Tag: Tanaman berbunga

Daun Andong

Daun Andong

Andong atau hanjuang (Cordyline fruticosa) adalah tanaman berbunga hijau di keluarga Asparagus, Asparagaceae, yang dikenal dengan berbagai nama umum, termasuk palem kubis, tanaman keberuntungan, kelapa lily, tanaman Hawai, Pore Ti (Maori ).

Sebelumnya dirawat di keluarga Agavaceae dan Laxmanniaceae (sekarang kedua subfamilies dari Asparagaceae dalam sistem APG III), itu adalah tanaman berkayu yang tumbuh hingga 4 m (13 kaki) tinggi, dengan daun 30–60 cm (12-24 inci) (jarang 75 cm atau 30 inci) panjang dan 5–10 sentimeter (2,0–3,9 inci) lebar di bagian atas batang berkayu. Ini menghasilkan 40-60-centimeter (16-24 inci) malai panjang beraroma bunga kekuning-kuningan kecil hingga merah yang matang menjadi buah beri merah.

Ini adalah asli ke Asia tenggara tropis, Papua New Guinea, Melanesia, Australia timur laut, Samudra Hindia, dan bagian dari Polinesia. Ini bukan asli ke Hawaii atau Selandia Baru tetapi diperkenalkan ke keduanya oleh pemukim Polinesia.

Spesies ini menyebar dari daerah asalnya di seluruh Polinesia sebagai tanaman budidaya. Rimpang starch, yang sangat manis ketika tanaman dewasa, dimakan sebagai makanan atau sebagai obat, dan daunnya digunakan untuk melapisi atap rumah, dan untuk membungkus dan menyimpan makanan. Tanaman atau akarnya disebut dalam sebagian besar bahasa Polinesia sebagai tī. Māori memberi peringkat manisnya tanaman di atas spesies Cordyline yang asli ke Selandia Baru.

Daun juga digunakan untuk membuat barang-barang pakaian termasuk rok yang dipakai dalam pertunjukan tari. Rok hula Hawaii adalah rok padat dengan lapisan buram setidaknya 50 daun hijau dan bagian bawah (bagian atas daun) dicukur rata. Gaun tari Tonga, sisi, adalah celemek sekitar 20 daun, dipakai di atas tupenu, dan dihiasi dengan beberapa daun kuning atau merah (lihat gambar di Māʻulu ʻulu).

Baca juga : Kandungan & Manfaat Tanaman Andong

Di Vanuatu, daun Cordyline, yang dikenal secara lokal oleh nama Bislama nanggaria, dipakai diikat ke dalam sabuk dalam tarian tradisional, dengan varietas yang berbeda memiliki makna simbolik tertentu. Cordylines sering ditanam di luar nakamal.

Di Hawaii kuno tanaman itu dianggap memiliki kekuatan spiritual yang besar; hanya kahuna (imam tinggi) dan aliʻi (kepala) yang mampu mengenakan dedaunan di leher mereka selama kegiatan ritual tertentu. Daun Ti juga digunakan untuk membuat lei, dan untuk membuat garis batas antara sifat-sifat itu juga ditanam di sudut-sudut rumah untuk menjaga hantu memasuki rumah atau properti (yang nama alternatifnya: terminalis). Sampai hari ini beberapa orang Hawaii menanam tī di dekat rumah mereka untuk membawa keberuntungan. Daunnya juga digunakan untuk lava kereta luncur. Sejumlah daun dicambuk bersama-sama dan orang-orang menaiki bukit di atas mereka. Hawaii Kuno juga percaya bahwa daun memiliki khasiat sebagai obat antiseptik dan diuretik.

Akar tanaman ti digunakan sebagai penutup glossy di papan selancar di Hawaii pada awal 1900-an. Ti adalah tanaman hias yang populer, dengan banyak kultivar yang tersedia, banyak dari mereka dipilih untuk dedaunan hijau atau kemerahan atau ungu.Di Hawaii, rimpang ti difermentasi dan disuling untuk membuat okolehao, minuman keras.

Cara Merawat Bunga Anggrek

Cara Merawat Bunga Anggrek

Beberapa jenis anggrek yang ada di Indonesia diantaranya telah masuk dalam kategori flora langka, dan itu sebabnya pemerintah membuat undang-undang khusus untuk melindungi bunga cantik ini. Bunga anggrek juga menjadi tanaman khas, bahkan menjadi maskot dari salah satu Provinsi yang ada di Indonesia. Cara merawat bunga anggrek juga merupakan salah satu faktor penentu keluarnya bunga yang indah.

Anggrek hitam adalah maskot Provinsi Kalimantan Barat yang juga tumbuh di Papua Nugini. Perlu diketahui, anggrek membutuhkan waktu sekitar 15 bulan untuk dapat di panen bunga pertamanya.

Sama halnya seperti tanaman lainnya, bunga anggrek juga perlu perawatan dalam kesehariannya. Apalagi bagi pembudidaya bunga anggrek. Lokasi budidaya anggrek menjadi salah satu faktor penting. Meskipun anggrek dapat tumbuh di berbagai iklim, namun Anda harus memperhatikan banyak hal yang berkaitan dengan syarat lokasi, seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembapan, dan lain-lain.

Namun untuk mendapatkan kecantikan dan keindahan bunga anggrek, perawatan bunga ini sedikit berbeda dengan tanaman bunga lainnya. Dari sisi intensitas sinar matahari, jenis anggrek tanah, perlu paparan sinar matahari langsung. Anggrek ini harus ditanam di tempat terbuka. Sinar yang didapatkan wajib 100% tanpa peneduh apapun. Kalau Anda memasangkan peneduh, justru akan membuat tanaman anggrek tanah mati.

kelembapan udara atau sering disebut kadar uap air yang ada di sekitar tanaman anggrek wajib anda perhatikan. Anda harus mengatur kelembapan udara agar kesehatan tanaman anggrek tetap terjaga. Anggrek tidak boleh ditanam di lokasi yang terlalu basah. Anggrek tidak akan tahan dengan kondisi lingkungan demikian. Sebenarnya anggrek dapat tumbuh ditempat yang kering sekalipun. Namun anda harus rutin menyiraminya untuk menjaga kelebaban tanah atau media tanam yang anda lakukan.

Lokasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anggrek. Jenis anggrek yang ditanam sebaiknya disesuaikan dengan ketinggian lokasi budidaya. Meskipun anggrek dapat tumbuh di mana saja, namun ketepatan pemilihan lokasi sangat menentukan maksimal atau tidaknya tingkat pertumbuhan anggrek.

Jenis anggrek cymbidia dan miltonia cocok ditanam di kawasan dengan ketinggian 1001 mdpl. Sementara jika Anda berada di lokasi dengan ketinggian 500 sampai 1000 mdpl, budidayakan jenis anggrek dendrobium, oncidium dan cattleya.

Meski mudah tumbuh di berbagai iklim, namun anggrek juga perlu perawatan untuk dapat menghasilkan bunga yang indah dengan warna yang cantik. Tips merawat bunga anggrek ini biasa digunakan oleh para pembudidaya bunga mempesona ini. Beberapa diantaranya juga memilih untuk membuat tempat sendiri atau mendesain tempat untuk bunga anggrek agar tetap terjaga kelembapannya.

Pohon Dadap Merah

Dadap Merah

Dadap Merah adalah salah satu pohon berbunga dengan warna merah yang cantik dan berbentuk mengerucut. Pohon dadap biasanya ditanam di area pekarangan rumah. Selain dari bunganya yang cantik, pohon dadap juga dapat dimanfaatkan sebagai peneduh.

Pohon ini rata-rata mempunyai ukuran batang 10-25 cm. Manfaat lain dari pohon dadap merah adalah bagian daunnya, yang konon mampu menyembuhkan malaria. Tanaman yang kerap digunakan sebagai pagar hidup dan peneduh ini memiliki banyak sebutan yang lain. Di antaranya dadap ayam, dadap laut, dan masih ada dadap lainnya.

Dadap kerap dipakai sebagai pohon peneduh di kebun-kebun kopi dan kakao, atau pohon rambatan bagi tanaman lada, sirih, panili, atau umbi gadung. Juga baik digunakan sebagai tiang-tiang pagar hidup. Di wilayah Pasifik, dadap dimanfaatkan sebagai penahan angin.

Tanaman ini menghasilkan kayu ringan, lunak, dan berwarna putih yang baik untuk membuat pelampung, peti-peti pengemas, pigura, dan mainan anak-anak. Kayunya juga merupakan bahan pulp, namun kurang baik digunakan sebagai kayu api karena banyak berasap.

Dadap menyebar secara alami di pantai dan daerah-daerah di belakangnya, terutama di dekat-dekat muara sungai. Pohon ini tumbuh baik di daerah lembap dan setengah kering, dengan curah hujan 800 – 1500 mm pertahun dan 5-6 bulan basah. Ditanam untuk pelbagai keperluan, dadap sering dijumpai mulai dari wilayah pesisir hingga elevasi sekitar 1500 m dpl.

Meskipun mampu hidup pada pelbagai keadaan tanah, dadap menyukai tanah-tanah yang dalam, sedikit berpasir, dan berdrainase baik. Dadap mampu tumbuh pada tanah-tanah bergaram, tanah yang terendam air secara berkala, dan tanah kapur berkarang. Kisaran pH tanah antara 4,5 – 8,0.

Pohon dadap tidak termasuk dalam jenis tumbuhan yang dilindungi, karena pohon dadap sangat banyak ditemukan di Indonesia yang tumbuh secara liar di hutan dan di beberapa perkebunan.