Tag: Buah huni

Buah Buni (Wuni)

Buah Buni atau Wuni

Buni adalah tumbuhan asli Indonesia yang memiliki nama latin Antidesma Bunius dengan buah kecil-kecil berwarna merah dan tersusun rapi dalam satu tangkai panjang menyerupai rantai. Di Indonesia sendiri buni merupakan buah meja sebagai pencuci mulut. Penyebaran buni cukup sedikit, karena di Pulau Jawa dan Filiphina. Di Indonesia sendiri, buni banyak tumbuh di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Buni juga memiliki beberapa nama di berbagai daerah seperti Sunda, (Boni,Huni), Jawa (Wuni), Filipina (Bignal). Berbeda dengan Indonesia, di Filipina buah buni difermentasi untuk dijadikan minuman beralkohol.

Buni merupakan tumbuhan tropis, namun dapat pula tumbuh dan berbuah di Florida bagian tengah. Di daerah tropis, buni dijumpai tumbuh dari 0 m dpl sampai di atas 1000 m dpl. Di Indonesia, buni ditanam di propinsi-propinsi bagian timur yang beriklim muson, juga di bagian barat yang lembab, tetapi penyebarannya di India menandakan bahwa buni bukan melulu tanaman yang toleran terhadap kekeringan.

Pohon buni dapat menghasilkan panen yang baik, tetapi satu-satunya indikasi tentang hasil (puncaknya) yang nyata diperoleh dari dua pohon di Florida, yang masing-masing menghasilkan 270 kg dan 400 kg buah dalam semusim.

Pohon buni biasa tumbuh di hutan sekunder pada tahap awal suksesinya, yang menggeser padang rumput yang marginal. Walaupun begitu, pohon buni dapat mempertahankan pertumbuhannya pada tanah liat berlempung di bawah naungan ringan.

Pohon yang berasal dari semai dapat berbuah 4-5 tahun setelah ditanam. Tanaman yang diperbanyak secara aseksual dapat mulai berbuah 1-2 tahun. Musim buah hanya berlangsung 2 bulan. Tandan buah buni dipanen dengan tangan dibantu dengan galah bambu, lebih baik digunakan kantung jala untuk menampung cabang-cabang tandan yang rontok.

Buah buni kini sudah sangat langka ditemui di pekarang maupun di lahan kosong. Namun dihutan lepas, buni masih banyak tumbuh dengan subur. Hingga saat ini, buni bukan termasuk tumbuhan yang dilindungi.