Tag: Tumbuhan obat Indonesia

Kandungan & Manfaat Tanaman Andong

Kandungan & Manfaat Tanaman Andong

Andong merupakan tanaman perdul yang banyak dan sangat sering kita jumpai. Tanaman yang memiliki nama latin Cordyline fruticosa ini adalah tanaman daerah Asia Timur yang sering digunakan sebagai penghias pekarangan rumah.

Tanaman andong merupakan tanaman perdu yang termasuk dari suku tanaman bawang-bawangan. Tanaman andong ini habitatnya berada pada daerah dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.900 dari permukaaan laut. Tanaman andong ini memiliki panjang 2-4 meter tegak.

Tanaman andong mengandung saponin, tanin, flavonoid, polifenol, steroida, polisakarida, kalsium oksalat, dan zat besi. Rasa tanaman andong manis, tawar dan bersifat sejuk. Tanaman andong berkhasiat sebagai penyejuk darah, menghentikan pendarahan (hemostatis), dan menghancurkan darah beku pada memar.

Tumbuhan andong diketahui memiliki manfaat dan khasiat untuk mengobati berbagai jenis gangguan kesehatan. Kandungan kimia dari tumbuhan ini belum banyak diketahui.

Namun tumbuhan ini telah banyak digunakan dan terbukti mampu mengatasi berbagai penyakit, antara lain menghentikan pendarahan, menyejukkan darah dan mengatasi bengkak karena memar (antiswelling).

Manfaat lainnya dari tumbuhan ini adalah untuk mengatasi kencing berdarah, mencegah keguguran, wasir berdarah, nyeri lambung, nyeri ulu hati, tuberkolosis (TBC), mengatasi terlambat haid.

Dari sekian banyaknya tanaman di Indonesia, ternyata memiliki khasiat dan manfaat yang berbeda-beda. Indonesia merupakan negara yang paling banyak dihuni oleh flora dan fauna yang berkembang dan menyebar ke seluruh bagian pulau di Indonesia.

Tanaman Herbal Temulawak

Temulawak

Temulawak merupakan tanaman herbal yang sudah sangat familiar di tengah-tengah masyarakat Indonesia, khususnya bagi para penggemar jamu tradisional. Meski demikian, tak banyak yang mengetahui beberapa banyak manfaat temulawak bagi tubuh kecuali sebatas pengetahuan khasiatnya yang bersifat umum.

Tanaman yang memliki nama latin Curcuma xanthorrhiza dikenal sebagai tanaman bahan dasar obat tradisional khas indonesia. Tanaman ini tergolong kedalam jenis temu-temuan yakni tanaman dengan bentuk rimpang dan akar yang pada bagian batangnya berada di dalam tanah. Temulawak tergolong ke dalam keluarga tanaman Zingiberaciae, seperti halnya kunyit, jahe,lengkuas, dan lainnya.

Tanaman semacam ini banyak terdapat di wilayah tropis sebagaimana di Indonesia dan negara – negara Asia tengga lainnya. Tanaman Zingiberaciae ini sering ditemukan hidup di liwayah yang memiliki ketinggian 5-750 meter di atas permukaan laut.

Baca juga : Khasiat Dan Manfaat Temulawak

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyiangan gulma sebanyak 2-5 kali, tergantung dari pertumbuhan gulma, sedangkan pembumbunan tanah dilakukan bila terdapat banyak rimpang yang tumbuh menyembul dari tanah. Waktu panen yang paling baik untuk temu lawak yaitu pada umur 11-12 bulan karena hasilnya lebih banyak dan kualitas lebih baik daripada temu lawak yang dipanen pada umur 7-8 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara menggali atau membongkar tanah disekitar rimpang dengan menggunakan garpu atau cangkul.

Tanaman ini ditanam secara konvensional dalam skala kecil dengan menggunakan teknologi budidaya yang sederhana, karena itu sulit menentukan letak sentra penanaman temulawak di Indonesia. Hampir di setiap daerah pedesaan, terutama di dataran sedang dan tinggi, dapat ditemukan temulawak terutama di lahan yang teduh.

Secara alami, temulawak dapat tumbuh dengan sangat baik di lahan-lahan yang terlindung dan teduh serta tidak langsung terkena sinar matahari. Habitat asli tanaman ini merupakan tanaman tropis yang mampu beradaptasi dengan berbagai cuaca.