Tag: Buah masam

Buah Musiman Indonesia

Duku

Duku adalah jenis tanaman buah yang berasal dari Asia Tenggara sebelah barat. Buah duku memiliki kemiripan dengan buah kokosan, langsat, pisitan, dan celoring. Memiliki bentuk buah yang mirip, namun berbeda pada jenis pohonnya.

Pohon duku berukuran sedang, dan dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 30 m. Batang pohon berwarna kelabu berbintik gelap dan jingga, biasanya beralur dengan tak beraturan dengan akar yang pipih menonjol ke atas tanah.

Daun menyirip ganjil, dengan permukaan yang berbulu halus. Buah duku memiliki rasa manis, masam, dan pahit jika biji tergigit. Tanaman ini akan berbunga ketika sudah umur 10 sampai 15 tahun, dan di Indonesia buah duku sering disebut dengan buah kokosan.

Di Indonesia, buah duku yang paling terkenal yakni di kota Palembang yang memiliki rasa manis dan sedikit bijinya. Sebenarnya penghasil utama buah duku ini bukan dari Palembang, melainkan dari daerah Komering Kabupaten OKU dan OKI Sumatera Selatan.

Tempat lain yang juga menghasilkan buah bulat rasa manis ini adalah kawasan Kumpeh, Muaro Jambi yang tersebar luas di wilayah Sumatera dan Jawa. Meskipun buah kecil ini terdapat biji yang rasanya pahit, namun buah duku sangat segar karena mengandung banyak air pada dagingnya.

Duku biasanya ditanam di wilayah dengan curah hujan anatara 1.500 hingga 2.500 mm pertahun, di dataran rendan dengan ketinggian sekitar 600 mpdl. Tanaman jenis ini dapat tumbuh dengan baik di jenis tanah yang berbeda sekalipun, namun duku tidak dapat bertahan hidup di tanah yang tergenang air.

Buah duku merupakan tumbuhan yang berbuah sekali dalam satu tahun, sehingga dikenal dengan musim buah duku pada tahun-tahun tertentu. Musim duku berbeda antar daerah, namun pada dasarnya buah duku akan keluar sekitar awal musim hujan.

Buah Juwet

Buah Juwet atau Jamblang adalah jenis buah yang memiliki rasa sepat masam, dan merupakan jenis pohon buah yang masih keluarga dari suku jambu-jambuan. Juwet memiliki pohon yang cukup kokoh dan bercabang rendah, serta memiliki daun bau ketika diremas. Buah berbentuk lonjong dengan warna merah hingga ungu kehitaman, dengan kulit licin mengkilap.

Buah ini dapat dibudidayakan atau tumbuh liar di daerah tropis, dan persebarannya secara alami ada di Himalaya bagian subtropis seperti India, dan Sri Lanka. Di Pulau Jawa sendiri juwet banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan dibudidayakan sebagai pohon buah di pekarangan.

Pohon ini banyak ditemui di dataran rendah, hingga ketinggian 500 mpdl. Meski demikian, juwet juga dapat tumbuh subur di ketinggian 1800 mpdl. Kulit dari pohon juwet ini memiliki zat tanin, yang dapat dimanfaatkan untuk mewarnai jala.

Buah juwet termasuk tumbuhan yang cukup langka, karena tidak banyak tumbuh di beberapa wilayah di Indonesia. Namun buah ini dapat anda temui di daerah Lamongan, tepatnya di desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu.

Tempat tersebut sangat terkenal dengan buah juwet atau jamblang, yang kini menjadi buah khas untuk oleh-oleh dari Lamongan. Pada saat musim kemarau, Desa Lopang sering dipadati pengunjung. Desa tersebut bukanlah tempat wisata lokal, namun desa tersebut merupakan salah satu tempat yang membudidayakan buah yang cukup langka ini.

Di sepanjang jalan desa Lopang, serta di pinggiran sawah hampir rapat dengan pohon juwet ini. Pada bulan Oktober hingga November, desa ini akan banyak dikunjungi mulai dari warga sekitar lamongan, maupun yang dari luar kota. Kebanyakan dari mereka yang datang adalah ibu-ibu hamil. Bukan karena ngidam, namun buah juwet ini ternyata memiliki sisi mitos yang cukup kuat di benak warga sekitar Lamongan.