Tag: Harimau Sumatera

Tiga Satwa Langka Nyaris Punah

Satwa Endemik Indonesia yang kini sudah semakin berkurang

Indonesia sangat kaya dengan alamnya beserta isinya yang melimpah, dimana banyak terdapat aneka jenis fauna unik hingga endemik (hanya dimiliki Indonesia). Namun, akibat maraknya pemburuan hewan dan pembakaran hutan secara liar, banyak satwa Indonesia yang terus menurun jumlah populasinya dari tahun ke tahun.

Terlebih lagi ditambah faktor reproduksi satwa itu sendiri yang sangat rendah, membuat binatang tersebut menjadi langka bahkan hampir mendekati kepunahan. Hal ini akan menjadi masalah besar. Mengingat pentingnya satwa sebagai rantai makanan untuk keseimbangan alam, beberapa tahun kedepan Indonesia akan banyak kehilangan satwa endemiknya. Berikut ada 3 hewan langka Indonesia tersebut:

1. Harimau Sumatera


Indonesia mempunyai dua jenis harimau yang tidak dimiliki oleh negara lain. Binatang tersebut adalah Harimau Bali yang sudah dinyatakan punah sejak tahun 1937. Kemudian, Harimau Sumatera yang masih ada hingga sekarang dalam jumlah yang sudah sangat sedikit. Jumlah harimau Sumatra di Indonesia saat ini diperkirakan hanya berkisar 500 ekor dan menhuni pulau Sumatera saja.

2.Badak


Badak Sumatera atau badak bercula dua dan badak bercula satu dari Jawa (Badak Jawa) tergolong satwa yang sudah hampir punah di Indonesia. Dari data yang ada, jumlah Badak bercula dua kini hanya tersisa sekitar 300 ekor saja. Sedang Badak bercula satu lebih cenderung sangat kritis, karena jumlahnya tercatat sisa puluhan ekor saja. Karenanya, telah dibuat penangkaran khusus di Ujung Kulon Banten untuk melindungi populasi Badak bercula satu.

3.Orang Utan


Orang Utan Kalimantan dan Sumatera juga masuk dalam daftar satwa langka dilindungi yang di Indonesia. Dari segi fisik Orang Utan Sumatera ini berukuran lebih kecil dari Orang utan Kalimantan. Selainitu, dibandingkan dengan orang Utan Kalimantan, Orang utan Sumatera memiliki jumlah populasi lebih sedikit.

Kucing Besar Sumatera Yang Saat ini Terancam Punah

Harimau Sumatera Yang Hampir Punah

Harimau Sumatera atau alam bahasa latin, Panthera Tigris Sondaica merupakan subspesies harimau yang habitat aslinya berada di pulau Sumatera. Harimau Sumatera adalah satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini, dan tercatat dalam satwa kritis yang terancam punah.

Tercatat dalam daftar merah satwa terancam yang dirilis oleh Lembaga Konservasi Dunia IUCN, bahwa Harimau Sumatera yang masih hidup di alam liar kini diperkirakan antara 400 hingga 500 ekor, dan terutama terdapat di taman-taman nasional di Sumatera. Teruji genetik telah mengungkapkan bahwa tanda-tnda genetik unik, yang menandakan bahwa Harimau Sumatera mungkin berkembang menjadi spesies terpisah bila berhasil dilestarikan.

Perusakkan hutan, pembururan liar, dan aktifitas-aktifitas manusia yang membuat kucing besar Sumatera ini semakin kritis berkurang. Begitu juga dengan pembalakan yang terus berlangsung, bahkan ditaman nasional yang seharusnya dilindungi. Dibukukan sekitar 66 ekor Harimau Sumatera sudah terbunuh dari tahun 1998 dan 2000.

Tingginya minat pembangunan, secara tidak langsung akan mempersempit habibat dari Hewan Endemi Sumatera ini. Harimau merupakan keturunan hewan pemangsa dari zaman purba yang dikenal sebagai Miacids. Kira-kira sekitar 70 sampai 65 juta tahun yang lalu, Miacids hidup pada akhir zaman Cretaceous yaitu semasa Dinosaurus di Asia Barat dan berkembang hingga saat ini.

Harimau Sumatera merupakan jenis Harimau yang berukuran paling kecil. Warna dan corak Harimau Sumatera terlihat lebih gelap dibandingkan dengan Harimau lainnya, hanya corak hitam yang agak sedikit melebar dan rapat. Harimau Sumatera jantan memiliki panjang tubuh 92 inci atau sekitar 250cm dari kepala hingga ekor, dengan berat mencapai 300 pound (140 kg). Untuk tinggi Harimau jantan bisa mencapai 60 cm.

Jenis Harimau betina hanya memiliki panjang rata-rata sekitar 198 cm dengan berat 91 kg. Warna dominan untuk Harimau Sumatera sendiri adalah warna yang paling gelap diantara Harimau-Harimau yang lain. Hewan ini mampu berenang dengan baik, dan dia akan menyudutkan mangsanya ke tepian air agar mudah untuk memangsanya.

Saat musim melahirkan, warna kulit Harimau akan berubah menjadi hijau gelap ketika melahirkan. Masa kehamilan Harimau Sumatera ini sekitar 103 hari, dan biasanya akan melahirkan dua hingga tiga ekor anak Harimau sekaligus. Harimau Sumatera dapat hidup dialam liar delama 15 tahun, dan mampu bertahan hingga umur 20 tahun di dalam penangkaran.