Tag: Burung langka

Burung Hitam Penghuni Pulau Peleng

Gagak Banggai adalah burung asli Indonesia yang berada di Sulawesi. Burung gagak banggai merupakan jenis burung dari keluarga burung gagak yang berada di Banggai. Pada tahun 2007, para ahli pernah menyatakan burung ini sudah punah karena keberadaannya yang sudah jarang ditemui.

Dalam beberapa waktu terakih di dalam sebuah ekspedisi ilmiah, pernah dijumpai burung gagak banggai untuk beberapa kali di Pulau Peleng. Kemudian untuk saat ini, IUCN telah mencatat burung Gagak Banggai sebagai satwa yang berstatus sangat terancam punah.

Burung hitam ini diketahui ada dua spesimen yang ditemukan di salah satu Kepulauan Banggai Sulawesi Tengah antara tahun 1884 hingga 1885. Setelah itu, burung tersebut tidak pernah dijumpai lagi hingga pada tahun 2008. Burung ini lebih dikenal dengan sebutan Burung Kuyak, dan satu-satunya burung gagak yang ternyata hanay ada di alam Kepulauan Banggai.

Ukuran tubuh gagak banggai tak seperti gagak biasanya, karena tubuhnya lebih kecil dari gagak pada umumnya. Gagak Banggai memiliki panjang tubuh sekitar 39 cm ini merupakan burung yang habitat aslinya berada di hutan dengan ketinggian hingga 900 mpdl.

Burung ini diketahui keberadaanya kini sudah semakin menurun, dan diperkirakan populasinya kini tinggal 30 hingga 200 ekor. Anda dapat menemukan burung endemik Sulawesi Tengah di bagian barat dan tengah Pulau Peleng yang memiliki luas sekitar 2.340 kmĀ², yang merupakan salah satu di Kepulauan Banggai.

Terkait dengan semakin mengecilnya populasi karena rusaknya habitat aslinya, burung gagak banggai hanya terdapat di dalam satu lokasi saja yaitu di Sulawesi Tengah. Serta burung ini adalah burung yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah karena burung ini adalah burung endemik Sulteng yang hampir punah. Kemudian IUCN telah mengevakuasi burung hitam ini menjadi salah satu dari 18 burung paling langka di Indonesia dengan status burung yang kiris dari kepunahan.

Burung Trulek Jawa Yang Misterius

Burung Trulek Jawa merupakan burung yang belum punah, dan salah satu burung Endemik Indonesia yang keberadaannya masih misterius

Burung Trulek Jawa adalah salah satu burung yang hanya ada di Pulau Jawa. Burung trulek jawa memiliki ukuran tubuh yang sedang sekitar 28 cm. Burung trulek jawa biasanya hidup secara berpasangan di padang rumput terbuka, di sepanjang pantai utara Jawa Barat dan pantai selatan Jawa Timur.

Keberadaan burung Tulek Jawa sering berada di sekitar daerah berair seperti tepian sungai, muara sungai, dan rawa. Ada juga beberapa burung jenis ini yang tidak begitu menyukai air. Mereka justru bertengger di tempat yang kering sekitar lahan basah seperti ranting, rerumputan, dan bebatuan.

Dalam kesehariannya, burung endemik Jawa ini akan memakan hewan-hewan kecil seperti siput, larva serangga, kumbang air, dan terkadang ia juga memakan biji-bijian tumbuhan air. tak jarang ia juga bisa memakan ikan-ikan kecil yang terdampar di tepi sungai, atau muara.

Adapun beberapa ciri-ciri dari burung ini, ia memiliki warna kepala hitam, dan bulu di sekitar tubuh berwarna coklat keabuan. Warna bulu coklat keabuan terdapat pada punggung, dan dada. Lalu di bagian perut berwarna hitam,tungging berwarna putih, dan bulu sayap hitam.

Ciri lainnya terdapat pada bagian ekor berwarna putih bergaris subterminal hitam lebar, dan memiliki taji hitam pada bagian lengkungan sayap. Di bagian paruh berwarna hitam dengan warna tungkai yang berwarna jingga. Salah satu ciri khas dari burung trulek jawa adalah, ia memiliki gelambir putih kekuningan pada bagian atas paruhnya.

Kini keberadaan burung Jawa ini sudah semakin langka, dan tercatat pada tahun 1940 keberadaannya ditemui di Sungai Ci Tarum Jawa Barat. Dikarenakan belum pernah melakukan survei ulang di beberapa habitatnya, IUCN tidak berani menyebutnya sebagai jenis satwa yang sudah punah.

Terlebih, adanya laporan-laporan dari penduduk setempat tentang keberadaan burung trulek jawa, burung ini masih sangat misterius untuk di teliti kembali. Terkait adanya laporan dari beberapa sumber, pada tahun 2001 para Tim Comunity Forestry Pekalongan pernah menemui burung trulek jawa singgah di Hutan Sawangan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah.

Beberapa daerah yang terdapat burung endemik ini antara Pegunungan Halimun Jawa Barat, Hutan Gunung Ungaran Jawa Tengah, Taman Nasional Meru Betiri Jember Jawa Timur, dan Lumajang Jawa Timur. Namun yang dapat dijumpai secara resmi adanya burung ini di Indonesia hanya spesiesmen awetan yang berada di Museum Zoologi Cibinong Jawa Barat.