Tag: Jenis tanaman Indonesia

Manfaat Asam Jawa

Manfaat Asam Jawa

Asam jawa telah ditemukan dapat untuk menurunkan kolesterol dalam serum mereka, dan dalam kuning telur yang mereka taruh. [Karena kurangnya uji klinis manusia yang tersedia, tidak ada bukti yang cukup untuk merekomendasikan asam jawa untuk pengobatan hiperkolesterolemia atau diabetes.

Bagian yang berbeda dari asam (T. indica) diakui untuk berbagai sifat obat mereka. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa benih, daun, urat daun, pulp buah dan ekstrak kulit asam memiliki kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan yang tinggi. Kehadiran lupanone dan lupeol, catechin, epicatechin, quercetin dan isorhamnetin dalam ekstrak daun dapat berkontribusi terhadap beragam kegiatan obat.

 

Tanaman asam jawa mengandung saponin, flavonoida, dan tanin pada setiap bagian tanaman asam jawa. Selain daripada itu, asam jawa juga memiliki manfaat bagi tubuh seperti :

  • Obat Sariawan
  • Melancarkan dan memperbanyak air susu ibu
  • Mengurangi radang dan rasa sakit di persendian
  • Rematik
  • Menyembuhkan luka pada kulit
  • Obat penyakit kulit seperti contohnya bisul dan ruam pada permukaan kulit
  • Batuk dan demam
  • Disentri
  • Diare
  • Obat penurun panas
  • Analgesik
  • Antiseptik
  • Astringen
  • Tonik
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Meningkatkan imunitas tubuh

Di sisi lain, ultra-high performance liquid chromatography (UHPLC) analisis mengungkapkan bahwa biji asam jawa mengandung catechin, procyanidin B2, asam caffeic, asam ferulic, chloramphenicol, myricetin, morin, quercetin, apigenin dan kaempferol. Pengobatan daun asam pada sel HepG2 hati secara signifikan mengatur ekspresi gen dan protein yang terlibat dengan dampak yang berdampak pada sistem koagulasi, biosintesis kolesterol, sinyal metabolisme xenobiotik dan respon antimikroba.

Buah Dewandaru Penghuni Karimunjawa

Buah Dewandaru

Dewandaru kini kembali melambung setelah ramainya Karimunjawa Jawa Tengah, dan dewandaru dianggap buah 90 an yang sudah punah. Dewandaru adalah jenis tanaman buah yang memiliki nama latin Eugenia Uniflora L, dan masih keluarga dari cermai. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 5 m lebih.

Buah Ndaru masih memiliki kerabat dengan jambu air, bentuknya bulat dan berlekuk. Sepintas buah ini mirip seperti buah Cermai, hanya saja warnanya akan berubah saat mendekati masa siap petik, dari hijau, kuning, oranye, hingga merah tua saat matang.

Walaupun kecil, buah ini mengandung banyak sekali manfaat loh Saboom, dalam buah ini terdapat banyak protein, karbohidrat, dan vitamin C, serta kandungan air. Dari beberapa situs kesehatan online, buah mungil ini bisa mengatasi penyakit seperti hipertensi, berfungsi sebagai anti-bakteri dan anti-oksidan, serta gejala penyakit kanker.

Baca juga : 11 Manfaat Buah Dewandaru

Mirip seperti buah legendaris Ciplukan yang sudah tak terdengar lagi kabarnya, namun tiba-tiba muncul di supermarket dengan harga mahal, buah Ndaru juga mengalami hal serupa. Jika dulu buah ini bisa dijumpai di jalan atau depan rumah, sekarang kamu masih bisa menikmati buah ini, tapi dibanderol dengan harga yang super mahal. Untuk bibit dewandaru dengan tinggi 20-40 cm, bisa dibeli dengan harga Rp30.000-Rp35.000. sedangkan buah yang sudah matang bisa mencapai 100 ribu di beberapa situs jual beli online.

Selain buah yang mengandung banyak khasiat untuk kesehatan, kayu pohon Ndaru pun mulai dicari kembali oleh para pengrajin. Yap, batang dari pohon yang katanya ajaib ini bisa disulap menjadi berbagai barang kerajinan dengan harga yang fantastis. Di sekitar objek wisata Karimunjawa, sebagian warga bahkan mengubah batang pohon ini menjadi souvenir berupa tongkat, gelang, tasbih, serta berbagai aksesoris yang laku keras di pasaran turis domestik.

Buah yang sudah semakin langka karena keberadaannya yang sangat terbatas ini menjadikan buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Semenjak adanya tempat wisata Pulau Karimunjawa yang ada di Jawa Tengah, buah dewandaru kini seakan hidup kembali karena di Pulau itu sangat banyak ditumbuhi pohon dewandaru. Buah dewandaru pun menjadi salah satu oleh-oleh dari Karimunjawa.

Manfaat Daun Sirsak

Manfaat daun sirsak

Sirsak adalah tanaman buah yang masih familly dengan buah sirkaya, dimana memiliki tekstur pohon kering dan berukuran diameter kecil. Selain menghasilkan buah, daun sirsak ternyata memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Daun sirsak merupakan salah satu bahan obat tradisional yang hingga kini masih digunakan oleh sebagian orang di Indonesia.

Beberapa manfaat yang terdapat di dalam daun sirsak antara lain seperti dapat mengatasi asam urat, mencegah penyakit batu ginjal, dapat menurunkan hipertensi, menyembuhkan bisul, menyembuhkan diabetes militus, mengobati kanker, mengatasi sesak nafas, dapat mengatasi penyakit jantung koroner, mengobati batuk ringan, sebagai obat wasir, dan dapat mengobati batuk ringan untuk semua umur.

Untuk meracik daun sirsak tidak terlalu sulit, dan tidak ada tambahan bahan-bahan yang lainnya. Berikut adalah cara untuk membuat minuman jamu atau ramuan untuk mengatasi penyakit yang disebutkan :

  • Siapkan 10 lembar daun sirsak yang sudah dibersihkan menggunakan air bersih.
  • Rebus 3 gelas air putih bersamaan dengan daun sirsak yang sudah bersih.
  • Tunggu beberapa menit hingga air menyisakan 1 gelas air ramuan.
  • Ramuan sudah bisa diminum.

Dalam mengonsumsi minuman herbal daun sirsak, diharapkan jangan mengonsumsinya setiap hari. Daun sirsak memiliki senyawa yang dapat membuat tubuh anda terasa sedikit hangat. Jika dikonsumsi disetiap hari dengan jangka waktu yang cukup panjang, akan dapat membuat rambut anda rontok.

11 Tumbuhan Asli Indonesia

Bunga Melati merupakan Puspa Negara Indonesia

Indonesia adalah sebuah negeri yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang terdiri dari dua macam yakni Sumber daya alam yang ada di darat dan yang ada di laut. Indonesia terkenal akan hutan tropisnya yang masih cukup luas untuk menyimpan kekayaan flora dan fauna yang ada didalamnya.

Banyaknya tanaman yang ada di Indonesia, sebagian besar adalah tanaman asli bumi pertiwi. Namun ada pula beberapa tanaman asal luar negeri yang bisa tumbuh di subur dan dibudidayakan di Indonesia. Sekian banyaknya tumbuhan yang ada di Indonesia, kini sudah semakin berkurang karena kegiatan eksploitasi alam.

Berikut adalah tanaman asli Indonesia yang keberadaannya semakin menurun, dan beberapa sudah tidak ditemukan di habitat aslinya.

Wijaya Kusuma

Bunga Wijaya kusuma mempunyai nama latin Epiphyllum Anguliger merupakan masuk dalam jenis tanaman kaktus. Tanaman ini berasal dari Amerika Tropika yaitu Venezuela dan Caribia dan dapat tumbuh didaerah yang beriklim sedang, hingga beriklim tropis. Walau begitu, tidak semua jenis tanaman seperti ini dapat berbunga karena pengaruh dari keadaan iklim, kesuburan tanah, serta bagaimana cara memelihara.

Wijaya kusuma dapat tumbuh di iklim yang sedang, dan ia hanya akan merekah pada saat malam hari dengan waktu yang tidak lama. Tanaman jenis kaktus memang agak sulit untuk menentukan cara perawatannya secara biologis, dan berbeda dengan wijaya kusuma. Bunga ini dapat merekah secara total ketika malam hari sekitar pukul 00.00 waktu setempat.

Teratai

Teraitai (Nymphaea) adalah tumbuhan yang tumbuh dipermukaan air yang tenang. Tanaman air yang berasal dari suku Nymphaea dikenal sebagai waterlily (Bahasa Inggris). Di Indonesia, nama lain teratai adalah lotus. Bunga dan daunnya terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada didalam lumpur pada dasar kolam, sungai, atu rawa.

Tangakai terdapat di tengah-tengah daun, dan daun bunga teratai tidak mengandung lapisan lilin, sehingga air yang jatuh dipermukaan daun, tidak akan memberntuk butiran air.

Anggrek Hitam

Anggrek hitam yang bernama latin Coelogyne Pandurata merupakan jenis anggrek yang bisa tumbuh di Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Sumatera. Anggrek hitam menjadi maskot Flora Provinsi Kalimantan Timur yang saat ini mengalami penurunan jumlah habibat yang cukup besar. Hal ini dikarenakan semakin berkurangnya luas hutan di Kalimantan, serta banyaknya para kolektor Flora yang memburu Bunga Maskot Kalimantan Timur ini.

Indonesia memiliki beragam Flora yang sangat luar biasa. Bunga Anggrek hitam ini sudah terkenal hingga kemanca negara, bahkan anggrek hitam sudah sangat mendunia di kalangan para pecinta Flora. Selain Provinsi Kalimantan Timur, Papua juga memiliki bunga Anggrek yang sudah dikenal diberbagai negara didunia.

Melati

Bunga Melati adalah tanaman hias yang tinggi pohonnya dibawah 6 meter (Perdu), memiliki batang tegak dan hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga Zaitun yang bernama latin Olceaceae. Tumbuhan asli daerah Tropis dan hangat ini terdiri sekitar 200 spesies di daerah Eurasia, Australasia dan Oseania.

Secara luas, Melati telah dibudidayakan karena aroma khas dari bunga Melati ini. Di Indonesia merupakan negara yang menggunakan bunga Melati untuk dijadikan sebagai “Puspa Bangsa” atau Simbol Nasional. Melati Putih (Jasminum Sambac) adalah jenis bunga Melati yang dijadikan sebagai Puspa Bangsa Indonesia, karena bunga ini melambangkan kesucian serta kemurnian yang dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyaknya suku di Indonesia.

Kunir

Kunir atau yang disebut dengan kunyit adalah salah satu tanaman rempah-rempah, dan juga dapat digunakan sebagai obat. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, yang tersebar luas ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia, dan Afrika.

Di Asia khususnya Indonesia, hampir seluruh penduduknya mengonsumsi tanaman rempah tersebut. Mulai dari pelengkap bumbu masakan, hingga digunakan sebagai jamu yang dapat menjaga kesehatan tubuh. Kunir temasuk dalam kelompok jahe-jahean yang dikenal sebagai tanaman herbal.

Sarang Semut

Sarang semut adalah tumbuhan asal Asia Tenggara yang menjadi salah satu flora endemik di Papua Nugini Indonesia. Tumbuhan ini memiliki lubang-lubang menyerupai sarang semut, dan tumbuh dicabang-cabang pohon besar didalam hutan.

Cara hidup tumbuhan unik ini dengan sama seperti benalu, yang mana sarang semut ini akan bergantung dan mengambil kebutuhan nutrisinya dari pohon yang ia tunbuhi tersebut. Sarang semut sangat banyak ditemukan di daerah Papua, dan ia tumbuh liar di hutan-hutan sekitar Pulau yang memiliki nama lain Mutiara Hitam ini.

Tumbuhan ini tidak berbuah, berbentuk seperti namanya yakni sarang semut, dan berbatang tunggal yang tidak memiliki cabang, serta berdaun hijau. Akar umbi sarang semut terjuntai pada cabang-cabang tanaman, dengan jumlah yang cukup banyak. Sementara bongkot tanaman ini berwarna coklat keabu-abuan, mengembang sesuai pertumbuhan, dan banyak ditumbuhi duri-duri kecil.

Cengkeh

Cengkeh adalah tanaman Indonesia yang sangat banyak kegunaannya sebagai campuran pada rokok, atau sebagai rempah untuk masakan, dan minuman rempah. Cengkeh merupakan jenis bunga berbentuk kecil, dan wangi. Bunga kering dari jenis tanaman syzgium aromaticum yang memiliki nama lain cloves. Cengkeh memiliki warna merah dalam keadaan segar, dan akan berwarna coklat kehitaman saat dikeringkan.

Tanaman yang berasal dari Nusantara ini memiliki rasa yang sedikit pedas, sehingga banyak digunakan sebagai bahan rempah makanan Eropa yang terkenal pedas. Tanaman ini sering kali dijual dalam keadaan kering, atau bubuk. Karena sampai saat ini belum ada yang menjual cengkeh dalam keadaan segar di pasaran.

Purwaceng

Purwaceng atau Purwoceng adalah tumbuhan pegunungan yang terkenal dengan akarnya yang berkhasiat untuk meningkatkan gairah seksual (afrodisiak). Biasanya akar akan diolah dalam bentuk bubuk, dan digunakan sebagai campuran kopi atau susu tertentu.

Tumbuhan kecil ini memiliki batang yang lunak dengan tumbuh mendatar diatas permukaan tanah seperti semanggi gunung, namun tidak merambat. Purwaceng banyak ditemukan di Jawa, dan memiliki daun kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1 hingga 3 cm.

Daerah yang banyak ditumbuhi purwaceng adalah dataran tinggi dieng Jawa Tengah. Tempat lain yang terdapat tumbuhan serupa adalah di Pegunungan Hyang, dan Pegunungan Tengger. Dari beberapa penelitian, diketahui bahwa ada efek nyata yang terdapat dari tanaman purwaceng terhadap peningkatan kemampuan seksual.

Tengkawang

Tengkawang adalah nama buah dan pohon yang menghasilkan minyak lemak yang berharga tinggi. Pohon tengkawang ini hanya terdapat di Pulau Kalimantan Barat dan telah dibudidayakan sejak tahun 1881 silam. Pohon ini memiliki nilai ekonomis yang baik, yang dapat menghasilkan minyak nabati. Tumbuhan ini juga termasuk dalam genus Shorea atau meranti.

Salah satu pohon jenis meranti yang merupakan tenaman endemik Kalimantan Barat adalah meranti merah. Warga setempat menyebut pohon ini dengan nama pohon Tengkawang Tungkul. Minyak Tengkawang di dapat dari biji tengkawang yang sudah dijemur atau disalai hingga kering, kemudian ditumbuk dan dikempa.

Pohon Tengkawang merupakan tanaman asli Indonesia yang menjadi flora identitas Provinsi Kalimantan Barat, dan sebanyak 12 jenis tengkawang telah dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.7 tahun 1999, tentang perlindungan tumbuhan dan satwa.

Daun Sang

Daun Sang, salo daun payung, atau daun raksasa merupakan jenis tumbuhan palem yang mempunyai daun yang besar, lebar, dan relatif kuat. Di Indonesia, tumbuhan yang hanya memiliki daun yang besar ini disebut dengan daun payung. Tanaman ini dikenal dengan daun salo (Kepulauan Riau), dan di Sumatera disebut dengan daun sang. Jika di pedalaman Semenanjung Malaya dan Serawak, daun ini pergunakan sebagai atap rumah mereka.

Daun raksasa termasuk tanaman palem dan merupakan salah satu tanaman di Indonesia, tepatnya di Sumatera Utara. Anda dapat menjumpai tanaman ini didaerah Aras Napal dekat dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Tanaman daun raksasa ini memiliki nama latin Johannestijsmania altifrons, yang merupakan salah satu dari empat keluarga pinang-pinangan atau palem tersebut.

Tanaman Dataran Tinggi Yang Menjadi Buah Khas Dieng

Buah Carica atau pepaya Dieng adalah keluarga dari pepaya yang tumbuh di dataran tinggi basah sekitar 1.500 hingga 3.000 mdpl. Asal dari buah karika adalah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan yang kini banyak di jumpai di Indonesia tepatnya di daerah Dieng, Wonosobo Jawa Tengah.

Pepaya dieng ini memiliki pohon yang sama seperti pohon pepaya yang lainnya, yang merupakan pohon kecil yang tidak berkayu. Tanaman perdu mempunyai cabang yang banyak, serta mempunyai ukuran yang lebih kecil dari pada batang pohonnya.

Tinggi pohon carica biasanya hanya tumbuh dengan tinggi sekitar 1 hingga 2 m, dan bunga jantan memiliki tangkai yang panjang sekitar 15 cm. Sedangkan bunga betina berukuran lebih besar dengan tangkai sedikit keras dan pendek. Buah carica merupakan sumber kalsium, gula, vitamin A dan C.

Memiliki bentuk dan struktur yang sama dengan pepaya pada umumnya, namun bentuk dari buah carika tidak sama seperti pepaya yang biasanya berukuran besar. Buah carica memiliki bentuk dan ukuran yang kecil yang ukuran panjang sekitar 6 hingga 10 cm, dengan diameter buah 3 hingga 4 cm. Buah carica yang sudah masak biasanya berwarna jinga kekuningan, daging buah keras dengan rasa agak masam dan beraroma harum yang khas.

Awal keberadaan carica di Indonesia adalah pada masa menjelang Perang Dunia II yang dibawa oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, dan berhasil dikembangkan di datarang tinggi Dieng. Tak dapat ditemui di daerah lain selai di Dataran Tinggi Dieng, dan buah carica menjadi salah satu buah tangan khas Dieng.

Tanaman ini tidak bisa ditanam di daerah dataran rendah, karena carika termasuk tanaman yang hanya dapat tumbuh subur di daerah dataran tinggi dengan iklim sejuk. Tanaman carika juga tidak mudah terserang virus yang umumnya menyerang pada pepaya biasa, dan carica merupakan jenis tanaman yang populer di Amerika Selatan. Sayangnya tanaman yang satu ini tidak bisa dijadikan sebagai tanaman hias, karena tanaman ini sedikit berbeda dengan pepaya biasa yang bisa hidup dimana saja.