Tag: flora asli Indonesia

Khasiat Lidah Buaya

Khasiat Lidah Buaya

Lidah Buaya adalah tanaman tropis yang terkenal dengan getahnya yang baik untuk pertumbuhan rambut. Secara tradisional, daging lidah buaya dapat digunakan sebagai masker rambut, hingga mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari.

Tumbuhan yang memiliki nama latin Aloe Vera ini juga mempunyai khasiat-khasiat lain bagi tubuh manusia. tak jarang dari beberapa wilayah yang ada di Indonesia, akan mengolah lidah buaya menjadi sayur.

Khasiat lidah buaya diantaranya dapat mempercepat penyembuhan luka, mengatasi iritasi, melembabkan kulit, mencegah penuaan dini, menghilangkan jerawat, mengatasi kulit kering, mengurangi plak gigi, dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Sebagai alternatif alami, cobalah menggantinya dengan lidah buaya. Dilansir dari Journal of Health, jus lidah buaya murni ternyata efektif untuk mengurangi plak sebagai bahan obat kumur generik. Ramuan ini memiliki fungsi sama dengan chlorhexidine atau obat antiseptik golongan antimikroba.

Lidah buaya mengandung anti virus yang bisa membantu melawan herpes. Selain itu, kandungan antiflamasinya berfungsi untuk menenangkan dan menyembuhkan iritasi. Untuk pertolongan pertama, oleskan lidah buaya pada kulit yang pecah-pecah karena cuaca dingin.

Selanjutnya, lidah buaya juga dapat membantu perawatan kulit dengan lotion memang suatu hal yang wajar. Namun, menurut riset dari The Indian Journal of Dermatology, lidah buaya tidak hanya kaya akan vitamin A, C dan E, tapi juga mengandung mineral dan antioksidan yang mengikat sel kulit untuk melembutkan lapisan luar dan memperbaiki kondisi kulit. Aloe vera ini bisa menjadi alternatif untuk mengatasi kulit kering.

Alangkah kayanya Indonesia dengan tersedianya tumbuhan-tumbuhan yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun karena keterbatasan pengetahuan, membuat sebagian wilayah di Indonesia tidak menyukai tanaman ini karena memiliki aroma yang tidak enak.

Buah Cempedak Kembaran Nangka

Buah Cempedak

Buah Cempedak adalah tanaman buah-buahan yang banyak ditemukan di hutan dataran rendah dengan ketinggian hingga 1.000 mpdl. Tanaman ini berasal dari derah Semenanjung Malaya yang menyebar luas ke wilayah Burma, Thailand. Sebagian besar banyak tersebar di Nusantara seperti di Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Pulau Jawa bagian barat.

Cempedak merupakan salah satu flora asli Indonesia mempunyai kemiripan dengan buah nangka seperti bentuk buah, dan rasa. Walaupun aromanya lebih sering kuat mirip dengan buah durian. Pohonnya berukuran besar, dan tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian mencapai 20 m.

Buah yang satu ini bisa dimakan secara langsung, namun biasanya buah cempedak digoreng beserta dengan bijinya untuk dijadikan camilan. Sama seperti buah nangka, biji cempedak juga dapat digoreng, bakar, atau direbus sebelum dimakan dengan sedikit campuran garam. Sedangakan untuk buah yang muda dapat dijadikan sayur.

Di Kalimantan, buah cempedak dikonsumsi buah dan bijinya. Selin itu, kulitnya juga dapat diolah menjadi makanan yang bernama mandai atau dami. Buah cempedak dapat tumbuh dengan subur di kawasan hutan tropis, dengan suhu yang panas, dan pohon cempedak tahan genangan banjir. Pohon cempedak sering ditanam di pekarangan rumah untuk dimanfaatkan buahnya.

Di beberapa daerah Indonesia, cempedak mempunyai beberapa nama seperti nangka beurit, nongko cino, cubadak, cubadak hutan, dan tiwadak. Tanaman yang mirip dengan buah nangka ini banyak dibudidayakan di perkebunan yang tersebar di Indonesia.

Namun ada perbedaan yang sangat mencolok antara cempedak dengan nangka, yang terlihat dari bentuknya. Buah cempedak cenderung berbentuk lebih pnjang dibandingkan dengan nangka. Kemudian saat dibelah kulitnya, Buah cempedak tidak memiliki lapisan yang menutupi buah seperti yang dimiliki nangka. Namun untuk getah, kedua buah ini sama-sama dapat dimanfaatkan untuk memikat burung.