Tag: Bengkuang

Bengkuang

Bengkuang

Bangkuang adalah jenis tanaman umbi-umbian yang merupakan tanaman tropis yang memiliki bama latin Pachyrhizus Erosus. Bengkuang tersebar luas dan tumbuh subur di Asia, Amerika Tengah, Karibia, dan beberapa bagian di wilayah Amerika Selatan sekitarnya.

Bengkuang lebih dapat tumbuh di type tanah yang lembap dan tidak dapat tumbuh dengan baik di tempat teduh. Akar bengkuang umumnya dipanen sebelum matang, setelah ditanam kurang lebih enam bulan. Umbi ini terasa renyah dan manis menyerupai apel.

Bengkuang biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak untuk campuran rujak, salad, atau pun sebagai lauk. Tidak seperti apel, daging akar bengkuang yang putih tidak berubah warna setelah dipotong. Rasa renyahnya pun bertahan bahkan setelah dimasak.

Baca juga : Kandungan dan Manfaat Bengkuang

Bengkuang mentah dapat membantu perkembangbiakan probiotik dan bakteri baik dalam usus. Kandungan protein bengkuang dalam kondisi kering, yaitu 4-7 persen, sedikit lebih tinggi dibanding umbi-umbian lain seperti singkong.

Tepung bengkuang juga dapat digunakan sebagai pengganti tepung singkong. Benih dan daunnya mengandung zat beracun. Setelah dimasak hingga racunnya hilang, kacang polong bengkoang dapat digunakan sebagai sayur. Bengkuang dipercaya dapat menjadi sumber pati baru seperti singkong. Ekstrak pati dari akar bengkoang dapat digunakan dalam puding.

Beberapa kandungan zat pada bengkuang antara lain seperti pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Tumbuhan ini memiliki khasiat dan manfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit, yaitu untuk mengobati beri-beri, obat nyeri perut, menghaluskan kulit,

Buah-buahan merupakan salah satu asupan gizi dan vitamin yang sangat penting bagi tubuh. Beberapa industri besar juga telah menggunakan bengkuang untuk diolah menjadi beberapa produk seperti lulur, tamblet vitamin, minuman, dan masih banyak yang lainnya. Pada dasarnya, semua buah-buahan banyak mengandung vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh manisia.

Kandungan Dan Manfaat Bengkuang

Kandungan dan Manfaat Bengkuang

Bengkuang merupakan tanaman umbi tropis yang sudah sangat terkenal akan manfaatnya yang baik untuk kulit. Bangkuang tersebar luas di hampir setiap Pulau di Indonesia di dataran tinggi. Rasa manis, dingin, segar, bersifat sejuk adalah ciri khas dari buah bengkuang ini.

Di Indonesia, tanaman buah yang memiliki nama latin Pachyrhizus Erosus biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak untuk campuran rujak, salad, atau pun sebagai lauk. Namun ternyata, masih banyak manfaat lain dari umbi putih ini. Bengkoang juga dikenal dengan sebutan lobak Meksiko, termasuk dalam kelompok kacang ubi jalar, berkerabat dengan kedelai dan kacang-kacangan. Tanaman ini dibudidayakan untuk diambil umbi dan akar besarnya. Buah atau akar yang juga disebut jicama ini banyak ditanam di Asia, Amerika Tengah, Karibia, dan beberapa bagian Amerika Selatan.

Tanaman bengkoang lebih dapat tumbuh di tanah lembap dan tidak dapat tumbuh dengan baik di tempat teduh. Akar bengkoang umumnya dipanen sebelum matang, setelah ditanam kurang lebih enam bulan. Umbi ini terasa renyah dan manis menyerupai apel.

Namun tidak seperti apel, daging akar bengkoang yang putih tidak berubah warna setelah dipotong. Rasa renyahnya pun bertahan bahkan setelah dimasak. Namun sejauh ini, tak banyak penelitian yang digelar untuk mengetahui tentang manfaat bengkoang. Di bawah ini adalah beberapa manfaat bangkoang yang mungkin Kamu belum ketahui.

Bengkoang dikenal kaya vitamin C dan rendah kalori. Dalam tiap 100 gram bengkoang hanya terkandung 38 kk. Selain itu dalam tiap 100 gramnya, bengkoang mengandung 0,7 gram protein, 1,8 gram gula, 4,9 gram serat, 8,8 gram karbohidrat, 12 mg kalsium, 0,6 mg zat besi, 150 mg potasium,12 mg magnesium, 18 mg fosfor, 4 mg sodium, 21 IU vitamin A, 12 mcg folat. Saat matang, biji bengkoang dapat mengandung rotenone dan beracun, serta dapat digunakan sebagai pestisida.

Bengkoang mentah pun dapat menjadi prebiotik atau makanan yang membantu perkembangbiakan probiotik dan bakteri baik dalam usus. Kandungan protein bengkoang dalam kondisi kering, yaitu 4-7 persen, sedikit lebih tinggi dibanding umbi-umbian lain seperti singkong.

Tepung bengkoang juga dapat digunakan sebagai pengganti tepung singkong. Benih dan daunnya mengandung zat beracun. Setelah dimasak hingga racunnya hilang, kacang polong bengkoang dapat digunakan sebagai sayur. Bengkoang dipercaya dapat menjadi sumber pati baru seperti singkong. Ekstrak pati dari akar bengkoang dapat digunakan dalam puding.

Beberapa kandungan zat pada bengkuang antaralain ; pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Tumbuhan ini memiliki khasiat dan manfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit, yaitu untuk mengobati beri-beri, obat nyeri perut, menghaluskan kulit,

Secara umum, bengkuang bermanfaat bagi kulit dan pasien penderita penyakit diabetes. Selain dapat dimakan sebgai camilan sehat, buah bengkuang ternyata memiliki banyak kandungan-kandungan positif yang penting untuk tubuh. Secara global, semua buah-buahan yang ada di dunia memiliki banyak khasiat dan manfaat yang baik untuk tubuh.