Tag: Alang-alang

Tumbuhan Alang-alang

Tumbuhan alang-alang

Alang-alang adalah tanaman liar sejenis rumput berdaun tajam yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Tumbuhan yang memiliki nama latin Imperata Cylindrica ini mempunyai bunga yang menyerupai ekor kucing, dengan bulu-bulu halus memanjang.

Rumput tahunan ini memiliki daun yang bersisik kasar, akarnya merambat di bawah tanah dengan pangkal yang menyempit. Alang-alang dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 1,5 m lebih jika berada di ladang yang luas. Tanaman liar ini tumbuh dengan sangat cepat yang berawal dari benih-benih yang tersebar bersama angin.

Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas.

Baca juga : Manfaat Alang-alang

Sampai taraf tertentu, kebakaran vegetasi dapat merangsang pertumbuhan alang-alang.[6] Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan rumput, sehingga lahan-lahan bekas terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat untuk berburu.

Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia utara, Eropa, Afrika, Amerika dan di beberapa kepulauan. Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan.

Di Indonesia bagian timur dan Bali, biasanya menggunakan alang-alang untuk digunakan menjadi atap rumah. Alang-alang memang mudah tumbuh dimana saja, dan sangat mudah untuk didapatkan khususnya di Indonesia. Tumbuhan liar ini sering kali diambil akarnya untuk digunakan sebagai obat tradisional.

Manfaat Alang-alang

Manfaat akar alang-alang

Tumbuhan rumput alang-alang atau yang biasa disebut juga dengan ilalang ini adalah salah satu gulma di lahan pertanian. Alang-alang akan tumbuh dengan sendirinya dilahan–lahan kosong yang tidak digarap, dan ia akan sangat cepat tumbuh memenuhi ladang tersebut. Dari beberapa penelitian, ternyata alang-alan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tumbuhan yang memiliki nama latin Imperata Cylindrica ini mempunyai bunga yang menyerupai ekor kucing, dengan bulu-bulu halus memanjang. Namun manfaat dari alang-alang ini terdapat di bagian akarnya yang berada di dalam tanah.

Dalam pengobatan herbal, tanaman alang-alang digunakan sebagai sumber obat ampuh. Tanaman ini berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang bisa saja dipanen dari tanaman yang sudah dewasa. Ciri akar yang digunakan untuk herba berwarna pucat, berasa manis, dan sejuk.

Beberapa zat yang terkandung dalam alang-alang, di antaranya manitol, glukosa, sukrosa, molic acid, citric acid, coixoi, orundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali, saponin, tanin, dan polifenol.

Manfaat dan khasiat alang-alang antara lain sebagai obat penurun panas, peluruh kencing (diuretik), menghentikan pendarahan (hemostatik), menghilangkan rasa haus, obat sariawan, mengobati panas dalam, mengatasi muntah darah, menghentikan darah mimisan, obat kencing nanah, radang ginjal.

Dari penemuan khasiat akar alang-alang, beberapa industri berinisiatif untuk mencari tumbuhan tahunan ini dan diambil akarnya sebelum di olah menjadi minuman akar alang-alang dalam kemasan. Jika dengan metode pengobatan tradisional, akar alang-alang akan di rebus tanpa campuran apapun. Rebusan akar alang-alang tidak memiliki rasa apapun, hanya tercium aroma khas dari akarnya.