Tag: mamalia laut

Duyung Yang Masih Tersisa Di Penangkaran

Duyung Yang Masih Tersisa Di Penangkaran

Dugong atau duyung adalah sejenis mamalia laut yang masih salah satu anggota Sirenia. Hewan mamalia ini mampu hidup dengan usia mencapai 22 sampai 25 tahun. Duyung bukan seokor ikan, karena hewan ini menyusui anaknya dan masih merupakan kerabat evplusi dari gajah. Dugong merupakan satu-satunya lembu laut yang dapat ditemukan dikawasan perairan sekitar 37 negara di wilayah Indo-Pasifik.

Habitat asli dugong meliputi daerah pesisir dangkal hingga dalam dengan suhu hangat minimum 15 sampai 17 derajad celcius. Duyung merupakan mamlia laut herbivora atau pemakan dedaunan. Dugong atau duyung sangat bergantung kepada rumput laut sebagai sumber pakannya, sehingga penyebaran hewan ini sangat terbatas pada kawasan pantai tempat hewan ini dilahirkan.

Satwa ini membutuhkan kawasan jelajah yang luas, perairan dangkal serta tenang seperti di kawasan teluk dan hutan bakau. Moncong hewan ini menghadap ke bawah, supaya mudah untuk menjamah rumput laut yang tumbuh di dasar perairan. Mamalia ini sangat sedikit di alam bebas karena dugong menjadi buruan manusia dari beribu-ribu tahun yang lalu karena daging dan minyaknya.

CITES melarang untuk perdagangan hewan ini, dan sudah mencatat ke daftar hewan yang dilindungi. Meskipun satwa ini sudah dilindungi dibeberapa negara, namun penurunan populasinya masih sangat cepat karena pembukaan lahan baru, kehilangan habitat serta kematian yang secara tidak langsung disebabkan oleh aktivitas nelayan dalam penangkapan ikan.

Di alam bebas, duyung bisa bertahan hidup hingga usia 70 tahun lebih. Salah satu faktor menurunnya populasi duyung adalah angka kelahiran yang rendah, sehingga mengancam turunnya populasi duyung. Terkait itu, duyung juga terancam punah akibatbadai, hewan pemangsa seperti hiu, parasit, paus pembunuh, dan buaya. Hingga kini masih sangat banyak pemburuan dugong dengan menggunakan alat-alat penangkap ikan, seperti jaring ingsang yang akan membuat duyung tidak dapat bergerak. Meskipun mamalia air ini sudah dilindungi, namun minimnya reproduksi dari hewan ini sendiri.