Tag: Buah langka

Lima Tanaman Berbuah Indonesia Yang Suda Langka

Indonesia adalah negara yang beriklim tropis, yang merupakan rumah bagi beberapa flora dan fauna yang tersebar di beberapa pulau. Mulai dari tanaman liar hingga yang menjadi endemik di salah satu pulau di Indonesia. Dibawah ini ada 10 jenis tanaman berbuah yang ternyata tak kalah khasiatnya dibanding dengan buah impor.

Gowok

Gowok atau kupa adalah pohon berbuah dari suku jambu yang berasal dari Indonesia, yang banyak tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan. Buah lokal ini merupakan tumbuhan liar yang banyak di temukan di hutan tropis yang banyak tersebar di Indonesia.

Buah gowok atau kupa memiliki nama latin Syzygium Polycephalum, dan masih keluarga dengan buah Jamblang. Buah gowok mempunyai pohon yang tingginya antara 8 hingga 20 m, dengan bentuk buah bulat sedikit gepeng yang rasanya manis asam agak sepat.

Daging buah gowok berwarna putih yang terdapat biji berbentuk gepeng dengan kulit putih atau merah keunguan. Tumbuhan langka ini banyak ditemui di Asia Tenggara, yang biasanya banyak tumbuh di hutan sekunder pada ketinggian 200 sampai 1.800 mpdl.

Sawo Durian

Sawo Apel adalah buah asli Indonesia yang kini sudah banyak dilupakan karena tak banyak yang tahu tentang buah ini. Di Jawa Timur, sawo apel atau sawo durian disebut juga dengan buah Kenitu. Buah kenitu mempunyai bentuk bulat, dengan warna merah kehijauan yang menyerupai buah apel yang mengkilap. Dari bentuknya lah buah kenitu di sebut dengan sawo apel.

Pohon sawo apel dapat tumbuh cepat dengan ketinggian hingga mencapai 30 m, dengan bentuk buah bulat yang memiliki daging buah putih keunguan. Daging buah sangat lembut dan banyak menggandung sari buah manis, dan pohon sawo apel dapat mengasilkan buah setelah umur 5 sampai 6 tahun. Biasanya, musim buah sawo jenis ini di Pulau Jawa akan berbuah pada saat datang musim kemarau.

Cempedak

Buah Cempedak adalah tanaman buah-buahan yang banyak ditemukan di hutan dataran rendah dengan ketinggian hingga 1.000 mpdl. Tanaman ini berasal dari derah Semenanjung Malaya yang menyebar luas ke wilayah Burma, Thailand. Sebagian besar banyak tersebar di Nusantara seperti di Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Pulau Jawa bagian barat.

Cempedak merupakan salah satu flora asli Indonesia mempunyai kemiripan dengan buah nangka seperti bentuk buah, dan rasa. Walaupun aromanya lebih sering kuat mirip dengan buah durian. Pohonnya berukuran besar, dan tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian mencapai 20 m.

Gandaria

Buah Gandaria adalah tanaman daerah tropis yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, dan banyak dibudidayakan di wilayah Sumatera dan Thailand. Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan antara buah, daun, dan batangnya. Buah kecil ini dapat dimakan langsung tanpa harus dikupas terlebih dahulu.

Gandaria merupakan tanaman identitas Jawa Barat yang memiliki bentuk buah menyerupai mangga bulat namun berukuran yang kecil, dengan pohon yang tingginya bisa mencapai 25 m. Pohon gandaria merupakan tanaman tahunan, karena ia akan berbunga hanya pada bulan September hingga Desember dengan bentuk bunga yang juga menyerupai dengan bunga mangga yang berwarna kuning.

Duku

Duku adalah jenis tanaman buah yang berasal dari Asia Tenggara sebelah barat. Buah duku memiliki kemiripan dengan buah kokosan, langsat, pisitan, dan celoring. Memiliki bentuk buah yang mirip, namun berbeda pada jenis pohonnya.

Pohon duku berukuran sedang, dan dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 30 m. Batang pohon berwarna kelabu berbintik gelap dan jingga, biasanya beralur dengan tak beraturan dengan akar yang pipih menonjol ke atas tanah.

Kelengkeng Kalimantan

Buah Ihau adalah buah asli dari Kalimantan yang rasanya manis menyerupai kelengkeng. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan buah kelengeng Kalimantan. Seperti pohon yang tumbuh dihutan, pohon ihau memiliki batang pohon yang cukup besar dan kokoh tinggi. Buah yang satu ini agak unik, dan termasuk buah yang langka, karena buah ini tidak mudah dijumpai di tempat selain Kalimantan.

Habitat asli buah ihau banyak terdapat di hutan wilayah Kalimantan, dan di beberapa hutan Malaysia dan Brunai Darussalam. Bentuk buah bulat menyerupai kelengkeng pada umumnya, namun ihau terdapat benjolan kecil rata yang melekat di permukaan kulit buahnya, yang membuat buah ihau terlihat sedikit unik serta ukurannya yang kecil seperti kelereng.

Rumbia

Rumbia adalah jenis tanaman palma penghasil tepung sagu yang banyak ditemui di hutan-hutan di Indonesia. Rumbia disebut juga pohon sagu, yang menghuni daerah Maluku, Sumatera, dan Sulawesi. Rumbia sering kali ditemukan tumbuh di rawa-rawa, aliran sungai dan tanah bencah lainnya. Tanaman ini termasuk salah satu tanaman asli Indonesia yang banyak ditemukan di kepulauan bagian Timur.

Buah Rumbia memilii bentuk yang mirip dengan buah salak, namun tidak berduri. Buah berbentuk bulat dengan permukaan kulit mengkilat, memiliki rasa sepat dan buah ini dapat hidup di batang yang sudah mati. Biasanya, jika ingin memakan buah rumbia akan direndam di lumpur terlebih dahulu selama beberapa hari atau air laut.

Kasturi

Buah Kasturi adalah buah khas Kalimantan Selatan yang termasuk dalam jenis buah mangga. Buah yang memiliki nama latin Mangifera Casturi ini masih famili dengan Anacariaceae, Ordo Anacardiales, dan Klas Dicotyledonae atau jenis tumbuhan biji berkeping dua. Berdasarkan keputusan dari Menteri Dalam Negeri no 48 tahun 1989, buah kasturi dinobatkan sebagai Maskot Kalimantan Selatan.

Penyebaran kasturi di Indonesia sangat sempit, dan hanya dapat dijumpai secara liar di kawasan hutan Kalimantan. Kasturi juga termasuk dalam 200 jenis tumbuhan langka yang ada di Indonesia, dan merupakan flora endemik Kalimantan Selatan. Kasturi dapat tumbuh tinggi hingga 25 m, dan mampu hidup dengan umur yang cukup panjang.

Penyebaran kasturi di Indonesia sangat sempit, dan hanya dapat dijumpai secara liar di kawasan hutan Kalimantan. Kasturi juga termasuk dalam 200 jenis tumbuhan langka yang ada di Indonesia. Kasturi dapat tumbuh tinggi hingga 25 m, dan mampu hidup dengan umur yang cukup panjang.

Buah lokal ini merupakan tanaman liar yang tumbuh bersama semak-semak, dan biasanya terdapat di kebun, tegalan, sawah mengering yang terlihat seperti gulma. Tak jarang sering terlihat buah mungil ini tumbuh di tepi jalan, tepi hutan, dan bagian-bagian hutan yang terbuka dengan langsung terkena sinar matahari

Ciplukan

Ciplukan adalah sejenis buah berukuran kecil, dengan kelopak bunga yang membesar dan menutupi buahnya. Kelopak tersebut membungkus buah dengan bentuk bulat mengerucut, dan kelopak akan mengering ketika buah sudah mulai matang. Tanaman dengan batang lunak ini sering kali mengering saat buah matang, dan jika tumbuh liar ia juga akan mengering dan mempunyai akar yang akan tumbuh segar saat tunas lain kering.

Buah lokal ini merupakan tanaman liar yang tumbuh bersama semak-semak, dan biasanya terdapat di kebun, tegalan, sawah mengering. Tak jarang sering terlihat buah mungil ini tumbuh di tepi jalan, tepi hutan, dan bagian-bagian hutan yang terbuka dengan langsung terkena sinar matahari.

Kesemek

Kesemek adalah buah yang berbentuk seperti tomat dengan diselimuti lapisan putih seperti bedak yang banyak dijumpai di Indonesia. Buah kesemek memiliki dua jenis yakni kesemek yang rasanya sepat, dan yang tidak sepat. Buah kesemek yang rasanya sepat ini berasal dari zat tannin yang terdapat di dalam buah. Biasanya sebelum menikmati buah jenis ini, buah akan direndam dengan larutan air kapur semala sehari semalam untuk mehilangkan bercak bedak yang menempel di lapisan kulit luarnya.

Lapisan yang menyerupai bedak tersebut bukan karena membusuk atau rusak, melainkan salah satu zat untuk proses kematangan buah kesemek itu sendiri yang disebut dengan zat tannin. Sebenarnya bercak putih tersebut akan berkurang seiring dengan kematangan buah. Meski begitu, lapisan bedak itu tetap harus di bersihkan sebelum mengkonsumsi buah yang didominasi rasa sepet manis ini.

Buah Kelengkelng Kalimantan

Buah Ihau adalah kelengkeng asli Kalimantan

Buah Ihau adalah buah asli dari Kalimantan yang rasanya manis menyerupai kelengkeng. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan buah kelengeng Kalimantan. Seperti pohon yang tumbuh dihutan, pohon ihau memiliki batang pohon yang cukup besar dan kokoh tinggi. Buah yang satu ini agak unik, dan termasuk buah yang langka, karena buah ini tidak mudah dijumpai di tempat selain Kalimantan.

Habitat asli buah ihau banyak terdapat di hutan wilayah Kalimantan, dan di beberapa hutan Malaysia dan Brunai Darussalam. Bentuk buah bulat menyerupai kelengkeng pada umumnya, namun ihau terdapat benjolan kecil rata yang melekat di permukaan kulit buahnya, yang membuat buah ihau terlihat sedikit unik serta ukurannya yang kecil seperti kelereng,

Buah kelengkeng asli Kalimantan ini merupakan santapan para monyet, burung enggang, dan satwa penghuni hutan Kalimantan lainnya. Biasanya, musim buah ihau akan jatuh pada bulan Desember-Februari dan dengan mudahnya menjumpai buah khas Kalimantan ini di pasar tradisional pedalaman Mahakam.

Di daerah Samarinda juga terdapat buah ihau yang dibudidayakan oleh petani setempat. Tepatnya di Desa Lempake Kecamatan Samarinda Utara, ada perkebunan yang penuh dengan pohon kelengkeng khas Kalimantan ini. Bukan hanya rasa dan bentuk saja yang menyerupai kelengkeng pada umumnya, namun harga perkilonya juga sama yakni sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 perkilo nya. Jika dulu, buah ini dijual dengan takaran kaleng susu yang isi beratnya tidak ada satu kilo.

Buah ihau juga dikenal dengan beberapa nama seperti Buah mata kucing, yang merupakan sebutan bagi masyarakat Tanjungselor Kabupaten Bulungan. Sebutan ini karena isi buah dan bijinya menyerupai mata kucing yang bersinar. Sementara untuk masyarakat Dayak Kenyah yang tinggal di Tering Kabupaten Kutai Barat menyebut buah duku.

Buah Kasturi

Buah Kasturi adalah buah khas Kalimantan Selatan yang termasuk dalam jenis buah mangga. Buah yang memiliki nama latin Mangifera Casturi ini masih famili dengan Anacariaceae, Ordo Anacardiales, dan Klas Dicotyledonae atau jenis tumbuhan biji berkeping dua. Berdasarkan keputusan dari Menteri Dalam Negeri no 48 tahun 1989, buah kasturi dinobatkan sebagai Maskot Kalimantan Selatan.

Penyebaran kasturi di Indonesia sangat sempit, dan hanya dapat dijumpai secara liar di kawasan hutan Kalimantan. Kasturi juga termasuk dalam 200 jenis tumbuhan langka yang ada di Indonesia. Kasturi dapat tumbuh tinggi hingga 25 m, dan mampu hidup dengan umur yang cukup panjang.

Tanaman endemik Kalimantan Selatan ini dapat tumbuh subur dengan ketinggian mencapai 30 m di hutan, maupun ditepian sungai. Kasturi merupakan jenis tanaman yang mampu beradaptsi dengan baik di tanah yang tergenang seperti rawa-rawa. Pohon kasturi akan berbunga pada bulan September, dan biasanya akan berbuah di bulan November-Januari.

Saat berbuah akan bergerombol lebat, dan dapat berbuah hingga mencapai ribuan dalam satu pohon. Buah kasturi yang sudah masak akan berwarna ungu kecoklatan, dan akan mengeluarkan aroma wangi yang khas. Bentuk buah mirip dengan mangga, namun kasturi memiliki ukuran lebih kecil dengan berat sekitar 100 hingga 125 g.

Daging buah berwarna kuning orange dengan rasa manis, dan tidak berserat. Dari hasil penelusuran, ada beberapa jenis kasturi yang ditemukan disekitar rawa-rawa yakni kasturi mawar dan kasturi biasa. Namun terdapat perbedaan dari bentuk dan warna buah, dan juga aroma serta rasa yang berbeda.

Dari 31 jenis Mangifera yang berada di Kalimantan, tiga jenis diantaranya merupakan tanaman endemik. Tumbuhan maskot Kalimantan Selatan kini tengah terancam punah, karena jumlah individu dan populasinya yang semakin berkurang. Kelangkaan buah kasturi ini telah dianalisis oleh IUCN Red List Categories 30 November 1994.

Buah kasturi kini telah masuk dalam kategori tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang punah, dan status ini ditetapkan oleh tim World Coservation Monitoring Centre pada tahun 19998 silam. Saat ini kasturi tidak ditemukan di habitat aslinya, karena populasinya yang menurun dengan sangat pesat. Namun tumbuhan ini dapat ditemui secara alami di kebun hutan dan kawasan konservasi lain.

Kesemek Si Buah Genit

Buah kesemek

Kesemek adalah buah yang berbentuk seperti tomat dengan diselimuti lapisan putih seperti bedak yang banyak dijumpai di Indonesia. Buah kesemek memiliki dua jenis yakni kesemek yang rasanya sepat, dan yang tidak sepat.

Buah kesemek yang rasanya sepat ini berasal dari zat tannin yang terdapat di dalam buah. Biasanya sebelum menikmati buah jenis ini, buah akan direndam dengan larutan air kapur semala sehari semalam untuk mehilangkan bercak bedak yang menempel di lapisan kulit luarnya.

Lapisan yang menyerupai bedak tersebut bukan karena membusuk atau rusak, melainkan salah satu zat untuk proses kematangan buah kesemek itu sendiri yang disebut dengan zat tannin. Sebenarnya bercak putih tersebut akan berkurang seiring dengan kematangan buah. Meski begitu, lapisan bedak itu tetap harus di bersihkan sebelum mengkonsumsi buah yang didominasi rasa sepet manis ini.

Baca juga : Manfaat Buah Kesemek Bagi Tubuh

Kesemek merupakan tumbuhan tropis yang dulunya berasal dari daratan China, yang kini banyak menyebar dan cocok untuk ditanam di tanah Indonesia. Buah yang berwarna oranye ini sudah sangat langka ditemui di beberapa penjual buah atau di pasar tradisional karena jarang peminat, ditambah dengan masuknya buah-buah impor di Indonesia.

Hal lain yang menjadi faktor berkurangnya produksi buah kesemek adalah para petani buah yang sudah beralih ke buah lain karena berkurangnya peminat dipasaran. Jika diperhatikan, kesemek banyak memiliki gizi yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh manusia. Dalam sajian 350 g kesemek, terkandung sekitar 127 kalori.

Selain menjadi sumber energi, buah kesemek juga mengandung vitamin C yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Meski bentuknya kurang cantik seperti buah impor, kesemek juga mengandung zat besi dan kalsium dalam takaran saji sekitar 350 g. Zat besi itu sendiri sangat penting untuk proses kelacaran peredaran darah, sedangakan kalsium berperan guna mempertahankan serta membantu pertumbuhan tulang dan gigi.

Buah Gowok Yang Terlupakan

Buah Gowok asli Indonesia

Gowok atau kupa adalah pohon berbuah dari suku jambu yang berasal dari Indonesia, yang banyak tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan. Buah lokal ini merupakan tumbuhan liar yang banyak di temukan di hutan tropis yang banyak tersebar di Indonesia.

Buah gowok atau kupa memiliki nama latin Syzygium Polycephalum, dan masih keluarga dengan buah Jamblang. Buah gowok mempunyai pohon yang tingginya antara 8 hingga 20 m, dengan bentuk buah bulat sedikit gepeng yang rasanya manis asam agak sepat.

Daging buah gowok berwarna putih yang terdapat biji berbentuk gepeng dengan kulit putih atau merah keunguan. Tumbuhan langka ini banyak ditemui di Asia Tenggara, yang biasanya banyak tumbuh di hutan sekunder pada ketinggian 200 sampai 1.800 mpdl.

Sering didapati buah gowok banyak tumbuh di pekarangan dan ditanam untuk dibudidayakan. Mengingat tanaman ini adalah tumbuhan berbuah, perkebunan gowok juga dimanfaatkan untuk diambil buahnya. Buah ini dapat dimakan secara langsung dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu, Namun buah gowok juga sering digunakan sebagai bahan campuran rujak, atau bahan pembuatan sirup.

Dulu pada era 1980 hingga awal tahun 1990 an, buah ini sangat banyak dijumpai di beberapa pasar tradisional daerah Jawa. Namun dengan banyaknya buah impor yang memenuhi pasar-pasar lokal, membuat buah gowok ini semakin berkurang dari pasaran.

Kini buah gowok sudah jarang ditemukan dipenjual buah pasar tradisional, dan bahkan beberapa pasar tradisional sudah tidak menjual buah jenis ini. Namun gowok masih banyak tumbuh didaerah, meski sudah sulit dijumpai. Buah lokal Indonesia ini masih ada berbuah, namun tersingkirkan oleh kehadiran buah impor yang membuat buah gowok kini menjadi tidak banyak dikenal oleh para generasi muda di Indonesia.