Tag: Burung endemik Indonesia

6 Jenis Burung Indah Indonesia

Indonesia merupakan rumah bagi burung-burung cantik yang menghuni beberapa hutan tropis. Terdapat banyak unggas yang hidup dan mendiami hutan-hutan yang tersebar di Indonesia, beberapa diantaranya merupakan satwa endemik Indonesia yang dilindungi.

Berikut adalah enam jenis burung yang hingga saat ini masih hidup di Indonesia, namun ada beberapa yang memang dibudidayakan di cagar alam yang tersebar di Indonesia.

Jalak Bali

Burung Jalak Bali adalah jenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 25 cm. Jalak Bali hanya ada di hutan bagian barat Pulau Bali, dan merupakan Hewan Endemik Indonesia yang menghuni Pulau Bali. Burung ini sempat dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali pada tahun 1991 silam.

Nuri Bayan

Burung Nuri atau Bayan yang memiliki nama latin Eclectus Roratus adalah burung yang memiliki ukuran tubuh sedang, dengan panjang sekitar 43 cm. Burung ini merupakan salah satu genus burung paruh bengkok (Eclectus), dan jenis burung Nuri Bayan banyak tersebar di Indonesia. Habitat aslinya berada di dataran rendah seperti savana, hutan bakau, dan perkebunan kelapa yang ada di Maluku, Kepulauan Sunda Kecil, Irian, Australia, dan Papua Nugini. Diperkirakan ada sekitar sembilan spesies burung nuri yang masih ada di alam liar yang tersebar di pulau-pulau tersebut.

Burung Bidadari

Burung bidadari ini adalah fauna endemik Pulai Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Ukuran tubuh burung ini cukup kecil, dan hanya berukuran sekitar 28 cm dan berwarna coklat zaitun. Burung bidadari jantan memiliki mahkota berwarna ungu dan ungu pucat mengkilat, serta warna pelindung dadanya hijau zamrud.

Cendrawasih

Burung Cendrawasih adalah jenis burung yang masih famili dengan Paradisaeidae yang berasal dari ordo Passeriformes, yang banyak djumpai di Indonesia Timur, Pulau-pulau selat Tores, Papua Nugini, dan Australia Timur. Burung Cendrawasih yang sering kita jumpai adalah jenis Cendrawasih kuning yang terdapat di Papua Nugini. Ukuran Burung ini sangat bervariasi mulai dari Cendrawasih Raja yang memiliki berat 50 gram, bisa panjng hingga 15cm, lalu Cendrawasih Paruh sabit hitam bisa mencapai panjang 110cm. Untuk Cendrawasih Manukod Jmbul bergulung, dapat memiliki berat hingga 430 gram.

Burung Merak

Burung merak adalah Salah satu hewan yang dinobatkan sebagai burung terindah di dunia karena memiliki bulu yang berwana-warni, serta memiliki mahkota di kepalanya yang eksotik. Jenis burung merak masih berfamily dengan ayam hutan.

Kakak Tua Kecil Jambul Kuning

Burung kaka tua kecil jambul merupakan hewan asli Indonesia yang menyebar di beberapa tempat seperti Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Bali, dan Timor. Burung kakak tua yang satu ini tidak seperti burung kakak tua yang lain, karena ukuran tubuhnya yang kecil sekitar 35 cm. Burung kakak tua kecil jambul kuning merupakan salah satu satwa endemik Indonesia.

Selamatkan Burung Kakak Tua Kecil Jambul Kuning

Burung Kakak Tua Kecil Jambul Kuning merupakan satwa endemik Indonesia yang berada di Sulawesi

Burung kaka tua kecil jambul merupakan hewan asli Indonesia yang menyebar di beberapa tempat seperti Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Bali, dan Timor. Burung kakak tua yang satu ini tidak seperti burung kakak tua yang lain, karena ukuran tubuhnya yang kecil. Burung kakak tua kecil jambul kuning merupakan salah satu satwa endemik Indonesia.

Memiliki panjang sekitar 35 cm, burung yang memiliki marga Cacatua ini mempunyai bulu yang hampir keseluruhan didominasi warna putih. Pada kepala terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan saat berinteraksi dengan manusia. Kakak tua jambul kuning memiliki paruh berwarna hitam dengan warna kebiruan disekitar matanya, serta kaki yang berwarna abu-abu.

Burung cerdas ini merupakan unggas yang mudah berkawan dengan manusia, dan lagi ia bisa dilatih untuk berbicara meski tak sempurna. Biasanya ia akan memakan sejenis biji-bijian, kacang, dan aneka buah- buahan. Pada musim bertelur, burung kakak tua jambul kuning akan menetaskan sekitar tiga telurnya di sarangnya yang terdapat di lubang pohon.

Sepertinya mata kita sudah tak asing lagi jika melihat foto burung yang satu ini. Pasalnya, sewaktu kecil tentu kita sangat sering sekali mendengar atau bahkan menyanyikan burung kakak tua. Namun keberadaan burung kakak tua asli Indonesia kini dikabarkan termasuk satwa yang terancam punah.

Hal ini sudah lama, dan burung kakak tua kecil jambul kuning sudah masuk kedalam kategori terancam punah sejak tahun 1994 silam, dan memasuki tahun 2000 burung ini berubah menjadi kritis. Berkurangnya populasi dari tahun ke tahun dikarenakan menyempitnya habitat asli yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang melakukan pembangunan, dan penyempitan lahan.

Dari kejadian tersebut, Pemerintah menurunkan peraturan no.7 tahun 1999 untuk melindungi burung kakak tua kecil jambul kuning. Konservasi perlu dilakukan untuk menyelamatkan burung ini dari ancaman kepunahan yang kian pesat. Dan hal itu sudah berjalan beberapa tahun silam, dimana satwa asli, dan endemik Indonesia telah di masukkan dalam penangkaran yang kini tersebar di beberapa daerah.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai adalah salah satu penangkaran burung asli Indonesia ini yang terletak di Sulawesi. Hal ini sangat membantu untuk pengembang biakkan burung kakak tua kecil jambul kuning, sehingga dapat meningkat dan bisa di lepas liarkan kembali ke habitat aslinya.Jenis

Burung Cantik Asli Pulau Dewata

Burung Jalak Bali adalah jenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 25 cm. Jalak Bali hanya ada di hutan bagian barat Pulau Bali, dan merupakan Hewan Endemik Indonesia yang menghuni Pulau Bali. Burung ini sempat dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali pada tahun 1991 silam.

Tidak semua para pecinta burung di Bali bisa memiliki burung yang unik ini. Hal ini karena burung Jalak Bali adalah burung istimewa, dan jenis satwa endemik yang memiliki keunikan yang tak akan ditemukain di tempat lain selain di Pulau Bali.

Burung jalak sendiri terdiri dari beberapa spesies, yang salah satunya adalah burung jalak bali. Burung ini merupakan salah satu burung kicau yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia, karena sudah masuk dalam daftar jenis burung kicauan yang mulai punah.

Hal tersebut karena ulah para manusia yang melakukan penangkapan liar yang kian banyak, mengingat harga per ekor burung jalak bali sangat mahal. Burung jalak bali memiliki ciri bulu yang didominasi warna putih, kecuali dibagian lingar mata yang berwarna biru.

 

Sedangkan warna mata burung jalak bali berwarna coklat tua, dengan kepala yang terdapat jambul yang membuat burung endemik ini terlihat sangat cantik di banding burung jalak jenis lainnya. Kemudian pada bagian paruh yang panjangnya kurang lebih 2 sampai 5 cm ini berbentuk runcing, dan berwarna kecoklatan.

Burung yang memiliki kaki berwarna abu-abu ini sangat berbeda dengan jalak jenis lain. Dari warna bulu, hingga suaranya yang sangat merdu saat berkicau, membuat burung jalak bali menjadi burung teristimewa di Pulau Bali hingga di Nusantara. Wajar jika beberapa kolektor atau pecinta burung membelinya dengan harga yang fantastis.

Kini keberadaan Burung Jalak Bali di alam liar sudah sangat mengkhawatirkan. IUCN telah memasukkan burung mewah ini ke dalam status Critically Endangered, yang beresiko besar punah total dalam jangka waktu yang tidak panjang. Mengingat banyaknya permintaan terkait jual beli burung asli Bali ini, diharapkan satwa endemik Indonesia ini segera dimasukkan dalam penangkaran untuk dikembak biakkan dan kemudian di lepas liarkan kembali ke habitat aslinya.

Hal tersebut sudah realisasikan di Taman Nasional Bali Barat, dan Penangkaran Bali Starling Breeding Center Tegal Bunder. Hasil yang cukup memuaskan, karena populasi burung jalak bali kini sudah mengalami peningkatan yang sangat baik.

Burung Trulek Jawa Yang Misterius

Burung Trulek Jawa merupakan burung yang belum punah, dan salah satu burung Endemik Indonesia yang keberadaannya masih misterius

Burung Trulek Jawa adalah salah satu burung yang hanya ada di Pulau Jawa. Burung trulek jawa memiliki ukuran tubuh yang sedang sekitar 28 cm. Burung trulek jawa biasanya hidup secara berpasangan di padang rumput terbuka, di sepanjang pantai utara Jawa Barat dan pantai selatan Jawa Timur.

Keberadaan burung Tulek Jawa sering berada di sekitar daerah berair seperti tepian sungai, muara sungai, dan rawa. Ada juga beberapa burung jenis ini yang tidak begitu menyukai air. Mereka justru bertengger di tempat yang kering sekitar lahan basah seperti ranting, rerumputan, dan bebatuan.

Dalam kesehariannya, burung endemik Jawa ini akan memakan hewan-hewan kecil seperti siput, larva serangga, kumbang air, dan terkadang ia juga memakan biji-bijian tumbuhan air. tak jarang ia juga bisa memakan ikan-ikan kecil yang terdampar di tepi sungai, atau muara.

Adapun beberapa ciri-ciri dari burung ini, ia memiliki warna kepala hitam, dan bulu di sekitar tubuh berwarna coklat keabuan. Warna bulu coklat keabuan terdapat pada punggung, dan dada. Lalu di bagian perut berwarna hitam,tungging berwarna putih, dan bulu sayap hitam.

Ciri lainnya terdapat pada bagian ekor berwarna putih bergaris subterminal hitam lebar, dan memiliki taji hitam pada bagian lengkungan sayap. Di bagian paruh berwarna hitam dengan warna tungkai yang berwarna jingga. Salah satu ciri khas dari burung trulek jawa adalah, ia memiliki gelambir putih kekuningan pada bagian atas paruhnya.

Kini keberadaan burung Jawa ini sudah semakin langka, dan tercatat pada tahun 1940 keberadaannya ditemui di Sungai Ci Tarum Jawa Barat. Dikarenakan belum pernah melakukan survei ulang di beberapa habitatnya, IUCN tidak berani menyebutnya sebagai jenis satwa yang sudah punah.

Terlebih, adanya laporan-laporan dari penduduk setempat tentang keberadaan burung trulek jawa, burung ini masih sangat misterius untuk di teliti kembali. Terkait adanya laporan dari beberapa sumber, pada tahun 2001 para Tim Comunity Forestry Pekalongan pernah menemui burung trulek jawa singgah di Hutan Sawangan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah.

Beberapa daerah yang terdapat burung endemik ini antara Pegunungan Halimun Jawa Barat, Hutan Gunung Ungaran Jawa Tengah, Taman Nasional Meru Betiri Jember Jawa Timur, dan Lumajang Jawa Timur. Namun yang dapat dijumpai secara resmi adanya burung ini di Indonesia hanya spesiesmen awetan yang berada di Museum Zoologi Cibinong Jawa Barat.