Buah Ciplukan

Ciplukan

Ciplukan adalah sejenis buah berukuran kecil, dengan kelopak bunga yang membesar dan menutupi buahnya. Kelopak tersebut membungkus buah dengan bentuk bulat mengerucut, dan kelopak akan mengering ketika buah sudah mulai matang. Tanaman dengan batang lunak ini sering kali mengering saat buah matang, dan jika tumbuh liar ia juga akan mengering dan mempunyai akar yang akan tumbuh segar saat tunas lain kering.

Buah lokal ini merupakan tanaman liar yang tumbuh bersama semak-semak, dan biasanya terdapat di kebun, tegalan, sawah mengering. Tak jarang sering terlihat buah mungil ini tumbuh di tepi jalan, tepi hutan, dan bagian-bagian hutan yang terbuka dengan langsung terkena sinar matahari.

Sekilas, ciplukan terlihat seperti gulma karena tumbuh diantara semak-semak. Tanaman pendek ini memiliki buah kecil bulat yang rasanya manis, dengan aroma harus khas ini ternyata flora asal Amerika yang kini telah tersebar luas di daerah tropis. Dan ciplukan banyak dijumpai di seluruh wilayah di Indonesia.

Ciplukan memiliki sebutan atau nama latin Physalis Angulata L, yang ternyata juga salah satu buah yang sempat masuk ke berbagai toko buah konsumsi dengan harga jual yang lumayan mahal. Untuk harga satu kilogram buah ciplukan, bisa berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 500.000.

Tingginya harga jual buah yang dianggap sebagai perusak tanaman lain, bukan karena tanpa sebab. Namun ternyata buah ciplukan memiliki segudang manfaat di dalamya seperti obat penenang, pembersih darah, anti rematik, hingga mengurangi rasa sakit telinga.

Di Taiwan, ciplukan digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan diabet, hepatitis, asma dan malaria. Di Indonesia sendiri, buah ini dapat digunakan sebagai obat typus, hingga rematik dengan metode yang menggunakan aturan tertentu.