Tag: Beruang simbol Bengkulu

Ancaman Serius Sang Beruang Madu

Ancaman Serius Sang Beruang Madu

Beruang madu atau Helarctos Malayanus adalah jenis beruang yang paling kecil dari delapan jenis beruang yang ada di dunia. Beruang madu merupakan fauna khas Bengkulu, dan beruang telah digunakan sebagai simbol dari Provinsi Bengkulu. Hewan ini juga menjadi maskot Kota Balikpapan, dan beruang madu di Balikpapan telah dilindungi disebuah hutan lindung yakni Hutan Lindung Sungai Wain.

Beruang adalah binatang omnivora yang bisa memakan apa saja yang ada dihutan. Mereka akan memakan aneka buah-buahan dan tanaman hutan hujan tropis, dan termasuk tunas tanaman jenis palem. Terkadang si beruang madu akan makan serangga, madu, burung, dan hewan kecil lainnya. Beruang madu mempunyai peran yang sangat penting bagi penyebar tumbuhan buah berbiji. Pasalnya jika beruang makan buah, biji ditelan utuh sehingga tidak rusak. Dan setelah buang air besar, biji yang ada didalam kotoran tersebut akan keluar dengan bentuk yang sudah tumbuh.

Buah berbiji yang sering dimakan oleh beruang adalah buah cempedak, durian, dan lahung dan banyak buah berbiji yang ia makan. Beruang sering merusak lahan pertanian, menghancurkan pisang, dan tanaman dikebun jika wilayah beruang diganggu oleh manusia. Hal ini yang sering terjadi karena akibat aktivitas manusia, beruang sering kali merasa terganggu dengan itu.

Beruang madu merupakan hewan nokturnal, atau hewan yang aktif dimalam hari. Beruang jantan akan menghabiskan waktunya ditanah, dan memanjat dipohon untuk mencari makan. Sedangkan san betina dan beruang kecil, lebih banyak menghabiskan waktunya ditanah. Hewan ini umumnya adalah hewan yang bersifat soliter, mereka juga tidak hibernasi seperti beruang lainnya dikarenakan sumber pakan beruang madu tersedia sepanjang tahun.

Dalam satu hari, beruang madu mampu berjalan sejauh 8 km hanya untuk mencari makan. Panjang tubuhnya bisa mencapai 1,40 m dengan tinggi punggungnya 70 cm. Beruang madu memiliki berat tubuh sekitar 50 hingga 65 kg, warna bulu beruang hitam dan pendek. Matanya berwarna coklat atau biru. Hidung beruang madu juga tidak terlalu moncong seperti beruang lainnya, namun reltif lebar.

Beruang madu memiliki penciuman yang sangat tajam yang sangat membantu untuk mencari makanannya. Hewan ini tidak memiliki musim kawin, akan tetapi perkawinan akan dilakukan sewaktu-waktu terutama bila beruang madu betina telah siap kawin. Proses mengandung betina sekitar 95 hingga 96 hari. Dan akan yang dilahirkan biasanya hanya berjumlah dua ekor saja serta disusui selama 18 bulan.

Kini Beruang madu sudah dikategorikan sebagai binatang yang teranjam kelangsungan hidupnya. Ancaman serius dari beruang madu adalah pemburuan liar yang ingin mengambil empedu sang beruang demi memenuhi kebutuhan pasar pengobatan tradisional. Hewan ini sudah terdaftar sebagai satwa yang telah dilindungi, karena habitat aslinya kini semakin berkurang.