Tag: Tumbuhan bermanfaat

Tanaman Anting-anting

Tanaman Anting-anting

Anting-anting adalah tanaman liar yang memiliki nama latin acalypha Indica L. Tanaman ini sangat sering kita jumpai di pekarangan rumah, kebun, pinggir jalan, pinggir sungai, hampir setiap tempat ada tanaman ini. Anting-anting tumbuh dengan sendirinya di mana saja, karena tanaman ini tergolong tanaman rumput yang mudah untuk tumbuh.

Tanaman anting-anting memiliki bentuk daun bulat lonjong. Letak daun tanaman ini berselang seling. Bentuk ujung dan pangkal daun tanaman anting-anting berbentuk lancing, sedangkan bagian pinggir daun bergerigi. Panjang daun tanaman ini ialah 2,5 cm hingga 8 cm serta lebarnya seitar 1,5 cm hingga 3,5 cm.

Tanaman anting-anting banyak ditemukan di pinggir jalan, di lereng gunung dan di lapangan yang memiliki banyak rumput. Tanaman anting-anting memiliki ketinggian sekitar 30 cm sampai dengan 50 cm. Batang tanaman anting-anting dapat bercabang serta memiliki garis kasar memanjang.

Baca juga : Manfaat Tanaman Liar Anting-anting

Keanekaragaman hayati di Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tanaman. Pada saat ini yang telah diketahui khasiatnya hanyalah sebanyak 9.600 spesies tanaman, tetapi yang digunakan sebagai bahan baku industri farmasi kurang lebih dari 283 tanaman.

Sekarang ini penggunaan produk berbahan herbal seperti herbal food, herbal cosmetics, herbal drink, hingga herbal medicine bukan hanyalah sebatas tren, namun sudah menjadi gaya hidup. Hal ini sejalan dengan kecenderungan masyarakat Indonesia untuk kembali ke alam.

Karena sejatinya alam sudah memberi atau menyediakan tumbuhan, fauna, dan seisinya dengan manfaat yang berbeda-beda. Hal ini sudah menjadi salah satu hukum alam, dimana manusia harus dapat berbaur dengan alam, Karena dari alam, manusia dapat lebih peka dalam mencari tanaman buah, tanaman obat, hingga tanaman yang bermanfaat bagi kelangsungan manusia.

Calophyllum Inophyllum

Nyamplung merupakan tanaman Indonesia penghasil minyak selain sawit, kelapa, dan jarak pagar

Nyamplung atau dalam bahasa latinnya Calophyllum Inophyllum adalah jenis tanaman hijau abadi yang banyak di temukan di Asia Selatan dan Tenggara. Tanaman ini tersebar luas mulai dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Lampung, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Nugini.

Tumbuhan berbunga ini memiliki manfaat yang biasanya digunakan sebagai bahan bakar, yakni bijinya yang mempunyai rendemen yang tinggi hingga mencapai 74%. Dalam pemanfaatannya, tanaman ini tidak dapat digunakan untuk kepentingan pangan.

Nyamplung merupakan tumbuhan liar, yang tersebar tumbuh secara alami di Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dimana saja, dan akan berbuah sepanjang tahun. Nyamplung sangat mudah dibudidayakan baik sejenis monokultur, maupun hitan campuran dengan daerah yang beriklim kering.

Tanaman ini dapat dimanfaatkan dan hampir seluruh bagian dari nyamplung dapat menghasilkan berbagai macam produk yang memiliki nilai ekonomi. Jajaran tanaman nyamplung didalam hutan berfungsi sebagai pemecah angin, tanaman pertanian, dan dapat juga dijadikan konservasi pantai.

Selain itu, nyampung juga dapat menekan laku penebangan liar di hutan sebagai kayu bakar, karena produktivitas bijinya lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lain. Pemanfaatan biji tanaman nyamplung ini sama halnya seperti kelapa sawit, begitu juga dengan proses pengolahan biodieselnya.

Mengingat biji nyamplung memiliki zat ekstraktif yang tinggi, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengukusan serta pemisahan getah akan lebih lama dibandingkan dengan sawit, kelapa dan jarak pagar. Selanjutnya untuk proses finishing pengolahan biji nyamplung sendiri harus dibutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi.