Tag: Fauna di Indonesia

Khasiat Landak

Khasiat landak

Landak adalah salah satu jenis hewan yang memiliki bulu duri tajam sebagai senjata saat sedang terancam. Landak merupakan hewan pengerat terbesar yang cukup lincah saat menghindari musuh atau hewan yang akan memangsanya.

Hewan herbivora ini ternyata memiliki khasiat sebagai obat dengan cara mengolahnya menjadi makanan. Dikalangan masyarakat karang anyar, landak menjadi ciri khas makanan di tempat ini. Itulah beberapa hal yang cukup perlu diketahui mengenai landak, untuk kesempatan selanjutnya akan dibahas mengenai manfaat bulu landak dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun tidak banyak manfaat bulu landak tetapi bulu landak ini cukup bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa manfaat bulu landak antara lain sebagai obat masuk angin, menurunkan demam, penangkal makhluk gaib, mengurangi sakit gigi, mengatasi asam urat, mengatasi rematik, dan memperlancar peredaran darah.

Tidak dapat di pungkiri memang bahwa bulu landak memiliki beberapa manfaat yang memang tidak cukup banyak, namun bagi menjaga kesehatan ke 8 manfaat bulu landak itu sudah dapat dikatakan dapat mengatasi berbagai macam penyakiti.

Ada beberapa cara memanfaatkan bulu landak. Selain dengan dibuat ramuan bulu landak, biasanya dari landak ini pun sudah ada minyak ekstrak landak yang memiliki manfaat yang cukup banyak seperti yang telah diuraikan pada penjabaran di atas.

Untuk itu manfaatkan lah landak maupun bulu landak untuk kesehatan anda. Bila dilihat dari uraian di atas bahwa landak dapat dimanfaatkan menjadi tiga hal yaitu bermanfaat untuk mengatasi segala penyakit, untuk menangkal makhluk gaib, serta dapat dijadikan sebagai bahan makanan.

Karena sampai saat ini, landak belum termasuk daftar hewan yang dilindungi. Beberapa dari mereka yang menjual daging landak juga membudidayakannya sendiri sebagai stok agar tidak mengganggu populasinya di alam bebas.

Katak Jenis Baru Di Indonesia

Megophrys Lancip merupakan katak jenis baru

Keaneka ragaman fauna di Indonesia tercatat kian menurun menurut jenis satwa yang terancam punah. Diawali dengan populasinya yang berkurang karena faktor alam, reproduksi, serta pemburuan yang semakin marak terjadi. Disisi lain, ada beberapa fauna yang bertambah seiring ditemukannya jenis satwa baru.

Akhir-akhir ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menemukan katak dan cicak yang merupakan jenis baru. Katak jenis baru ini sebenarnya sudah banyak diburu manusia untuk dipelihara karena bentuknya yang unik. Namun hingga sampai saat ini belum diketahui secara ilmiah tentang namanya.

Katak jenis baru ini diberi nama ilmiah Megophrys Lancip, yang berarti katak mulut lancip. Sebelumnya banyak yang tidak menyadari jika ternyata katak tersebut adalah jenis baru, dan LIPI langsung melakukan eksplorasi tentang katak jenis baru tersebut pada tahun 2013 lalu.

Awal ditemukannya katak jenis Megophrys Lancip yakni di kebun kopi Ngarip, di sebuah Desa kecil kawasan Lampung, Sumatera. Saat melakukan penelitian tentang jenis katak baru ini perlu dibutuhkan kejelian karena bentuk katak tersebut sangat menyerupai sampah organik (serasah).

Sekilah bentuk katak moncong lancip menyerupai jenis katak yang ada di Jawa dan juga Sumatera. Namun setelah dilakukan tes DNA, ternyata jenis Megophrys Lancip berbeda dan tim LIPI langsung melakukan ekspedisi untuk menindak lanjuti jenisnya.

Katak jenis Megophrys Lancip memang sudah ada di Indonesia sejak lama, namun jenis baru ini memiliki ciri dan bentuk yang berbeda dengan katak yang sudah ada. Kehadirannya pun membuat ramai media karena bentuknya yang unik, setelah ditelusuri ternyata sudah lama katak ini di perjual belikan kepada pecinta katak.

Hingga kini belum ada yang memperhatikan tentang keberadaan fauna jenis katak untuk dimasukkan ke dalam daftar satwa yang dilindungi. Sebenarnya katak sangat penting bagi kehidupan di alam bebas sebagai rantai makanan, dan sebagai pemberi isyarat pergantian iklim di Indonesia.