Tag: Hewan lambat

Hewan Lambat Endemik Hutan Sulawesi

Kura-kura Paruh Betet merupakan hewan langka penghuni Pulau Sulawesi yang belum termasuk hewan yang dilindungi

Kura-kura Paruh Betet adalah jenis kura-kura darat yang berasal dari Sulawesi. Hewan lambat yang mempunyai nama latin Indotestudo Forstenii ini menyebar cukup luas dari perbukitan Lembah Palu, sampai ke sekitaran Gorontalo. Meski demikian, daerah sebaran tersebut masih terhitung sempit jika dilihat dari segi kelestarian jenis.

Kura-kura Paruh Betet atau sering disebut penduduk Sulawesi dengan sebutan Baning ini merupakan hewan yang habitat aslinya adalah hutan musim, dan pamah campuran. Hutan seperti ini hanya terdapat di perbukitan Lembah Palu yang dicirikan, adanya tumbuhan centong duri yang hampir mendominasi bukit tersebut.

Ciri Kura-kura paruh betet Sulawesi memiliki ukuran kerapas sepanjang 28 hingga 31 cm untuk jenis jantan, dan ukuran 20 hingga 25 cm terdapat pada betina. Di Indonesia tidak akan ditemukan di daerah lain, karena Hewan langka ini adalah hewan endemik Pulau Sulawesi. Tak banyak yang mengetahui bagaimana perilaku alami kura-kura langka ini. Yang pasti, kura-kura jenis paruh betet adalah jenis hewan Diurnal atau hewan yang menghabiskan waktunya pada siang hari.

Ancaman utama bagi kura-kura hutan Sulawesi yakni perburuan dan perdagangan bebas, dimana yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan hewan peliharaan. Dari awal tahun 1990 an, sekitar 3.000 ekor kura-kura jenis ini telah diperdagangkan ke China sebagai bahan makanan. Serta rendahnya tingkat reproduksi hewan ini juga menjadi salah satu faktor mudah punahnya kura-kura langka ini.

Keadaan populasi yang terbilang tak seberapa juga mempengaruhi baning Sulawesi ini menjadi hewan yang dikategorikan terancam punah. Hal ini disebabkan oleh eksploitasi yang berlebihan, serta hilangnya habitat asli baning Sulawesi. IUCN telah memasukkan Kura-kura Paruh Betet (Baning Sulawesi) kedalam status Endangered atau “EN”, yang berarti terancam kepunahan.

Kemudian CITES juga memasukkan hewan lambat ini kedalam appendiks II. Dan hal yang sangat disayangkan adalah, Kura-kura Paruh Betet ini belum termasuk di daftar hewan yang dilindungi. Kura-kura yang menghuni hutan Sulawesi jenis paruh betet termasuk salah satu dari tujuh jenis reptil paling langka di Indonesia.