Tag: Tumbuhan Indonesia

Daun Beluntas

Daun Beluntas

Beluntas atau Pluchea indica (nama latin) adalah spesies tanaman berbunga di keluarga aster, Asteraceae. Nama umumnya termasuk Indian camphorweed, fleabane India, dan pluchea India. Ini asli untuk bagian Asia dan Australia, dan itu tersebar luas di Kepulauan Pasifik sebagai spesies yang diperkenalkan dan sering invasif.

Spesies hibridisasi dengan Pluchea carolinensis ketika dua tanaman tumbuh bersama, menghasilkan hibrida yang telah diberi nama Pluchea fosbergii. Spesies ini adalah semak bercabang hingga 2 meter. Pisau daun oval bergigi adalah kertas tetapi tidak tipis, dan sering memiliki lapisan rambut yang bagus. Kepala bunga tumbuh dalam kelompok padat di axils daun dan di ujung cabang.

Kuntum ungu merah muda memiliki gaya yang panjang dan menonjol. Kuntum di sepanjang tepi kepala menghasilkan buah. Tubuh buah memiliki panjang milimeter dengan pappus putih sekitar 5 milimeter. Bijinya tersebar di angin.

Tanaman ini mengandung senyawa sitosterol dan stigmasterol, yang memiliki sifat anti diabetes. Sitosterol yang diisolasi dari ekstrak akar juga dapat menetralisir racun viper Russell (Daboia russelii) dan cobra monokel (Naja kaouthia).

Tanaman sering tumbuh di habitat pantai basah garam, seperti rawa payau dan bakau. Meskipun tidak sangat kompetitif dengan flora lain, ia dapat dengan mudah menjajah habitat pesisir dan berdampak pada tanaman asli dan budidaya. Ini mengubah habitat burung air

Tanaman ini sudah tak asing lagi dimata kita, karena keberadaannya yang sangat merata di setiap sudut jalan, kebun, sawah, dan sekitar rumah. Beluntas kini juga sudah terkenal karena dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional Indonesia.

Kandungan Dan Manfaat Beluntas

Kandungan Dan Manfaat Beluntas

Beluntas merupakan tanaman liar semak yang memiliki daun bertangkai pendek, dengan bulu-bulu halus yang ada di permukaan daun. Daun tersususun menyilang di antara batangnya yang lunak, serta bunga yang terdapat di bagian ujung atas.

Tanaman beluntas merupakan tanaman semak perdu kecil, tumbuh tegak, dengan tinggi dapat mencapai 2 m. Batang beluntas berambut halus. Daun beluntas berbentuk bulat telur, hijau muda, panjang daunnya dapat mencapai 2 – 9 cm, dengan struktur daun ujung lancip, letak berseling, berbau khas. Bunga beluntas ini majemuk, bentuknya malai, keluar dari ketiak daun, bercabang-cabang, berwarna putih kekuningan.

Buah beluntas kecil, keras, berwarna coklat, dengan warna biji coklat keputih-putihan. Habitat beluntas hidup pada daerah dataran rendah dan dataran tinggi dengan ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, dan dengan syarat pada daerah kering dengan tanah yang agak keras dan berbatu, dengan intensitas cahaya matahari yang cukup dan sedikit naungan Budidaya beluntas dengan cara perbanyakan dengan biji dan stek.

Tanaman beluntas pada bagian daunnya mengandung alkaloid, tannin, natrium, minyak atsiri, kalsium, flafonoida, magnesium, dan fosfor. Sedangkan akar tanaman beluntas mengandung flafonoida dan tannin

  • Beluntas sebagai antibakteri
  • Beluntas untuk kesuburan untuk mengobati penyakit keputihan dan melancarkan haid
  • Beluntas bagi ibu hamil
  • Daun beluntas untuk menghilangkan bau badan, meluruhkan keringat dan menyejukan badan
  • Beluntas untuk hipertensi
  • Beluntas berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan
  • Beluntas digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan, meluruhkan keringat, menghilangkan Beluntas bermanfaat untuk meredakan demam,
  • Beluntas digunakan untuk mengobati pegal linu, nyeri tulang dan sakit pinggang
  • Beluntas sebagai obat penyakit jerawat
  • Beluntas sebagai obat penyakit diare
  • Beluntas sebagai obat penyakit meningitis
  • Beluntas digunakan untuk melancarkan pencernaan

Sama halnya seperti tumbuhan anting-anting, bluntas sangat sering ditemukan di mana saja karen tanaman ini tergolong tanaman semak belukar yang memiliki batang kayu. Di Indonesia sendiri, tanaman ini digunakan sebagai obat tradisional atau jamu tradisional.

Tanaman Anting-anting

Tanaman Anting-anting

Anting-anting adalah tanaman liar yang memiliki nama latin acalypha Indica L. Tanaman ini sangat sering kita jumpai di pekarangan rumah, kebun, pinggir jalan, pinggir sungai, hampir setiap tempat ada tanaman ini. Anting-anting tumbuh dengan sendirinya di mana saja, karena tanaman ini tergolong tanaman rumput yang mudah untuk tumbuh.

Tanaman anting-anting memiliki bentuk daun bulat lonjong. Letak daun tanaman ini berselang seling. Bentuk ujung dan pangkal daun tanaman anting-anting berbentuk lancing, sedangkan bagian pinggir daun bergerigi. Panjang daun tanaman ini ialah 2,5 cm hingga 8 cm serta lebarnya seitar 1,5 cm hingga 3,5 cm.

Tanaman anting-anting banyak ditemukan di pinggir jalan, di lereng gunung dan di lapangan yang memiliki banyak rumput. Tanaman anting-anting memiliki ketinggian sekitar 30 cm sampai dengan 50 cm. Batang tanaman anting-anting dapat bercabang serta memiliki garis kasar memanjang.

Baca juga : Manfaat Tanaman Liar Anting-anting

Keanekaragaman hayati di Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tanaman. Pada saat ini yang telah diketahui khasiatnya hanyalah sebanyak 9.600 spesies tanaman, tetapi yang digunakan sebagai bahan baku industri farmasi kurang lebih dari 283 tanaman.

Sekarang ini penggunaan produk berbahan herbal seperti herbal food, herbal cosmetics, herbal drink, hingga herbal medicine bukan hanyalah sebatas tren, namun sudah menjadi gaya hidup. Hal ini sejalan dengan kecenderungan masyarakat Indonesia untuk kembali ke alam.

Karena sejatinya alam sudah memberi atau menyediakan tumbuhan, fauna, dan seisinya dengan manfaat yang berbeda-beda. Hal ini sudah menjadi salah satu hukum alam, dimana manusia harus dapat berbaur dengan alam, Karena dari alam, manusia dapat lebih peka dalam mencari tanaman buah, tanaman obat, hingga tanaman yang bermanfaat bagi kelangsungan manusia.

Manfaat Tanaman Liar Anting-anting

Jenis Flora Indonesia

Anting-anting adalah jenis tanaman tahunan herbal yang dapat tumbuh hingga 20-50 cm tingginya. Daunnya panjang hingga lanset, panjang 3-9 cm, lebar 1–5 cm dan ditanggung pada panjang tangkai daun 2–6 cm Bunganya ditumbuhkan pada kepingan aksila (kadang-kadang terminal), membentuk perbungaan panjang 15–50 mm Ada 1–3 bunga betina dan 5-7 bunga jantan per ekor Bunga betina memiliki tiga sepal, sedangkan bunga jantan memiliki empat.

Tanaman Herbal merupakan tumbuhan yang memiliki fungsi dalam pengobatan. Dimana yang dimaksud dengan herbal ialah semua jenis tanaman yang memiliki kandungan bahan atau zat aktif yang dapat digunakan untuk pengobatan.

Sedangkan obat herbal adalah obat yang memiliki sifat organic atau alami yang sama seperti tubuh kita. Sehingga memiliki efek samping yang tidak berbahaya bagi manusia. Obat herbal murni dapat diambil dari sari pati tumbuhan maupun hewan yang memiliki manfaat untuk pengobatan tanpa adanya campuran dari bahan kimia buatan atau yang disebut dengan sintesis.

Tumbuhan anting-anting telah banyak digunakan secara turun-temurun sebagai obat disentri, diare, gangguan pencernaan, muntah darah, berak darah dan kencing darah, khususnya pada daun berkhasiat mengobati mimisan. Tumbuhan anting-anting memiliki rasa yang pahit. Akar pada tanaman anting-anting dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, meredakan nyeri pada rematik, pengobatan diabetes mellitus dan meredakan pegal linu.

Selain dari pada itu, tanaman ini juga dapat menjadi antibiotik yang sangat baik untuk kesehatan manusia. Anti radang juga terkandung di dalam tanaman bernama anting-anting ini. Beberapa zat positif yang dimiliki tanaman liar ini sangat penting bagi tubuh.

Efek Samping Mengonsumsi Benalu

Efek samping obat benalu

Benalu adalah tanaman parasit yang tumbuh dengan cara menempel, dan tanaman lain akan dijadikan inangnya untuk mengambil nutrisi. Tanaman ini akan tumbuh dengan sendirinya di batang, atau ranting pohon dengan merugikan pohon induknya.

Meski demikian, benalu memiliki manfaat yang mampu membunuh sel tumor, sehingga tidak akan ada tumor yang tumbuh didalam tubuh manusia. Hal ini dikarenakan, didalam daun benalu terkandung unsur yang bisa mencegah membesarnya sel tumor. Kandungan di dalam daun benalu tersebut dapat membunuh sel-sel tumor yang bisa berubah menjadi kanker ganas.

Benalu memang memiliki beragam manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Tetapi, ada baiknya kita tetap waspada mengenai penggunaan daun benalu sebagai obat herbal yang dikonsumsi. Berikut ada beberapa efek samping yang mungkin bisa ditimbulkan oleh tanaman parasit yang satu ini:

  • Pada tahap wajar, benalu bisa menyebabkan diare.
  • Daun benalu yang masuk kedalam tubuh dalam dosis sedang bisa membuat perut sakit.
  • Daun benalu dalam takaran sedang bisa membuat perut menjadi kembung.
  • Dosis yang sedikit berlebihan pada konsumsi daun benalu juga bisa mengakibatkan kehilangan nafsu makan.
  • Dosis sedang pada konsumsi benalu bisa menyebabkan mulut menjadi kering.
  • Dosis berlebihan pada konsumsi daun benalu bisa mengkibatkan kematian.

Daun benalu memang banyak yang mempercayai sebagai obat herbal. Daun dari tanaman parasit yang satu ini bahkan sudah banyak digunakan sebagai bahan untuk ramua traditional Cina untuk mengobati berbagai macam penyakit. Namun perlu diingat, belum terlalu banyak penelitian yang dilakukan mengenai kandungan daun benalu. Jika anda mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi daun benalu dalam takaran yang berlebihan, ketahui gejalanya:

  • Kepala pusing
  • Berkunang-kunang
  • Sakit kepala

Jika hal ini terjadi, dianjurkan untuk segera konsultasi ke dokter untuk dapat ditindak lanjuti dengan penetralnya. Ketergantungan benalu kepada tanaman lain ternyata dapat memberikan manfaat bagi manusia. Namun harus dibedakan antara benalu yang ada di pohon mangga, benalu cengkeh, dan benalu yang dapat tumbuh di tanaman lain. Karena benalu mempunyai kandungan yang berbeda-beda dari setiap bentuk dan asalnya.

Benalu Dan Manfaatnya

Benalu dan Manfaatnya

Benalu merupaka tanaman jenis parasit yang biasanya tumbuh menempel pada tanaman lain. Tanaman ini akan tumbuh dengan sendirinya di batang, atau ranting pohon dengan mencuri nutrisi dari pohon induknya. Cara seperti ini biasanya akan berdampak pada pohon yang ditumpanginnya, dengan akibat tidak dapat memproses buah dengan baik.

tanaman ini sudah dari dahulu kala dijadikan sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Biji tumbuhan ini pada buahnya menghasilkan getah seperti lem berbentuk jeli yang lengket.

Benalu menyerap makanan dari pohon inangnya sehingga merugikan inangnya, jika dibiarkan benalu dapat bertambah banyak dan dapat menyebabkan tumbuhan inangnya kurus dan pada akhirnya kering dan tumbuhan inangnya mati.

Penyebaran tumbuhan ini terjadi dibantu oleh burung, apabila burung memakan buah dan bijinya lalu mengekskresikan pada dahan pohon, bijinya yang lengket akan menempel pada dahan pohon selanjutnya akan berkecambah dan benalu muda mulai tumbuh.

Namun dari penelitian para ahli, menyatakan bahwa benalu ternyat memiliki manfaat yang baik bagi tubuh manusia. Meskipun benalu kini sering dianggap tanaman perusak yang tak memiliki keunggulan apapun, dan hanya dapat tumbuh dengan cara menempel atau numpang di pohon kayu lainnya.

Manfaat benalu bagi kesehatan manusia yakni dapat mengobati kanker, dapat mengobati epilepsi, mengatasi tidur mendengkur, menurunkan tekanan darah, dapat mengobati radang sendi, memperlancar peredaran darah, dapat mengobati hepatitis, mencegah keguguran, memejaga kesehatan fungsi hati dan ginjal.

Manfaat benalu yang utama adalah mampu membunuh sel tumor, sehingga tidak akan ada tumor yang tumbuh didalam tubuh manusia. Hal ini dikarenakan, didalam daun benalu terkandung unsur yang bisa mencegah membesarnya sel tumor. Kandungan di dalam daun benalu tersebut dapat membunuh sel-sel tumor yang bisa berubah menjadi kanker ganas.

Dengan adanya riset para ahli tentang manfaat yang ada di benalu, ternyata ketergantungan benalu kepada tanaman lain yang dijadikan inangnya kini bermanfaat positif untuk kesehatan manusia. Kini sudah banyak yang menyediakan ekstrak benalu dengan harga yang relatif murah. Namun akan lebih baik jika benalu di rebus sendiri dengan keadaan yang masih segar.

Kandungan Dan Manfaat Brotowali

Kandungan dan manfaat Brotowali

Brotowali adalah tanaman jenis obat tradisional yang tumbuh liar di dalam hutan beriklim tropis. Tanaman liar ini dapat ditemui hampir di seluruh daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Ambon. Tanaman yang biasanya digunakan sebagai obat atau jamu tradisional ini akan tumbuh secara merambat, dengan batang yang berduri pendek dan daun yang menyerupai daun waru.

Zat pikroretin merupakan zat yang memberikan rasa pahit pada brotowali yang dapat merangsang kerja urat saraf dan menjadikan sistem pernafasan dapat bekerja dengan baik, bersamaan dengan zat Palmatin, Glikosida, Harsa, Kolulin, dan zat pati. Di dalam brotowali terdapat bahan-bahan kimia yang diperlukan tubuh seperti Alkaloid berberin dan columbina, yang dipercaya mampu membunuh bakteri pada luka.

Brotowali juga mempunyai sifat yang dapat membantu manusia, sifat tersebut antara lain seperti :

  • Analgesik, yaitu sebagai penghilang rasa sakit
  • Alkaloid dan flavonoid, yaitu sebagai antiinfertilitas alami
  • Antipiretik, yaitu sebagai penurun panas
  • Antineoplastik, yaitu sebagai pencegah kanker dan tumor
  • Antidiabetik, yaitu dapat membantu mengontrol gula darah
  • Antioksidan, yaitu perlindungan dari radikal bebas
  • Imunologi, yaitu untuk menstimulasi sistem imune
  • Antidepresan, yaitu menghambat aktivitas monoamine oxidase
  • Antiporotik, yaitu kepadatan tulang
  • Anti alergi, yaitu mengurangi akibat alergi

Adapun bagian dari tanaman ini yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jamu adalah bagian batang dan daunnya. Kedua bagian tersebut biasanya direbus, dan akan menghasilkan rasa yang pahit. Dalam istilah jawa, jamu brotowali dikenal dengan istilah jamu pahitan.

Sedangkan manfaat brotowali sendiri dapat menambah nafsu makan, membantu dalan menyembuhkan luka, dapat mengobati diabetes, menyem buhkan penyakit kuning, mengobati gatal-gatal, mengobati diare, dan dapat menurunkan demam.

Brotowali merupakan tanaman obat yang sangat berpengaruh dalam ramuan obat tradisional di Indonesia. Karena tumbuhan ini memiliki sifat yang dapat menetralisir racun dalam tubuh. Tanaman semak ini biasanya ditanam di pekarangan rumah untuk dimanfaatkan daun, akar, dan batangnya sebagai obat.

Bengkuang

Bengkuang

Bangkuang adalah jenis tanaman umbi-umbian yang merupakan tanaman tropis yang memiliki bama latin Pachyrhizus Erosus. Bengkuang tersebar luas dan tumbuh subur di Asia, Amerika Tengah, Karibia, dan beberapa bagian di wilayah Amerika Selatan sekitarnya.

Bengkuang lebih dapat tumbuh di type tanah yang lembap dan tidak dapat tumbuh dengan baik di tempat teduh. Akar bengkuang umumnya dipanen sebelum matang, setelah ditanam kurang lebih enam bulan. Umbi ini terasa renyah dan manis menyerupai apel.

Bengkuang biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak untuk campuran rujak, salad, atau pun sebagai lauk. Tidak seperti apel, daging akar bengkuang yang putih tidak berubah warna setelah dipotong. Rasa renyahnya pun bertahan bahkan setelah dimasak.

Baca juga : Kandungan dan Manfaat Bengkuang

Bengkuang mentah dapat membantu perkembangbiakan probiotik dan bakteri baik dalam usus. Kandungan protein bengkuang dalam kondisi kering, yaitu 4-7 persen, sedikit lebih tinggi dibanding umbi-umbian lain seperti singkong.

Tepung bengkuang juga dapat digunakan sebagai pengganti tepung singkong. Benih dan daunnya mengandung zat beracun. Setelah dimasak hingga racunnya hilang, kacang polong bengkoang dapat digunakan sebagai sayur. Bengkuang dipercaya dapat menjadi sumber pati baru seperti singkong. Ekstrak pati dari akar bengkoang dapat digunakan dalam puding.

Beberapa kandungan zat pada bengkuang antara lain seperti pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Tumbuhan ini memiliki khasiat dan manfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit, yaitu untuk mengobati beri-beri, obat nyeri perut, menghaluskan kulit,

Buah-buahan merupakan salah satu asupan gizi dan vitamin yang sangat penting bagi tubuh. Beberapa industri besar juga telah menggunakan bengkuang untuk diolah menjadi beberapa produk seperti lulur, tamblet vitamin, minuman, dan masih banyak yang lainnya. Pada dasarnya, semua buah-buahan banyak mengandung vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh manisia.

Kandungan Dan Manfaat Bengkuang

Kandungan dan Manfaat Bengkuang

Bengkuang merupakan tanaman umbi tropis yang sudah sangat terkenal akan manfaatnya yang baik untuk kulit. Bangkuang tersebar luas di hampir setiap Pulau di Indonesia di dataran tinggi. Rasa manis, dingin, segar, bersifat sejuk adalah ciri khas dari buah bengkuang ini.

Di Indonesia, tanaman buah yang memiliki nama latin Pachyrhizus Erosus biasa dikonsumsi langsung tanpa dimasak untuk campuran rujak, salad, atau pun sebagai lauk. Namun ternyata, masih banyak manfaat lain dari umbi putih ini. Bengkoang juga dikenal dengan sebutan lobak Meksiko, termasuk dalam kelompok kacang ubi jalar, berkerabat dengan kedelai dan kacang-kacangan. Tanaman ini dibudidayakan untuk diambil umbi dan akar besarnya. Buah atau akar yang juga disebut jicama ini banyak ditanam di Asia, Amerika Tengah, Karibia, dan beberapa bagian Amerika Selatan.

Tanaman bengkoang lebih dapat tumbuh di tanah lembap dan tidak dapat tumbuh dengan baik di tempat teduh. Akar bengkoang umumnya dipanen sebelum matang, setelah ditanam kurang lebih enam bulan. Umbi ini terasa renyah dan manis menyerupai apel.

Namun tidak seperti apel, daging akar bengkoang yang putih tidak berubah warna setelah dipotong. Rasa renyahnya pun bertahan bahkan setelah dimasak. Namun sejauh ini, tak banyak penelitian yang digelar untuk mengetahui tentang manfaat bengkoang. Di bawah ini adalah beberapa manfaat bangkoang yang mungkin Kamu belum ketahui.

Bengkoang dikenal kaya vitamin C dan rendah kalori. Dalam tiap 100 gram bengkoang hanya terkandung 38 kk. Selain itu dalam tiap 100 gramnya, bengkoang mengandung 0,7 gram protein, 1,8 gram gula, 4,9 gram serat, 8,8 gram karbohidrat, 12 mg kalsium, 0,6 mg zat besi, 150 mg potasium,12 mg magnesium, 18 mg fosfor, 4 mg sodium, 21 IU vitamin A, 12 mcg folat. Saat matang, biji bengkoang dapat mengandung rotenone dan beracun, serta dapat digunakan sebagai pestisida.

Bengkoang mentah pun dapat menjadi prebiotik atau makanan yang membantu perkembangbiakan probiotik dan bakteri baik dalam usus. Kandungan protein bengkoang dalam kondisi kering, yaitu 4-7 persen, sedikit lebih tinggi dibanding umbi-umbian lain seperti singkong.

Tepung bengkoang juga dapat digunakan sebagai pengganti tepung singkong. Benih dan daunnya mengandung zat beracun. Setelah dimasak hingga racunnya hilang, kacang polong bengkoang dapat digunakan sebagai sayur. Bengkoang dipercaya dapat menjadi sumber pati baru seperti singkong. Ekstrak pati dari akar bengkoang dapat digunakan dalam puding.

Beberapa kandungan zat pada bengkuang antaralain ; pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Tumbuhan ini memiliki khasiat dan manfaat untuk mengobati beberapa jenis penyakit, yaitu untuk mengobati beri-beri, obat nyeri perut, menghaluskan kulit,

Secara umum, bengkuang bermanfaat bagi kulit dan pasien penderita penyakit diabetes. Selain dapat dimakan sebgai camilan sehat, buah bengkuang ternyata memiliki banyak kandungan-kandungan positif yang penting untuk tubuh. Secara global, semua buah-buahan yang ada di dunia memiliki banyak khasiat dan manfaat yang baik untuk tubuh.

Mengenal Belimbing Keris

Belimbing Keris

Belimbing keris, belimbing wuluh atau belimbing sayur ini adalah jenis tanaman berbuah dengan pohon kecil yang berasal dari Indonesia di wilayah Kepulauan Maluku. Selain di Indonesia, belimbing keris ini juga tumbuh liar di Filipina, Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia.

Belimbing keris biasanya ditanam di pekarangan untuk di manfaatkan buahnya sebagai bumbu masakan, karena buah ini memiliki rasa asam yang sangat kuat. Selain dijadikan bumbu masakan, belimbing keris juga digunakan sebagai campuran ramuan obat tradisional.

Baca juga : Manfaat Belimbing Wuluh

Ada beberapa nama daerah yang menyebut belimbing keris dengan blingbing buloh (Bali), blimbing wuluh (Jawa Tengah), bhalimbhing bulu (Madura), belimbing asem (Melayu), limbi (Bima), boh limeng (Aceh), bainang (Makassar), dan uteke (Papua).

Belimbing wuluh memiliki rasa asam dan bersifat sejuk. Efek farmakologis belimbing wuluh, di antaranya menghilangkan sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, antiradang, peluruh kencing, dan pelembut wajah. Bagian tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat adalah daun, bunga dan buah.

 

Belimbing keris merupakan tanaman tropis yang mudah untuk tumbuha dipermukaan tanah apapun, dengan sorotan langsung matahari sekalipun. Pohon belimbing hampir menyerupai pohon buah cermai, dengan sedikit cabang, dana buah yang bergerombol banyak yang muncul dibagian batang dan setiap rantingnya.