Tag: Burung yang hampir punah

Selamatkan Burung Kakak Tua Kecil Jambul Kuning

Burung Kakak Tua Kecil Jambul Kuning merupakan satwa endemik Indonesia yang berada di Sulawesi

Burung kaka tua kecil jambul merupakan hewan asli Indonesia yang menyebar di beberapa tempat seperti Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Bali, dan Timor. Burung kakak tua yang satu ini tidak seperti burung kakak tua yang lain, karena ukuran tubuhnya yang kecil. Burung kakak tua kecil jambul kuning merupakan salah satu satwa endemik Indonesia.

Memiliki panjang sekitar 35 cm, burung yang memiliki marga Cacatua ini mempunyai bulu yang hampir keseluruhan didominasi warna putih. Pada kepala terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan saat berinteraksi dengan manusia. Kakak tua jambul kuning memiliki paruh berwarna hitam dengan warna kebiruan disekitar matanya, serta kaki yang berwarna abu-abu.

Burung cerdas ini merupakan unggas yang mudah berkawan dengan manusia, dan lagi ia bisa dilatih untuk berbicara meski tak sempurna. Biasanya ia akan memakan sejenis biji-bijian, kacang, dan aneka buah- buahan. Pada musim bertelur, burung kakak tua jambul kuning akan menetaskan sekitar tiga telurnya di sarangnya yang terdapat di lubang pohon.

Sepertinya mata kita sudah tak asing lagi jika melihat foto burung yang satu ini. Pasalnya, sewaktu kecil tentu kita sangat sering sekali mendengar atau bahkan menyanyikan burung kakak tua. Namun keberadaan burung kakak tua asli Indonesia kini dikabarkan termasuk satwa yang terancam punah.

Hal ini sudah lama, dan burung kakak tua kecil jambul kuning sudah masuk kedalam kategori terancam punah sejak tahun 1994 silam, dan memasuki tahun 2000 burung ini berubah menjadi kritis. Berkurangnya populasi dari tahun ke tahun dikarenakan menyempitnya habitat asli yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang melakukan pembangunan, dan penyempitan lahan.

Dari kejadian tersebut, Pemerintah menurunkan peraturan no.7 tahun 1999 untuk melindungi burung kakak tua kecil jambul kuning. Konservasi perlu dilakukan untuk menyelamatkan burung ini dari ancaman kepunahan yang kian pesat. Dan hal itu sudah berjalan beberapa tahun silam, dimana satwa asli, dan endemik Indonesia telah di masukkan dalam penangkaran yang kini tersebar di beberapa daerah.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai adalah salah satu penangkaran burung asli Indonesia ini yang terletak di Sulawesi. Hal ini sangat membantu untuk pengembang biakkan burung kakak tua kecil jambul kuning, sehingga dapat meningkat dan bisa di lepas liarkan kembali ke habitat aslinya.Jenis

Keindahan Burung Cendrawasih Asal Papua Nugini

Keindahan Burung Cendrawasih Asal Papua Nugini

 

Burungn Cendrawasih adalah jenis burung yang masih famili dengan Paradisaeidae yang berasal dari ordo Passeriformes, yang banyak djumpai di Indonesia Timur, Pulau-pulau selat Tores, Papua Nugini, dan Australia Timur. Burung Cendrawasih yang sering kita jumpai adalah jenis Cendrawasih kuning yang terdapat di Papua Nugini. Ukuran Burung ini sangat bervariasi mulai dari Cendrawasih Raja yang memiliki berat 50 gram, bisa panjng hingga 15cm, lalu Cendrawasih Paruh sabit hitam bisa mencapai panjang 110cm. Untuk Cendrawasih Manukod Jmbul bergulung, dapat memiliki berat hingga 430 gram.

Dahulu, masyarakat Papua sering memakai bulu Cendrawasih untuk menghias pakaian adat mereka, dan beberapa abad yang lalu, bulu Cendrawasih juga dipakai untuk hiasan topi wanita di Eropa. Untuk mendapatkan bulu Cendrawasih ini membuat para pemburu Cendrawasih untuk diambil bulunya, menyebabkan rusaknya habitat Burung Cendrawasih. Pemburuan liar tersebut membuat populasi Cendrawasih saat ini semakin berkurang, bahkan terancam punah.

Salah satu faktor utama perusaknya habitat Cendrawasih adalah penebangan liar yang terjadi di sekitar Papua. Hal ini yang menjadikan Cendrawasih berkurang untuk melakukan reproduksi. Pada abad 19 hingga awal abad 20 sekitar tahun 1997, pemburuan Burung Cendrawasih untuk dijadikan penghias topi di Eropa. Namun kini Burung-burung tersebut sudah dilindungi, dan hanya untuk keperluan perayaan suku setempat saja yang diperbolehkan untuk menangkap Burung Cendrawasih.

Burung Cendrawasih menjadi maskot Papua Nugini karena burung ini sangat sering kita jumpai di kota fak-fak Papua Nugini. Burung ini disebut juga dengan Burung Dari Surga (Bird Of Paradise), karena burung ini jarang sekali turun ke tanah karena sering hinggap di dahan atau ranting pohon. Selain itu, burung ini juga memiliki warna yang indah serta mencolok. Warna bulu dari Burung Cendrawasih kombinasi beberapa warma, antara warna hitam, cokelat, oranye, kuning, putih, biru, merah, hijau, dan ungu. Kemolekkan burung ini juga makin bertambah dengan bulunya yang memanjang.

Keindahan bulu yang dimiliki Burung Cendrawasih ini berjenis kelamin jantan, tidak dimiliki oleh sang betina yang mempunyai bulu tak seindah pejantan. Ukuran Cendrawasih betina pun cenderung lebih kecil dibanding sang jantan. Pada musim kawin, biasanya Cendrawasih jantan akan memperlihatkan gerakan-gerakan semacam tarian dan atraksi untuk memikat sang betina. Cendrawasih memiliki geraka-geraka-gerakan seperti tarian dengan memamerkan keindahan bulunya untuk memikat Cendrawasih betina dengan cara yang berbeda-beda.

Burung dari surga ini memiliki jenis dan warna bulu yang bermacam-macam. Burung Cendrawasih terdiri dari 13 genus dan ada sekitar 43 jenis, habitat aslinya yaitu dihutan lebat yang umumnya terletak didaerah dataran rendah. Burung yang indah ini hanya banyak ditemukan di Indonesia bagian timur, teruama Pulau-pulau selat Tore, Papua Nugini, dan Australia.

Indonesia adalah negara dengan jumlah jenis Cendrawasih terbanyak, dan terdapat sekitar 30 jenis Cendrawasih. 28 jenis terdapat di Papua Nugini, salah satunya yang mencaji maskot Papua Nugini yaitu Burung Cendrawasih mati kawat. Selain itu, seperti Burung Cendrawasih kuning kecil, Cendrawasih botak, Cendrawasih raja, Cendrawasih merah, dan Toowa sudah masuk dalam daftar jenis satwa atau fauna yang dilindungi berdasarkan UU no 5 tahun 1990 dan PP no 7 tahun 1999.

Burung Terindah Di Dunia

Burung merak adalah Salah satu hewan yang dinobatkan sebagai burung terindah di dunia karena memiliki bulu yang berwana-warni, serta memiliki mahkota di kepalanya yang eksotik. Jenis burung merak masih berfamily dengan ayam hutan.

Burung yang mempunyai bulu cantik ini memiliki perbedaan yang signifikan antara burung merak jantan dan betina. Untuk Merak jenis jantan, cenderung memiliki jambul yang menjulang tinggi serta tegap keatas. Ukuran merak jantan juga lebih besar dibanding dengan ukuran tubuh si betina, selain itu juga merak jantan memiliki bulu ekor yang panjangnya bisa mencapai 300 cm. Berbeda dengan ekor yang dimiliki merak betina yang hanya memiliki panjang sekitar 50 cm saja.

Sama halnya dengan jenis burung-burung yang lain, perkembangan burung merak tidak hanya ada di Indonesia saja. Habitatnya yang berkembang luas di seluruh dunia, membuat pupulasi burung merak menjadi beberapa jenis yang sesuai dengan daerah asalnya.


1. Merak Kongo

Merak Kongo atau dalam nama ilmiahnya Afropavo congensis adalah salah satu burung dari tiga spesies merak. Spesies ini merupakan satu-satunya burung di marga Afropavo dan merak yang terdapat di Kongo, Benua Afrika.

Burung merak jantan jenis ini, memiliki bulu yang berwana biru gelap dengan dihiasi warna hijau serta warna ungu mengkilap. Dikepala terdapat jambul tegak berwarna putih, serta kulit leher yang berwarna merah.

Sedangkan untuk si betina berwarna coklat dengan bulu sayap warna hijau mengkilap dan memiliki jambul berwarna coklat. Merak Kongo termasuk jenis fauna langka yang dilindungi.


2. Merak Biru

Burung Merak Biru mempunyai nama latin Pavo Cristatus, merupakan salah satu jenis burung merak yang unik karena bulu ditubuhnya didominasi oleh warna biru yang sangat mencolok.

Merak biru jantan yang sudah dewasa, memiliki ukuran tubuh yang lumayan besar dengan panjang mencapai 230 cm, serta terdapat jambul yang berdiri tegak membentuk kipas dengan warna biru juga.

Asal dari burung merak biru adalah dari India. Namun kini populasinya sudah menyebar ke Sri Lanka, Pakistan, Nepal, dan Bangladesh. Burung Merak Biru ini juga dilindungi karena populasinya yang terancam punah.


3. Merak Hijau

Pavo Mucitus adalah nama latin dari Burung Merak Hijau, yang memiliki bulu dominan berwarna hijau dengan campuran warna keemasan. Burung merak hijau jantan dewasa, memiliki ukuran tubuh sangat besar hingga hampir mencapai 300 cm, serta penutup ekor yang sangat panjang.

Burung merak betina memiliki ukuran lebih kecil dari ukuran tubuh sang jantan, serta bulu-bulunya yang kurang mengkilap berwarna hijau agak keabu-abuan, tanpa bulu penutup ekor.

Populasi merak hijau banyak tersebar di Jawa Indonesia, Malaysia, India, Bangladesh, dan Republik Rakyat Cina. Namun ada yang tidak dimiliki oleh jenis burung merak yang lain, merak hijau ini dapat terbang. Tentu sama dengan merak yang lain, merak hijau juga termasuk burung yang dilindungi.