Tag: Andrographis paniculata

Khasiat Sambiloto

Khasiat Sambiloto

Sambiloto adalah tanaman tropis sejenis semak yang banyak dijumpai di perkebunan dan di dalam atau di pinggir hutan. Tanaman ini merupakan tanaman liar yang tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 700 mpdl, dan tanaman ini biasanya memiliki tinggi rata-rata sekitar 90 cm.

Nama ilmiah dari sambiloto adalah Andrographis paniculata (Burm.f.) Wall. Nees. Family: Acanthaceae, dengan nama daerah yang bermacam-macam seperti papaitan, takilo, sandilata, takila, ampadu, dan sambilata.

Tanaman sambiloto ini merupakan tumbuhan negara-negara Asia Selatan dan tenggara seperti India , Sri Lanka, Malaysia, termasuk Indonesia. Tidak hanya daun sambiloto, batangnya juga berkhasiat sebagai obat sehingga digunakan untuk membuat obat herbal.

Masalah pencernaan seperti diare , sembelit , gas usus, kolik , dan nyeri perut ; Masalah pernafasan, seperti Radang tenggorokan, batuk, bengkak amandel, bronchitis, dan alergi . Penyakit liver seperti pembesaran hati , sakit kuning , dan kerusakan hati akibat obat ; Penyakit Infeksi termasuk kusta, pneumonia, TBC, gonore, sifilis, malaria, kolera, leptospirosis, rabies, sinusitis, dan HIV / AIDS; Masalah kulit seperti luka, bisul dan gatal.
Sumber: Daun Sambiloto : Khasiat, Manfaat, Cara Penyajian – Mediskus.

Daun sambiloto mengandung senyawa yang bernama andrographolide, memang ini terasa pahit, tetapi manfaatnya begitu banyak. Berdasarkan penelitian senyawa Andrographolide pada daun sambiloto mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi sambiloto dengan ginseng Siberia bisa mengobati flu pada anak-anak. Selain itu, sambiloto juga dapat mengobati masuk angin dan dapat mencegah pilek. Dengan dosis tinggi daun sambiloto sebanyak 6 gram sehari, khasiatnya setara dengan acentaminophen atau parasetamol.