Tag: Jenis Flora Fauna Indonesia

11 Jenis Bunga Anggrek Di Indonesia

Beberapa macam anggrek ada di Indonesia

Anggrek adalah salah satu jenis tanaman bunga hias yang sangat digandrungi para kaum hawa. Bunga memiliki banyak jenis, dan warna yang memiliki keindahan tersendiri. Indonesia merupakan rumah bagi anggrek, dimana ada sekitar 6.000 jenis anggrek yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki spesies anggrek terbanyak dan paling lengkap didunia.

Beberapa jenis anggrek diantaranya telah masuk dalam kategori flora langka, dan itu sebabnya pemerintah membuat undang-undang khusus untuk melindungi bunga anggrek tersebut. Berikut jenis anggrek yang ada di Indonesia :

Anggrek Sendok


Anggrek jenis ini memiliki warna kuning cerah dengan sedikit keputihan dan merah di tengahnya. Bentuk yang hampir mirip dengan sendok makan, maka kemudian bunga anggrek ini disebut sebagai anggrek sendok.

Anggrek Bulan Bintang


Anggrek bulan bintang memiliki lima kelopak yang berbentuk menyerupai bintang, dengan bagian tengah seperti bulan. Anggrek jenis ini memiliki warna yang cukup indah, dan bunga ini merupakan salah satu anggrek yang banyak diminati oleh kaum wanita.

Anggrek Stuberi


Anggrek Stuberi memiliki warna yang sangat indah dan juga menawan. Warna kuning dan putih yang dominan, dengan perpaduan warna unggu serta bentuk kelopaknya yang menyerupai spiral.

Anggrek Serat


Anggrek serat memiliki lima kelopak yang meruncing, dengan perpaduan warna putih, kuning, dan merah muda. Bunga ini banyak mengandung serat yang kandungan seratnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan anyaman. Bunga anggrek serat banyak ditemukan dan tumbuh liar di hutan daerah Sulawesi Tenggara, dan bunga ini menjadi identitas Sulawesi Tenggara.

Anggrek Pensil


Anggrek pensil merupakan tanaman yang hidupnya bergantung atau menumpang pada bunga bakung. Namun pada tahun 1882, bunga anggrek pensil sempat diberi gelar sebagai ratu anggrek karena keindahannya.

Anggrek Selop


Anggrek selop memiliki bulu halus, dan merupakan tumbuhan endemik yang hanya ditemukan di lereng Gunung Semeru. Bunga anggrek selop cukup unik, yakni dengan memiliki labellum yang terdapat di bagian bunga yang menyerupai selop sepatu.

Anggrek Alang-alang Pucat


Bunga anggrek jenis ini biasanya akan muncul di antara bulan Juni hingga Maret, dan tumbuh liar di daerah basah seperti tepian sungai.

Anggrek Raksasa Irian


Anggrek jenis ini memiliki ukuran yang sangat besar dibanding dengan anggrek pada umumnya. Anggrek raksasa ini termasuk tanaman berumbi semu pendek, dan merupakan anggrek terbesar yang pernah ada.

Anggrek Kelip


Anggrek kelip adalah tanaman epifit yang tumbut di daerah beruhu hangat, dengan jenis daun elip yakni bergelombang dan menyempit dibagian bawah.

Anggrek Kasut Kumis


Anggrek yang satu ini memiliki bentuk yang cukup unik, yang menyerupai tumbuhan kantung semar. Anggrek ini memiliki warna unggu dengan perpaduan warna hijau di bagian kantungnya.

Anggrek Bulan


Anggrek bulan memliki warna putih dengan corak kuning dan merah, serta bentuk serta warnanya menyerupai bulan di malam hari. Anggrek ini banyak ditemui di Profinsi Kalimantan Barat.

Mengenal Babirusa

Babirusa adalah hewan endemik Indonesia yang berada di Sulawesi dan Maluku

Babirusa adalah jenis babi liar yang hanya ada di Indonesia, yang terdapat di sekitar Sulawesi dan Maluku. Habitat asli babirusa adalah jenis hutan hujan tropis. Babi jenis ini sama halnya seperti babi yang lain, yang gemar memakan buah-buahan serta tumbuhan seperti mangga, jamur, dan dedaunan.

Babirusa merupakan hewan nokturnal, dimana satwa ini hanya akan berburu makanan dimalam hari untuk mengindari binatang buas pemangsanya. Ukuran tubuh babirusa lebih besar dari babi hutan biasa yakni sekitar 87 hingga 106 cm. Sedangkan tingginya berkisar antara 65 sampai 80 cm dengan berat tubuh mencapai 90 kg.

Jenis jantan memiliki taring yang menjulang keatas, sementara betina hanya memiliki taring dengan ukuran kecil. Sedangkan terdapat dua taring yang mencuat keatas di dekat mata yang berfungsi sebagai pelindung mata dari semak berduri.

Meski babirusa bersifat penyendiri, namun pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan satu pejantan yang paling kuat sebagai pemimpin. Babirusa termasuk hewan yang pemalu, dan ia akan berubah menjadi buas ketika merasa terganggu.

Mamalia hutan ini memiliki masa kehamilan sekitar 125 hingga 150 hari, dan ia akan melahirkan satu hingga dua ekor anak saat melahirkan. Selanjutnya bayi babirusa akan di susui kurang lebih selama satu bulan, dan ia akan mencari makan sendiri di hutan bebas besama induknya.

Masa reproduksi babirusa sangat lama, sang betina akan melahirkan hanya satu kali dalam setahun. Sedangkan usia dewasa babirusa yakni 5 hingga 10 bulan, dan ia hanya bertahan hingga usia 24 tahun.

Sejak tahun 1996 silam, babirusa sudah masuk dalam kategori hewan langka yang dilindungi oleh IUCN dan CITES. Hal ini dikarenakan pemburuan penduduk setempat yang sengaja membunuhnya karena dianggap perusak lahan pertanian dan perkebunan. Tak jarang babirusa diburu untuk dimakan dan diperjual bellikan dagingnya.

Kini jumlah hewan endemik Indonesia ini diperkirakan tersisa 4000 ekor saja. Meski demikian, masih sering dijumpai adanya perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Dari kejadian tersebut, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI berkerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk melindungi babirusa.

Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi juga mengadakan program perlindungan serta pengawasan habitat asli hewan endemik Indonesia ini, dan meraka juga membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah yang luasnya mencapai 800 hektare.

Katak Jenis Baru Di Indonesia

Megophrys Lancip merupakan katak jenis baru

Keaneka ragaman fauna di Indonesia tercatat kian menurun menurut jenis satwa yang terancam punah. Diawali dengan populasinya yang berkurang karena faktor alam, reproduksi, serta pemburuan yang semakin marak terjadi. Disisi lain, ada beberapa fauna yang bertambah seiring ditemukannya jenis satwa baru.

Akhir-akhir ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menemukan katak dan cicak yang merupakan jenis baru. Katak jenis baru ini sebenarnya sudah banyak diburu manusia untuk dipelihara karena bentuknya yang unik. Namun hingga sampai saat ini belum diketahui secara ilmiah tentang namanya.

Katak jenis baru ini diberi nama ilmiah Megophrys Lancip, yang berarti katak mulut lancip. Sebelumnya banyak yang tidak menyadari jika ternyata katak tersebut adalah jenis baru, dan LIPI langsung melakukan eksplorasi tentang katak jenis baru tersebut pada tahun 2013 lalu.

Awal ditemukannya katak jenis Megophrys Lancip yakni di kebun kopi Ngarip, di sebuah Desa kecil kawasan Lampung, Sumatera. Saat melakukan penelitian tentang jenis katak baru ini perlu dibutuhkan kejelian karena bentuk katak tersebut sangat menyerupai sampah organik (serasah).

Sekilah bentuk katak moncong lancip menyerupai jenis katak yang ada di Jawa dan juga Sumatera. Namun setelah dilakukan tes DNA, ternyata jenis Megophrys Lancip berbeda dan tim LIPI langsung melakukan ekspedisi untuk menindak lanjuti jenisnya.

Katak jenis Megophrys Lancip memang sudah ada di Indonesia sejak lama, namun jenis baru ini memiliki ciri dan bentuk yang berbeda dengan katak yang sudah ada. Kehadirannya pun membuat ramai media karena bentuknya yang unik, setelah ditelusuri ternyata sudah lama katak ini di perjual belikan kepada pecinta katak.

Hingga kini belum ada yang memperhatikan tentang keberadaan fauna jenis katak untuk dimasukkan ke dalam daftar satwa yang dilindungi. Sebenarnya katak sangat penting bagi kehidupan di alam bebas sebagai rantai makanan, dan sebagai pemberi isyarat pergantian iklim di Indonesia.

Bunga Mawar Mega Putih

Bunga Mawar Mega Putih banyak ditemukan di Indonesia, dan merupakan tanaman hias yang langka setelah bunga mawar hitam

Mawar adalah salah satu jenis tanaman semak yang terdiri dari 100 spesies lebih, serta tanaman yang tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Bunga mawar pada umumnya merupakan tanaman semak yang berduri yang banyak diminati oleh para kaum hawa untuk dijadikan sebagai tanaman hias.

Jenis mawar yang satu ini merupakan tanaman yang jarang ditemui, kecuali di penjual-penjual tanaman hias. Mawar putih dapat tumbuh dengan tinggi mencapai 2 hingga 5 m, bahkan tak jarang mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 m.

Pada umumnnya mawar jenis ini mempunyai daun yang panjangnya antara 5 hingga 15 cm, yang setiap tangkainya terdiri dari 3 atau 5 daun paling sedikit. Bentuk daun meruncing, bergerigi, dengan batang yang berduri di bagian bawah dekat tanah.

Bunga Mawar sebenarnya bukanlah tanaman tropis, Karena sebagian besar dari mawar putih akan merontokan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang akan selalu berdaun hijau di sepanjang tahun.

Bunga cantik ini terdiri dari 5 helai daun mahkota, dan sama dimiliki oleh beberapa mawar lain yang berwarna merah muda, kuning, dan biru. Mawar tergolong tanaman yang memiliki satu bunga dengan banyak putik, serta hanya ada satu bunga di setiap tangkainya atau bunga tunggal.

Mawar banyak tumbuh subur di daerah beriklim sedang, walau ada beberapa bunga yang berhasil tumbuh dari hasil penyambungan. Selain sebagai bunga potong, dan tanaman hias, dibalik kecantikannya juga memiliki manfaat seperti anti bakteri, anti peradangan, dan merupakan sumber vitamin C.

Mawar banyak tersebar dibeberapa wilayah di belahan dunia, dengan warna khas yang mereka miliki. Di Indonesia sendiri tersebar mawar yang berjenis Hybrid Tea, dan mawar mega putih atau biasa disebut dengan mawar putih. Bunga mawar memiliki harum yang sangat khas, dan sering dihubungkan hal-hal mistis, karena bunga mawar juga digunakan sebagai bunga tabur (bunga tabur untuk makam). Meski sama-sama memiliki bentuk yang sama, aroma bunga mawar tidak semua sama, dan mereka memiliki aroma yang berbeda dengan warna yang mereka miliki.

Ikan Arwana Merah Adalah Ikan Endemik Indonesia

Ikan Arwana Merah adalah ikan Asia dan termasuk ikan endemik Indonesia yang menghuni Sungai Kapuas Kalimantan Barat.

Arwana Merah atau Siluk Merah adalah salah satu spesies ikan air tawar yang berasal dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki tubuh yang panjang serta sirip dubur terletak di bagian belakang tubuhnya. Ikan arwana Asia juga sering disebut dengna ikan naga, karena sebagian orang sering menghubungkannya dengan naga dari Mitiologi Tionghoa.

Pada umumnya, ikan arwana Asia mememiliki warna perak. Namun ada empat variasi warna yang terdapat di beberapa wilayah seperti arwana hijau sering ditemukukan juga di Indonesia, Vietnam, Birma, Thailand, dan Malaysia. Ikan Arwana emas yang memiliki ekor berwarna merah biasanya dapat dijumpai di Indonesia, dan Malaysia.

Sedangkan untuk arwana merah hanya terdapat di Indonesia, karena arwana merah merupakan salah satu hewan endemik Indonesia yang menguni Sungai Kapuas Kalimantan Barat. Arwana Asia merupakan ikan bertulang air tawar yang masih satu keluarga dari Osteoglossidae, dan banyak sebutan untuk ikan ini seperti ikan siluk, ikan kayangan, ikan kalikasi, dan ikan kelasa.

Ukuran panjang tubuh arwana Asia sekitar 20-24 cm, bentuk tubuh yang pipih dan padat. Bentuk mulut arwana yang mengarah keatas serta terdapat sepasang sungut pada bibir bawah. Panjang tubuh arwana dewasa bisa panjang antara 30 hingga 80 cm. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, ikan arwana dianggap sebagai simbol keberhasilan, kejayaan, dan keperkasaan.

Ikan Awrana sebenarnya termasuk ikan purba yang masih hidup hingga saat ini. Namun keberadaannya kini sudah semakin menurun karena arwana Asia kini sudah tersebar di beberapa wilayah, bukan karena ikan tersebut melakukan perjalanan jauh. Melainkan karena aktivitas manusia yang memperdagangkannya, sehingga populasi ikan arwana Asia kini semakin sedikit. Arwana memiliki keunikan pada saat bertelur. Ikan arwana sedikit berbeda dengan ikan pada umumnya. Arwana tidak mengeluarkan anak-anaknya dari dubur, melainkan dari mulut mereka dengan jumlah anak kurang lebih sekitar 50 anak yang dilahirkan dari mulutnya.

Arwana Asia kini sudah dimasukkan dalam daftar spesies langka yang berstatus terancam punah oleh IUCN tahun 2004. Jumlah spesies arwana merah kini sudah sangat mengkhawatirkan karena seringnya di perdagangkan. Banyaknya permintaan untuk dijadikan ikan hias akuarium oleh masyarakat pengikut Feng Shui, mereka tak segan-segan untuk membayar dengan harga yang mahal untuk satu ekor arwana Asia untuk dijadikan ikan hias.

Hewan Unik Berkuku Ganjil

Tapir adalah hewan soliter yang memiliki keunikan dari jari-jari kakinya yang ganjil. Serta hewan berikut merupakan hewan yang dilindungi

Tapir adalah binatang herbivora yang hanya memakan dedaunan muda yang ada di sepanjang hutan atau sepanjang tepian sungai. Tapir memiliki bentuk tubuh yang menyerupai babi dengan telinga yang mirip badak, serta moncongnya sedikit panjang seperti trenggiling. Tapir adalah binatang soliter kecuali pada musim-musim kawinnya.

Hewan ini termasuk hewan nokturnal karena aktivitasnya lebih banyak di malam hari, dan ia akan mencari makanannya dengan terus berjalan jauh serta mencari lokasi yang kaya akan garam mineralnya. Hewan mamalia ini memiliki suara lenguhan yang berbeda dengan hewan mamalia lainnya, dan justru seperti suara burung yang sedang berkomunikasi dengan burung lainnya.

Ukuran tubuh tapir dewasa bisa mecapai panjang hingga 225 cm dengan bentuk yang hampir menyerupai babi. Bentuk lain yang menjadi ciri khas dari tapir adalah memiliki moncong yang seperti belalai pendek, yang selalu didekatkan dengan tanah saat ia berjalan. Moncong panjang tapir mempunyai penciuman yang sangat bagus dalam kesehariannya untuk mendapatkan makannan.

Beberap ahli menyatakan bahwa tapir memiliki penglihatan yang sangat lemah, dan hanya mengandalkan indera penciumannya dalam hidupnya. Selain bentuk tubuh dan moncongnya yang unik, tapir juga memiliki jemari yang tak kalah unik dengan keunikan lain yang dimilikinya. Jari yang ada pada kaki depan berjumlah empat, sedangkan jari kaki bagian belakang hanya berjumlah tiga jari.

Ada empat jenis tapir yang masih hidup hingga sekarang, dan tiga diantaranya bisa anda jumpai di Amerika Selatan yaitu Tapirus bairdii, Tapirus Pinchaque, dan Tapirus Terrestris. Sementara yang banyak tersebar di Asia Tenggara adalah jenis Tapirus Indicus, dan dari hal tersebut tapir sering digunakan sebagai salah satu bukti teori pemisah Benua.

Tapir yang terebar di Asia Tenggara telah meliputi bagian selatan Burma, Thailand bagian selatan, Semenanjung Malaysia, serta Indonesia. Menurut bukti yang pernah ada, penyebaran tapir sempat meliputi Pulau Jawa dan Sumatera. Namun kini cuma hanya ada tapir di Sumatera, itu pun hanya akan dijumpai di bagian Danau Toba sampai ke Lampung.

Keberadaan tapir yang kian menyusut, tak lain karena aktivitas manusia yang menyebabkan habitatnya kian sempit. Mengenai kasus pemburuan tapir tak semarak pemburuan hewan lainnya, sehingga berkurangnya populasi tapir sebagian besar dikarenakan tingkat reproduksinya yang sangat sedikit.

Hewan berkuku ganjil ini merupakan satwa liar yang dilindungi di Indonesia karena jumlah populasinya yang kian berkurang pada tiap tahunnya, serta tapir termasuk hewan langka yang dimiliki Indonesia.

Bunga Bangkai Raksasa, Bunga Khas Indonesia

Bunga bangkai raksasa adalah tanaman khas Indonesia yang kini sudah tersebar di berbagai penjuru dunia

Bunga Bangkai Raksasa adalah jenis tumbuhan dari jenis talas terbesar di dunia. Tanaman raksasa ini dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 5 meter, serta akan mengeluarkan aroma seperti bau bangkai yang sudah busuk saat mulai mekar. Bungaa Bangkai Raksasa merupakan tanaman endemik dari Sumatera, yang mengeluarkan aroma busuk untuk mengundang lalat dan kumbang. Setelah serangga tersebut datang dan masuk ke dalam bunga, para serangga akan membatu penyerbukan sebelum serangga mati.

Bunga Bangkai atau bisa disebut dengan Kibut ini sama seperti bunga Raflesia Arnoldii yang ada di Sumatera. Memang tanaman ini sama-sama memiliki bunga yang ukurannya raksasa, serta kesamaan mengeluarkan bau yang tidak enak. Jenis tanaman ini juga dapat dijumpai di wilayah hutan tropis di Taman Nasional Kayan Mentarang laut birai desa Long Alango kecamatan Bahau Hulu kabupaten Malinau Kalimantan Utara.

Bunga Bangkai Raksasa ini mempunyai dua proses dalam pertumbuhannya yang muncul secara bergantian. Yang pertama adalah fase vegetatif, yang akan muncul daun dan batngnya yang bisa tumbuh tinggi hingga 6 meter dengan skala waktu atau tahun. Apabila lingkungan mendukung serta cadangan makanan mencukupi, bunga majemuk akan muncul. Namun bila cadangan makanan kurang, daunnya akan tumbuh kembali. Rekor bunga bangkai tertinggi di dalam Taman Penangkaran dengan pencapaian 2,74 meter, yang didapatkan oleh Kebun Raya Bonn Jerman pada tahun 2003.

Pada tanggal 11 Maret 2004, Kebun Raya Cibodas pernah tumbuh bunga bangkai dengan ketinggian mencapai 3,17 meter pada malam hari. Dan bunga tersebut hanya mekar untuk hitungan tujuh hari dan selanjutnya mati. Kibut sudah banyak tersebar di berbagai tempat di seluruh dunia, terutama yang berada di Kebun Botani atau penangkaran spesialis. Di Indonesia juga banyak di temui di daerah Kalimantan Utara, karena tanaman ini merupakan tanaman asli Indonesia yang awal mulanya tumbuh di hutan Tropis Indonesia.

Bunga Rafflesia Arnoldii

Rafflesia Arnoldii atau Padma Raksasa adalah tumbuhan parasit yang sangat terkenal akan bunganya yang berukuran besar, dan merupakan bunga terbesar di dunia. Bunga raksasa ini tumbuh di jaringan tumbuhan merambat dan tidak memiliki daun seperti bunga lain pada umumnya, sehingga tanaman ini tidak dapat berfoto sintetis. Bunga raksasa yang pertama ditemukan di hutan tropis Bengkulu, Sumatera pada tahun 1818. Bunga ini di temukan di suatu tempat dekat Sungai Manna (Lubuk Tapi) Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dari penemuan tersebut, Bengkulu dikenal oleh dunia sebagai Bumi Rafflesia (The Land Of Rafflesia). Bunga raksasa ini dinamakan dengan bunga Rafflesia Arnoldii karena diambil dari kedua nama orang luar yang sedang melakukan ekspedisi di salah satu hutan tropis Indonesia yang ada di Sumatera. Nama dari bunga tersebut diambil dari Thomas Stamford Rafflesia dan Dr. Joseph Arnold, yang merupakan manusia pertama penemu bunga raksasa ini di Indonesia

Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama bunga raksasa ini. Rafflesia adalah tumbuhan endemik Sumatera, terutama yang berada di bagian selatan seperti Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Bunga ini di tempatkan di taman penangkaran terdapat beberapa anggota dari Rafflesia yang lain, karena populasinya terancam punah akibat penggundulan hutan yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Pulau Jawa juga memiliki bunga rakasasa yang masih satu genus dengan Rafflesia Arnoldii. Bunga parasit ini tidak memiliki akar, tidak berdaun, serta tidak memiliki tangkai. Saat sedang mekar, diameter bunga rakasasa bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kg. Bunga pemakan serangga ini bisa dimasukkan dalam golongan tanaman karena memiliki jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat.

Rafflesia memiliki lima daun mahkota yang mengelilingi bagan tengah dari bunga tersebut. Pada bagian tengah yang berlubang dari bunga kita bisa melihat ada seperti piringan berduri yang berisikan benang sari (putik). Bunga ini sangat sulit untuk dibudidayakan karena sang penyerbuk dari bunga Rafflesia adalah sang lalat, yang merupakan makanan dari bunga raksasa ini. Sedangkan persentasi pembuahan pada bunga Rafflesia sangatlah kecil, karena jenis bunga jantan dan betina sangat jarang ditemukan bisa mekar bersamaan dalam satu minggu. Bunga ini hanya bertahan hidup sekitar umur 5 sampai 7 minggu saja dan setelahnya layu lalu mati.

Pohon Eucalyptus Menjadi Pohon Terindah Di Dunia

Pohon pelangi bukan lah editan ataupun di berikan pewarna pada permukaan kulit pohon, melainkan akibat getah yang keluar dari dalam pohon yang keluar membentuk sebuah lapisan warna yang menyerupai warna pelangi. Hal ini biasanya akan terjadi setelah hujan reda, sehingga getah tersebut akan mengalir kebwah dengan air hujan yang membasahi permukaan pohon.

Warna pelangi biasanya akan didapati pada pohon Eucalyptus Deglupta, atau pohon tinggi seperti pohon kayu putih yang memiliki tekstur batang yang lunak. Pohon seperti ini banyak ditemukan secara alamai di belahan duni bagian utara yang meliputi Britania Raya, Papua Nugini, Pulau Seram, Sulawesi, dan Mindanao (Filipina).

Warna yang menyerupai pelangi tersbut terdiri dari getah pohon. Getah yang keluar pertama biasanya berwarna biru, kemudian secara perlahan akan berganti warna menjadi jingga, unggu dan merah marun. Proses tersebut terjadi secara bergantian dan teratur sehingga pohon kayu putih akan menampilkan koleksi warna yang nempel di permukaan batang pohon. Pohon yang mampu mengeluarkan getah dan bisa berwarna layaknya pelangi ini biasanya ada di daerah tropis dan subtropis di kebun maupun tanaman, sehingga pohon pelangi dapat di budidayakan sebagai tanaman hias.

Pohon pelangi sebenarnya masih satu keluarga dengan pohon kayu putih, dan pohon kayu putih bisa mengeluarkan getah pelangi. Sedangkan pohon pelangi lainnya tidak dapat menghasilkan minyak kayu putih pada umumnya. Selanjutnya, pohon pelangi juga mempunyai manfaat sebagai bubur kayu yang sangat penting dalam proses pembuatan kertas.

Alam selalu menawarkan keindahan dan keeksotisannya yang sungguh menakjubkan. Lebih istimewanya, pohon pelangi ini tidak akan memiliki pola warna yang sama untuk kedua kalinya. Berarti pohon ini akan selalu mengeluarkan warna dengan pola yang berbeda dengan warna yang sebelumnya. Hal ini disebabkan variasi warna dari getah pohon ini terus berubah sepanjang tahunnya untuk menampilkan seperti karya seni yang sangat menakjubkan.

Jenis pohon pelangi dapat tumbuh di alam bebas atau habitat aslinya hingga mencapai ketinggian seitar 76,2 meter dengan diameter sekitar 2,4 meter. Pohon Eucalyptus kini dianggao sebagai pohon terindah dan menakjubkan di dunia karena getahnya. Ini adalah suatu karya seni yang sangat indah, dan alam memiliki banyak keindahan-keindahan berkat cipntaan-NYA yang begit menakjubkan.

Tanaman Murbei Yang Tumbuh Di Hutan Asia

Tanaman Asia Yang Merupakan Flora Langka

Murbei atau sering disebut Bebesaran, adalah sebuah tanaman yang terdiri dari 10 hingga 16 spesies pohon tertentu. Tanaman bernama latin Morus ini berasal dari daerah panas sedang, dan subtropis seperti Asia, Afrika, dan Amerika. Namun tumbuhan ini sering dan paling banyak ditemukan di Asia, salah satunya berada di desa Andaleh, Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

Tumbuhan ini bisa dibilang berasal dari Asia, di Sumatera Barat terdapat tanaman murbei yang sudah mencapai usia lebih dari 120 tahun lamanya. Murbei atau bebesaran ini dapat tumbuh cepat pada saat masih muda, namun untuk selanjutnya akan tumbuh melambat dengan tinggi yang jarang melebihi 10 hingga 15 meter.

Bebesaran memiliki daun yang sangat sederhana yang berbentuk cuping, dengan sisi daun seperti gergaji. Di daerah sekitar Jepara, Temanggung, dan daerah yang membudidayakan sutera alam, akan banyak mencari daun murbei sebagai makanan sang ulat sutera. Tanaman ini dapat berbuah, dan merupakan buah majemuk dengan ukuran panjang sekitar 2 hingga 3 cm. Buah Murbei merupakan buah yang dapat dimakan oleh manusia. Buah yang masih muda akan berwarna merah, dan berubah menjadi ungu tua bila sudah ranum (masak).

Tanaman murbei sangat terkenal karena daunnya yang sering digunakan sebagai makanan ulat sutra. Selain daunnya yang terkenal, buahnya juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Murbei biasanya banyak ditemui di pegunungan dengan ketinggian lebih dari 100 mdpl, dan tanaman ini sangat memerlukan banyak sinar Matahari.

Murbei akan tumbuh pada tanah yang basah seperti dilereng gunung, namun tanaman ini juga bisa tumbuh liar di dataran yang tidak terlalu tinggi. Buah murbei memiliki bentuk yang hampir mirip seperti buah anggur berukuran mini. Rasa buahnya hampir sama dengan jeruk.