkulit seperti baja ini tidak mempunyai musuh alami selain manusia. Badak adalah hewan herbivora, terutama tunas dan ranting, dan jumlah makanan yang mampu dihabiskan mamalia ini sebanyak 50 kg makanan per hari. Hewan ini sudah aman dihabitat buatan yaitu Taman Nasional Ujung Kulon pulau jawa, yang telah memasukkan badak menjadi bagian dari hewan yang dilindungi oleh pemerintah.